KOPI CINTA

KOPI CINTA
153


__ADS_3

"Papa pulang dulu ya."


Indra pamit ke Arsy saat hari sudah sore dan itu pun harus melalui drama yang alot untuk membujuk Arsy memperbolehkannya pulang.


"Papa janji ya, besok ke sini."


Arsy mendekap Papanya dan rasanya tak ingin melepaskannya.


"Iya Sayang."


Indra mengusap kepala Arsy dengan mencium keningnya.


Indra juga berpamitan dengan Mama Ani dan Amel. Sedangkan Alfa dan Anin memang sedang tidak berada di rumah.


"Ma, Indra pamit pulang."


Indra menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mama Ani


"Iya."


Mama Ani terlihat sudah bisa menerima kehadiran Indra walaupun masih terlihat kurang suka tapi seenggaknya sekarang Mama Ani sudah mau bersalaman dengan Indra karena biasanya dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Arsy, Papa pulang ya. Kamu jangan nakal sama Mama yang nurut ya."


Indra mengecup kening Arsy.


"Papa, janji kesini lagi."


"Insyaallah Sayang."


Indra melangkahkan kakinya menuju ke pintu Arsy pun ingin mengikutinya namun dilarang olehnya.

__ADS_1


"Arsy di sini aja ya sama Mama nggak usah nganter Papa sampai ke depan."


Arsy menatap Indra dengan tatapan nanar.


"Bye.. Arsy. Assalamualaikum."


Indra melambaikan tangannya ke arah Arsy.


"Bye.. Papa, Waalaikumsalam."


Arsy masih mengamati tubuh Papanya yang kemudian menghilang di balik pintu.


"Ma, Papa kenapa pulang. kenapa rumah Papa nggak di sini Ma."


Arsy protes dengan Mamanya yang hanya bisa diam saja.


Mama Ani yang melihat cucunya tak tega lalu mengangkat tubuhnya dan mendudukkan di sebelahnya.


"Kenapa Oma. Rumah Papa Indra kenapa tidak di sini Oma."


Mama Ani mengusap kepala cucunya itu dengan sayang.


"Oma boleh tanya Sayang."


"Apa Oma."


Arsy menatap ke arah Mama Ani jika dia sudah besar pasti akan protes dan mungkin akan mengikuti Indra saja untuk pulang ke rumahnya.


"Arsy suka Papa Indra disini Sayang "


Amel yang mendengar Mamanya bertanya seperti itu kepada Arsy langsung menatapnya.

__ADS_1


"Senang Oma, Arsy senang tidur sama Papa. Main sama Papa, gambar sama Papa. Kenapa Papa nggak disini Oma."


Arsy menatap muka Omanya dia mau minta penjelasan.


"Sayang, Kamu masih kecil belum paham kenapa Papa nggak di sini."


"Kenapa Oma, Mama dan Arsy di sini kenapa Papa nggak ikut di sini."


Mama Ani mendekap cucunya dan mengusap rambutnya.


"Oma, Papa Indra disini saja."


Amel nggak tega melihat anaknya meminta seperti itu, Ia pun mendekati mereka berdua.


"Ma, kesalahan Mas Indra memang besar. Tapi apa tidak ada kesempatan untuk dirinya memperbaiki semuanya."


Mama Ani menatap Amel lalu ke Arsy kembali secara bergantian.


"Kasih waktu Mama Mel, untuk bisa mengiklaskan semuanya."


"Mau sampai kapan Ma, Amel sudah ikhlas dan Amel juga sudah melihat keseriusan dari Mas Indra apalagi Arsy juga sangat menginginkan Papanya di sini. Ma, mau sampai kapan Mama menyimpan dendam itu."


Mama Ani hanya diam menatap Amel dan masih mengusap rambut Arsy.


"Ma, lihatlah semua ini sebagai ujian bagi kita tapi jangan jadikan ujian ini menjadi dendam yang ada di hati Mama. Ikhlaskan Ma, jika Mama masih berat memaafkan Mas Indra untuk kembali lagi bersama Kami, ikhlaskan lah Arsy untuk bisa bersama dengan Papanya menikmati masa kecilnya angkat dengan kedua orang tuanya."


lanjut Amel.


"Mama tidak perlu khawatir dengan Amel akan disakiti lagi oleh Mas Indra, karena Amel sudah mengikhlaskan semuanya Ma."


Mama Ani tak terasa meneteskan air matanya sambil memeluk cucunya

__ADS_1


🙂🙂🙂


__ADS_2