KOPI CINTA

KOPI CINTA
18


__ADS_3

Sore hari waktunya pulang, Anin membereskan mejanya dan bersiap pulang.


"Anin pulang sama siapa."


Tanya Miss Salsa.


"Dijemput Papa Miss, sekalian dari kampus."


"Apa mau bareng aku aja mulai besok daripada merepotkan Papa kamu."


"Nggak papa Miss, nanti malah aku merepotkan bisa usah sama suami."


"Anin, kayak sama siapa aja sih."


"Makasih Miss."


Anin mengirimkan pesan kepada Papanya jika dia sudah bersiap untuk pulang dan diminta untuk menunggu sebentar Papanya baru perjalanan ke sana.


"Ayo Nin kita ke depan, Papa kamu sudah perjalanan ke sini."


"Iya Miss baru di jalan."


Anin ke lobby kantor bersama dengan Miss Salsa untuk menunggu kedatangan sang Papa.


Tak lama setelah Anin berada di lobi datang mobil Papanya.


"Miss, aku duluan ya."


"Iya Anin hati - hati."


"Mari Mbak, makasih sudah menemani Anin."


Ucap Papa Budi.


"Sama - sama Pak."


"Apa mau kita anterin Miss, suami Miss Salsa belum datang."


Tawar Anin.


"Makasih Anin, itu suami Ku sudah datang."


"Oke, kita duluan ya Miss. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Papa Budi menjalankan mobilnya meninggalkan kantor Anin menuju ke rumah.


"Gimana kerjanya Nak, lancarkan semua baik-baik saja."


" Alhamdulillah Pa, semua berjalan lancar, Miss Salsa sellau bantu Anin."


"Kamu harus banyak berterima kasih kepada Miss Salsa."


"Iya Pa."


Mobil melaju ke arah rumah, perjalanan memang padat karena pas jam pulang kantor.


Saat melaju tiba - tiba mobil Papa Budi terasa aneh, karena sudah berasa Papa Budi langsung menepikannya.


"Kenapa Pa."

__ADS_1


"Nggak tau juga Anin, Papa turun dulu ya kamu di dalam aja."


Anin menganggukkan kepalanya dan Papanya turun dari mobil untuk mengecek mesin.


Papa Budi membuka kap depan mobil dan muncul asap dari dalam.


"Aduh, perasaan juga baru servis kemarin." Keluh Papa Budi.


Anin penasaran kenapa Papanya nggak kunjung balik ke mobil dan dia turun dengan hati - hati.


"Kenapa Pa."


"Kayaknya mesinnya eror lagi ini, padahal juga baru beberapa hari yang lalu Papa Servis kan."


"Terus gimana Pa."


"Papa telepon bengkel dulu supaya diambil."


"Iya Pa."


Anin menunggu di samping mobil karena Papanya yang sedang menelpon dan menghindari kebisingan.


Melintas sebuah mobil dan yang mengendarai mobil itu melihat ke arah luar ada sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan dengan kap bagian depan terbuka.


"Cewek itu."


Kata laki - laki itu yang melihat Anin bersandar samping mobil namun terlihat dari depan.


Mobil itu berhenti dan mundur kemudian mendekati mobil Anin.


Seorang pria yang mengenakan kemeja dan sudah menggulungnya sampai ke siku turun dari mobil itu.


"Anindita."


Anin menoleh ke arah laki - laki itu dan menegakkan badannya.


"Pak Alfa, sore Pak."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kenapa mobilnya."


"Nggak tau Pak, mogok gitu aja."


"Siapa Anin."


Papa Budi melihat Amin sedang bicara dengan seorang laki-laki.


"Ini Pak, Bo..."


Anin belum selesai mengatakannya langsung dipotong oleh Alfa.


"Saya Alfa Pak, teman kerjaannya Anindita kebetulan saja saya melintas tadi dan melihat Anindita di samping mobil. Mobilnya kenapa Pak."


Alfa mengeluarkan tangannya dan bersamaan dengan Papa Budi.


"Mogok ini Mas, padahal juga beberapa hari kemarin baru saja saya servis kan."


Alfa mendekati mobil dan mengecek mesinnya.


Anin memandangi Alfa yang serius mengamati mesin mobil.

__ADS_1


"Ini sepertinya ada kerusakan di mesinnya Pak."


"Iya Mas, saya juga sudah telepon bengkel tadi untuk mengambil mobil ini dan meminta mereka membawa mobil ganti namun sayangnya lagi nggak ada."


"Anin pesankan Taksi online aja Pa."


Alfa menatap ke arah Anin yang memegang ponselnya.


"Saya antar pulang Bapak sama Anindita."


Alfa berucap serius membuat Anin diam dan memegang ponselnya.


"Tidak usah Pak, malah merepotkan Bapak. Ini saya akan pesan taksi online aja."


"Sama sekali tidak merepotkan lagian kita kan searah."


Ucap Alfa.


"Yakin Mas Alfa tidak merepotkan." Pak Budi meyakinkan.


"Iya Pak, dengan senang hati saya akan mengantarkan Bapak dan Anindita pulang. Ini sudah mau Maghrib Pak nanti malah cemas keluarga Bapak menunggu."


"Baiklah kalau tidak merepotkan Mas Alfa."


"Pa, kita naik taksi aja."


Anin merasa tidak enak merepotkan Alfa.


"Jalanan macet Anin, pesan taksi juga pasti akan lama."


Kata Papa Budi.


"Mari silahkan Pak."


Alfa menuju ke mobilnya dan membukakan pintu untuk Papa Budi dan Anin.


Papa Budi membantu Anin untuk berjalan menuju ke mobil. Kemudian membantu Anin masuk ke mobil Alfa.


"Bapak duduk depan."


Alfa Papa silakan Papa Budi duduk di jok depan disebelah pengemudi.


"Makasih ya Mas Alfa."


"Pak Alfa baik banget, padahal kalau di kantor kelihatan judes dan dingin."


Batin Anin di dalam hati.


Alfa berputar dan membuka pintu mobil sebelah kemudian duduk di belakang kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.


"Maaf ya merepotkan Mas Alfa."


"Saya sama sekali tidak merasa direpotkan Pak, kita harus saling membantu sesama."


Papa Budi senang bertemu dengan Alfa dia sosok yang baik dan bertanggung jawab di mata Papa Budi walaupun baru pertama kali mereka bertemu.


Anin yang duduk di belakang hanya diam saja dan membuang pandangannya keluar jendela.


"Cantik juga kalau di lihat cewek ini."


Alfa sesekali melihat Anin dari spion di dalam mobilnya.

__ADS_1


😆😆😆😆


Udah double ini, mana suaranya ☺☺☺☺☺


__ADS_2