KOPI CINTA

KOPI CINTA
131


__ADS_3

Hari sudah berganti malam dan sejak sore tadi kedua orang tua Anin datang ke rumah Mama Ani bersama Fajar juga yang tidak mau ditinggal di rumah sendiri.


Saat ini mereka sedang menikmati makan malam bersama setelah tadi telah membahas acara syukuran 4 bulanan kehamilan Anin.


Nampak ikut senang Arsy dengan kedatangan kedua orang tua Anin, Mereka sudah menganggap Arsy itu cucunya sendiri.


"Arsy makan yang banyak biar sehat." Ucap Mama Rani.


"Iya Uti."


Panggilan Arsy untuk Mama Rani sebagai neneknya.


"Anak pintar."


Mama Rani mengusap kepala Arsy.


"Uti tambah lagi makannya, Opa juga." Pinta Mama Ani.


Mama Ani memanggil kedua besannya dengan sebutan panggilan untuk Arsy supaya dia mengikutinya.


"Makasih Oma sudah penuh ini perut." Ucap Uti.


"Pa, tambah lagi." tawar Alfa.


"Makasih Alfa, Papa udah kenyang ini."


"Fajar, jangan malu tambah lagi habiskan aja." Kata Alfa kepada adiknya itu.


"Tenang Mas, masih muat Ini perut."


"Nggak malu kamu ketahuan sekarang makannya banyak." ledek Anin.


"Nggak papa Sayang, Fajar kan dalam masa pertumbuhan jadi wajar dong butuh asupan gizi yang banyak." bela Alfa.


"Benar itu Mas."


Mereka menyelesaikan makan malam dan karena hari juga semakin malam kedua orang tua Anin berpamitan untuk pulang.


"Menginap sini aja besan." pinta Mama Ani kepada kedua besannya.


"Iya Ma, besok kan weekend juga. Papa dan Fajar libur." Pinta Anin juga.


"Gimana Pa." Mama Rani bertanya kepada suaminya.


"Iya Papa ikut aja."

__ADS_1


"Alfa juga senang kalau Papa dan Mama menginap disini, ya nggak Jar besok renang sama Mas."


"Oke Mas."


Mereka berdua memang sudah seperti kakak adik kandung.


"Kalau begitu Mama akan minta Bibi menata kamar dulu." Mama Ani beranjak memanggil Bibi untuk menata kamar tamu.


Hari pun semakin malam dan mereka pun beristirahat di kamar masing-masing.


"Mas.."


Anin sedang memoles wajahnya dengan krim malam sedangkan Alfa sudah menunggunya bersandar di atas tempat tidur mereka sambil memainkan ponselnya.


"Iya Sayang, kenapa."


"Mas, memperhatikan ke Kak Amel nggak sih."


Alfa menatap kearah Anin.


" Memang kenapa dengan Kak Amel Sayang."


"Kak Amel sejak tadi siang setelah pulang dari taman sama Mas Indra sepertinya ada sesuatu yang ia pikirkan, itu menurut perasaan Anin sih Mas."


Alfa mengerutkan dahinya mengingat-ingat ekspresi kakaknya seharian ini.


"Iya Itu kan menurut Anin Mas, mau tanya juga Anin nggak berani."


Anin beranjak menyusul suaminya setelah ia selesai melakukan ritualnya.


"Coba deh besok Mas yang tanya."


Alfa meletakan ponselnya dan meraih tubuh Anin untuk bersandar kepadanya.


"Masa Mas nggak memperhatikan Kak Amel sih."


"Kelihatannya itu, juga seperti biasanya saja Sayang."


"Coba aja besok aja bicara Mas, siapa tau ada masalah dan butuh teman curhat."


"Iya Sayang, besok Mas tanya. Kita tidur yuk Sayang Mas ngantuk."


Mereka berdua membaringkan tubuh dan terlelap ke alam mimpi masing - masing.


Esok hari telah datang dan hari ini weekend, kebahagiaan Anin bertambah dengan kehadiran keduanya beserta adiknya.

__ADS_1


Fajar asyik berenang dengan Alfa, sedangkan Anin memilih bermain dengan Arsy dipinggir kolam.


Mama Rani duduk santai dengan Papa menikmati indahnya pagi itu. Mama Ani sendiri bersama Amel ikut menyelesaikan keseruan mereka semua.


Matahari mulai meninggi.


" Ayo kita sarapan dulu semuanya." Panggil Mama Ani setelah semua hidangan telah disiapkan oleh Bibi.


Mereka makan bersama pagi itu dan memilih lokasi di kebun belakang sambil menikmati angin di pagi hari.


Anin semenjak tadi telah mengamati Amel, memang kelihatannya dia ikut tertawa dan tersenyum melihat kebahagiaan mereka namun jika diperhatikan dengan seksama dia menyimpan sesuatu.


"Mas.."


Anin memberikan kode kepada suaminya untuk melihat ke arah Amel.


"Iya Sayang, nanti."


Mereka meneruskan sarapannya.


Setelah selesai sarapan mereka masih bersantai di belakang dan Alfa duduk mendekati kakaknya.


"Kak, ngapain melamun."


"Kamu Fa, nggak papa lihat Arsy main sama Fajar, Dia kelihatan senang sekali."


"Kakak lagi ada masalah atau lagi mikirin sesuatu."


Amel menatap heran ke arah Alfa.


"Maksud kamu Fa, nggak ada kok. kakak tidak lagi mikirin apa-apa." Senyum Amel.


"Kalau Kakak mau cerita Alfa siap kok mendengarkan."


"Kakak belum siap Fa, mau ngomong sama kamu."


Dalam hati Amel dan dia hanya tersenyum saja ke arah Alfa.


Kemudian terdengar suara seseorang yang masuk dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


jawab mereka semua dan menatap kearah orang yang baru saja datang.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2