KOPI CINTA

KOPI CINTA
135


__ADS_3

"Assalamualaikum."


Amel dan Arsy yang tertidur masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam."


Jawab Mama Ani, Alfa dan Anin yang ada di ruang keluarga setelah sholat isya.


"Baru pulang kamu Mel, udah malam nggak kasihan sama Arsy. " tegur Mama Ani karena Arsy sudah terlihat tidur digendong oleh Pak Agus masuk ke dalam rumah.


"Iya Ma, tadi Arsy nggak mau pulang. "


Kata Amel mengikuti Pak Agus ke kamar anaknya.


"Sudah Ma, biar istirahat dulu Kak Amel." kata Alfa.


Mama Ani memperhatikan Amel yang menghilang masuk ke dalam kamar Arsy.


"Kakak kamu aneh deh Fa. "


"Aneh... kenapa Ma. "


"Kayak ada yang disembunyikan. " Mama Ani sebenarnya dari kemarin juga sudah memperhatikan tingkah Amel.


"Perasaan Mama aja. "


Alfa mencoba mengalihkan perhatian Mamanya, karena ia ingin mengajak bicara Amel terlebih dahulu sebelum bercerita yang sebenarnya kepada Mamanya.


"Mama yakin Fa, ada yang disembunyikan sama kakak kamu. "


"Mama istirahat deh, udah malam juga. " pinta Alfa.


Mama Ani mengangguk saja kemudian menuju ke kamarnya sebelumnya melirik juga ke arah kamar Arsy.


"Sayang, kamu harus istirahat juga. "


Kata Alfa ke Anin dan di anggukkan kepala oleh istrinya.


Alfa membawa Anin naik ke atas menuju ke kamar mereka.


"Istirahatlah Sayang. "


Alfa mengecup kening Anin yang bersandar di tempat tidur.


"Mas, Kak Amel mungkin habis ketemu sama Mas Indra. " Ucap Anin dan Alfa tersenyum dan mengusap kepala istrinya.

__ADS_1


"Mas akan ajak bicara Kak Amel sayang, kamu istirahat aja ya. "


Anin menganggukkan kepalanya.


"Mas keluar dulu ya, kalau sudah mengantuk tidur aja duluan. "


"Iya Mas. "


Alfa sekali lagi mengecup kening Anin lalu keluarnya dari kamar dan menutup pintunya.


Dia turun ingin mencari Kakaknya yang tadi masih berada di kamar Arsy. Ternyata sosok yang dicarinya sedang berada di meja makan menikmati minumnya.


"Kak." Sapa Alfa.


"Fa, belum tidur kamu. " sambil menoleh ke arah Alfa.


"Belum, nggak makan Kak kok cuman minum aja. "


"Udah makan tadi. "


Alfa mengambil duduk di samping kakaknya.


"Anin sudah tidur. "


"Kamu kok malah ke sini tidak nemenin Anin di kamar. "


"Alfa mau bicara sama Kak Amel. "


Amel meletakkan gelasnya di meja dan memandang ke arah Alfa.


"Bicara soal apa. "


" Kakak ada masalah apa, Alfa lihat akhir-akhir ini Kak Amel sering melamun. "


Amel menghela nafasnya sambil memegang gelas yang ada di depannya.


"Nggak ada. " jawaban singkat dari Amel.


"Kak Amel bisa bilang begitu tidak ada masalah tapi Alfa bisa membaca pikiran Kakak. "


Amel lagi-lagi memandang ke arah Alfa dengan wajah datar.


"Cerita Kak sama Alfa. "


Alfa memandang lekat ke arah Amel dengan harapan kakaknya itu mau terbuka.

__ADS_1


"Hufft.... "


Amel menghela nafasnya.


"Cerita Kak, siapa tau Alfa bisa memberi solusi. "


"Indra, Fa. "


Alfa menatap Kakaknya yang mulai bercerita itu dengan serius.


"Kenapa dengan Indra. "


"Indra, kemarin sempat ngomong sama Kakak apa masih ada kesempatan untuk dia. " Amel bercerita dan menoleh ke arah Alfa.


"Benar tebakan Ku. "


Dalam hati Alfa.


"Terus Kak Amel, jawab apa. "


"Kakak belum menjawabnya. "


Amel beralih lagi menatap ke gelasnya.


"Kakak masih cinta sama Indra, masih ada rasa?. "


Alfa menatap Kakaknya yang hanya diam memandang ke arah gelas yang ada di tangannya.


Amel hanya diam, di dalam hatinya dia bingung dan bimbang. Ada dua pilihan di dalam hatinya.


"Kak."


Alfa meraih tangan kakaknya dan Amel menatapnya.


"Ikuti kata hati Kakak. "


Amel lagi - lagi menghela nafas.


"Kakak bingung Fa. "


"Alfa paham apa yang Kakak risau kan, tapi saran dari Alfa, Ikuti apa kata hati kakak. "


"Kakak bingung Fa. "


😌😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2