
Malam menjelang dan Indra mulai tingg di rumah Mama Ani malam ini juga. Arsy terlihat senang sekali bahkan semenjak tadi selalu menggelayut di gendongan Papanya.
"Maaf Nyonya, makan malam telah siap." Kata Bibi kepada Mama Ani yang sedang duduk bersama dengan anak dan cucunya di ruang keluarga.
"Makasih Bi. Ayo kita makan malam bersama."
Mama Ani beranjak ke ruang makan dan diikuti oleh Alfa bersama dengan Anin begitu pula dengan Indra yang mendorong kursi roda istrinya, dimana Arsy..??..
Arsy berada di pangkuan Amel dan terlihat senang sekali duduk di pangkuan mamanya udah didorong oleh Papanya.
"Enak ya Ma, he he he..."
"Duduk Sayang."
Arsy yang tidak bisa tenang berada di pangkuannya.
"Arsy, duduk yang tenang ya kasihan Mama." tegur Indra dan Arsy langsung diam.
"Iya Pa."
Anin dengan telaten melayani suaminya dengan mengambilkan nasib serta lauk-pauknya walaupun kehamilannya sudah membesar dia masih terlihat enteng sekali mengerjakan pekerjaan itu.
"Sayang, Mas bisa ambil sendiri kamu duduk aja ya." Alfa selalu saja mengingatkan istrinya tapi Anin tetap ingin melayani Alfa.
"Anin masih bisa Mas."
Kalau sudah begitu Alfa tersenyum saja dan membiarkan istrinya melakukan pekerjaan apa yang dia sukai.
"Maaf ya Mas, Amel nggak bisa ngambilin nasi untuk Mas Indra."
Indra tersenyum dan mengusap tangan istrinya.
"Nggak papa Ma, Papa yang akan mengambilkan makan untuk Mama dan Arsy."
"Makasih Mas."
Indra dengan enteng saja mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk istri dan juga anaknya.
"Arsy mau ayam Pa."
"Iya Sayang, Arsy duduk sendiri dan makan sendiri ya bareng-bareng."
__ADS_1
"Iya Pa."
Arsy didudukan di kursi khusus untuk dirinya dan ikut bersama makan malam dengan Mereka.
Selesai makan malam mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing karena merasakan badannya yang capek setelah beraktivitas seharian.
"Kamu kenapa Sayang."
Alfa melihat Anin yang begitu masuk kamar langsung duduk di sofa dan mengusap perutnya.
"Nggak papa Mas, sekarang jalan dikit aja rasanya udah ngos-ngosan."
Alfa ikut duduk di sofa di sebelah istrinya sambil mengusap perut istrinya.
"Sabar ya Sayang, insya Allah sebentar lagi kita akan jumpa dengan jagoan kita."
"Iya Mas."
"Istirahat yuk Sayang, kamu kelihatan capek.”
Alfa memapah istrinya untuk berganti pakaian tidur mereka.
"Mas mau ke kamar mandi dulu."
Anin hanya mengangguk saja, entah kenapa sekarang dia merasa takut jika beraktivitas di dalam kamar mandi sendiri semenjak kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan.
"Mas, Makasih ya."
Anin telah bersandar di tempat tidur dengan dibantu oleh suaminya.
"Iya Sayang, kita istirahat ya."
Alfa menarik selimut dan meminta Anin berbaring di sampingnya.
Sedangkan di kamar yang berbeda, Indra masih menemani Arsy tidur karena sejak tadi dia tidak mau ditinggalkan olehnya.
Amel pun tak meninggalkan mereka begitu saja dia ikut menunggui Arsy di dalam kamarnya.
Indra melihat istrinya sudah capek lalu dia menggeser Arsy untuk tidur dengan nyaman dan beranjak dari tempat tidurnya.
"Sayang..."
__ADS_1
Indra memegang tangan Amel dan tersenyum memandangnya.
"Istirahatlah, biar Mas yang jaga Arsy."
"Mas nggak istirahat."
Amel memandang suaminya itu.
Indra tersenyum meraih tangan Amel dan menciumnya.
"Mas istirahat di sini saja, Sayang. Kamu masuk ke kamar sudah malam."
"Mas mau tidur di sini."
Amel merasa bersalah sudah menjadi istrinya tetapi tidak menawari untuk tidur di kamar miliknya.
"Mas harus tidur dimana." Goda Indra.
"Di kamar kita Mas, ini kan kamar Arsy." Amel sebenarnya juga masih merasa risih menawari suaminya untuk masuk ke kamar mereka.
"Sayang, makasih ya sudah menerima Mas kembali. Maafkan atas semua kesalahan Mas dan keluarga yang telah menyakiti kamu dan Arsy."
Indra berjongkok di depan Amel dan menatap mata sayu istrinya itu.
"Amel sekarang hanya meminta, semoga kita menjadi keluarga yang diridhoi oleh Allah, Mas "
"Makasih Sayang, hanya itu yang saat ini masih mampu ucapkan atas semua kebaikan dan kelembutan hatimu menerima mas kembali."
"Semua demi Arsy Mas, jangan kecewakan Dia."
"Iya Sayang, yuk ke kamar Mas antar."
Indra berdiri namun Amel langsung meraih tangan Indra.
"Mas tidurlah ke kamar kita."
Ucap Amel dan Indra pun tersenyum.
"Iya Sayang, kita istirahat."
Indra mendorong kursi roda Amel masuk ke kamar mereka untuk beristirahat.
__ADS_1
😉😉😉😉😉😉