
Esok harinya Alfa telah bersiap untuk berangkat ke kantor. Selesai sarapan bersama dengan Istri, Mama dan juga Kakaknya tak lupa si kecil Arsy dia diantar oleh Anin ke depan.
"Mas hati-hati ya di jalan , jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai kantor." Ucap Anin sambil meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.
"Iya Sayang."
Alfa tak lupa mencium kening Istrinya.
"Papa berangkat ya Sayang."
Alfa mengusap perut istrinya dan mengajak bicara calon anaknya.
"Iya Papa." Jawab Anin.
"Assalamualaikum."
Pamit Alfa lalu berjalan menuju ke arah mobil yang sudah siap.
"Waalaikumsalam."
Anin melambaikan tangannya hingga mobil suaminya tak terlihat lagi meninggalkan rumah.
Alfa terus merajukkan mobilnya menuju ke arah kantor, kemudian terdengar nada dering ponselnya jika ada panggilan yang masuk.
"Siapa yang telepon."
Alfa mengambil ponselnya di saku dan melihat layar ponselnya.
"Indra." Ucapnya.
"Nanti aja lagi dijalan juga."
Alfa tidak menjawab panggilan dari Indra dan meletakkan ponselnya lalu fokus dengan jalanan yang lumayan padat namun berjalan lancar.
Sesampainya di kantor dia masuk ke dalam setelah memberikan kunci mobilnya kepada satpam yang bertugas pagi itu.
"Pagi Pak." Sapa Rina saat melihat bosnya itu datang.
"Pagi Rina. Ada meeting hari ini."
"Sepertinya kosong pak karena agenda meeting dengan klien diundur besok pagi." terang Rina.
"Oke, siapkan semua berkas yang harus saya tanda tangani."
"Baik Pak."
Alfa lalu masuk ke dalam ruangannya sambil memegang ponselnya untuk memberi kabar kepada istrinya.
Selesai berbicara dengan Anin, Alfa kemudian teringat dengan Indra yang tadi melakukan panggilan ke ponselnya namun tidak ia jawab.
__ADS_1
"Indra ngapain ya, tadi telepon."
Alfa pun menelpon panggilan balik Indra siapa tahu ada hal penting yang ingin ia sampaikan.
"Assalamualaikum."
jawaban dari seberang telepon.
"Waalaikumsalam, ada apa Dra. Sorry lagi di jalan tadi mau ke kantor." ucap Alfa.
"Sorry, aku pikir tadi kamu sudah sampai kantor."
"Sudah nggak apa-apa, ada apa tumben telepon." tanya Alfa.
"Rasanya tidak enak untuk bicara di telepon kamu punya waktu siang ini untuk kita ketemu." pinta Indra.
"Bisa, bisa. Kebetulan hari ini juga kosong tidak ada agenda meeting. Kamu ke kantor aku aja." kata Alfa.
"Begitu ya, oke deh. Nanti aku kabari lagi kalau sudah mau jalan ke sana."
"Oke, ditunggu."
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Indra, Alfa menyandarkan badannya di kursi kebesarannya.
"Ada Indra, apa ada kaitannya dengan Kak Amel." Alfa berbicara sendiri hingga pintu ruangannya pun terbuka dan Rina masuk membawa beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.
"Oke, aku tunggu."
Begitu akhir pembicaraannya dengan Indra yang memberitahu jika sudah di jalan menuju ke kantornya.
Alfa lalu meminta kepada Rina untuk memesankan makan siang untuk menjamu kedatangan Indra.
"Tok..tok.."
Pintu ruangan Alfa pun diketuk oleh seseorang dan dia pun menjawab dari dalam.
"Masuk."
Pintu pun terbuka dan nampak sosok Indra yang tersenyum menghampiri dirinya.
"Assalamualaikum." ucap Indra.
Alfa pun berdiri dan berjabat tangan dengan Indra.
"Waalaikumsalam, mari silakan duduk."
"Makasih ya Fa."
Alfa tersenyum dan menanggukan kepalanya, mereka berdua pun duduk di sofa yang ada di ruangan Alfa.
__ADS_1
"Ada apa ini, tumben mau ketemu." ucap Alfa.
"Ada hal yang mau aku bicarakan sama kamu Fa."
"Soal apa."
Walaupun sebenarnya Alfa juga sudah punya feeling maksud kedatangan Indra namun dia ingin mendengar sendiri dari mulut Indra.
Indra menarik nafasnya.
"Ini menyangkut Kakak kamu."
Ucap Indra dan membuat Alfa berlagak kaget dan menatap serius ke arah mantan kakak iparnya itu.
"Kak Amel, ada apa."
Tanya Alfa yang seolah belum tahu apa-apa.
"Aku kemarin sudah berbicara dengan kakak kamu soal, niat..."
"Tok...tok..."
Pintu ruangan Alfa diketuk oleh seseorang dan membuat Indra menghentikan bicaranya.
"Iya masuk." Kata Alfa.
"Maaf Pak, makan siangnya."
ternyata Rina yang datang membawakan makan siang untuk mereka.
"Oh Iya Rina, makasih ya."
"Baik Pak, Saya permisi."
Rina meninggalkan ruangan Alfa.
"Sebaiknya kita makan siang dulu deh, sebelum pembicaraan kita lanjut karena nggak enak nanti kalau makanannya keburu dingin."
Ucap Alfa dan sedikit membuat raut wajah Indra agak kecewa, namun mau bagaimana lagi daripada tidak bicara sama sekali.
"Baiklah."
Indra tetap tersenyum dengan ramah.
😉😉😉😉😉
Maaf ya BESTie, Author sok sibuk sekarang jadi Up nya kalau sempet aja 🥰🥰🥰😍😍
Makasih masih setia 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1