
"Makasih Sayang, sudah menjaganya untuk Mas."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja Dia sudah tak ada daya lagi setelah apa yang mereka lakukan untuk menikmati malam itu.
Tubuhnya lemas tak berdaya di dalam pelukan suaminya, Dia membenamkan kepalanya di dada bidang milik Alfa apalagi ditambah dengan harus menahan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Air matanya sampai menetes saat mereka melakukan perbuatan itu untuk pertama kalinya, namun Alfa dengan penuh kasih sayang mengusap air matanya bahkan tak terlihat capek di wajahnya.
"Tidurlah Sayang."
Alfa mendekap tubuh Anin dan mengusap kepalanya, hingga Anin terlelap karena kelelahan.
"Maafin Mas ya Sayang."
Alfa tersenyum mengingat apa yang telah Ia perbuat kepada istrinya itu.
~Flashback On~
Setelah Alfa mengutarakan keinginannya dan Anin awalnya hanya diam saja, namun setelah Alfa berkata.
"Mas nggak papa, Mas akan menunggu kamu Sayang untuk siap."
Ada rasa bersalah di dalam hati Anin, toh Alfa pun telah sah menjadi suaminya dan ia berhak atas apapun pada dirinya.
Anin yang dipeluk Alfa akhirnya menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Anin siap Mas."
Raut wajah Alfa langsung berbinar mendengar itu, Dia mencium lembut kening Anin.
"Baju tidur ada di lemari ya Sayang."
"Iya Mas, Anin udah lihat tadi."
Anin segera mengambil baju tidur itu dan menggantinya di dalam kamar mandi karena dia belum siap membuka pakaiannya di depan Alfa.
Alfa memilih menyandarkan tubuhnya di tempat tidur sambil memainkan ponselnya dan menunggu Anin selesai.
Pintu kamar mandi terbuka Alfa yang sudah berganti dengan celana pendek dan hanya mengenakan kaos tipis, tersenyum melihat istrinya sudah berganti baju dan nampak cantik cantik dengan baju tidur bermodel kimono itu.
Alfa beranjak bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri istrinya yang terlihat malu berdiri di depan pintu.
"Kamu cantik banget Sayang."
Alfa meraih tangan Anin dan mengecup keningnya.
Muka Anin sudah seperti udang rebus, jantungnya berdetak tak terkendali lagi.
Tiba - tiba Alfa membopong tubuhnya.
"Mas.."
Alfa hanya terkekeh saja dan meminta Anin mengalungkan tangannya dipundaknya. Dia membawa tubuh istrinya itu menuju ke tempat tidur mereka.
Pelan - pelan Alfa merebahkan tubuh istrinya, dan membelai wajah cantik Anin yang terlihat bersemu merah.
"Sayang."
"Iya Mas."
"Kita berdoa dulu ya, kita niatkan untuk beribadah. Biar nanti kalau kita diberi amanat untuk mempunyai keturunan akan menjadi anak yang sholeh maupun sholehah."
"Aamiin."
__ADS_1
"Sayang, Mas berkeinginan semoga kita cepat diberi keturunan. Kamu nggak papakan sayang menjadi ibu di usia muda."
"Anin dengan senang hati Mas, menjadi ibu dari anak-anak Mas Alfa."
"Makasih Sayang."
Alfa menyadari usianya sudah lebih dari kepala tiga dan dia berkeinginan agar segera diberi keturunan.
" Bismillahirohmanirohim."
Mereka beribadah dimalam itu supaya nantinya segera diberi keturunan untuk menambah kebahagiaan keluarga besar mereka.
~Flashback Off~
Pagi menjelang, Alfa terbangun Dia merasakan tangannya terasa pegal karena semalaman digunakan untuk bantal Anin itupun dia yang memintanya.
Dia melihat seorang wanita ya masih memejamkan matanya sambil memeluk dirinya.
Disingkirkannya anakan rambut yang menutupi wajah Anin, dan di kecup keningnya dengan lembut.
"Erggh...." Terdengar suara lembut Anin.
"Sayang, bangun."
Alfa mengusap kepalanya dan memberi beberapa kecupan lembut di kening hingga bibirnya.
Anin mengerjapkan kedua matanya dan melihat seorang laki-laki yang tersenyum kepadanya.
"Pagi istri Ku, bangun yuk kita hampir melewatkan subuh."
Anin tersenyum balik, Dia merasakan badannya sangat terasa capek apalagi dini hari tadi Alfa memintanya lagi.
"Capek Sayang."
"Rasanya pegel semua Mas."
"Nanti Mas pijitin ya, yuk kita mandi keburu siang."
Alfa bangun dan menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mereka kamu ditahan oleh Anin.
"Kenapa Sayang."
"Malu Mas."
Alfa terkekeh lalu menarik selimut itu dan langsung membopong tubuh Anin.
"Mas, suka nggak bilang dulu."
Anin membenamkan wajahnya di dada Alfa karena dia malu dengan keadaan dia sekarang.
"He he he... Kamu itu lucu Sayang, kenapa harus malu coba tadi malam juga Mas sudah merasakan semuanya."
"Mas.."
"Ha ha ha.."
Alfa meletakan tubuh Anin di bath up dan mengisinya dengan air hangat.
"Berendam Lah sebentar Sayang, Mas mandi di shower aja."
Alfa mengecup kening istrinya kemudian meninggalkannya menuju ke shower.
__ADS_1
Selesai dan aktivitas mereka di kamar mandi, Anin menggelar dua sajadah untuk mereka berjamaah, tak lupa Alfa selalu memanjatkan doa seusai sholat.
Anin meraih tangan suaminya dan menciumnya begitu pula dengan Alfa mengecup lembut kening sang istri.
"Masih capek badannya Sayang."
Alfa mengusap pipi Anin, dan Anin pun menghambur ke pelukan suaminya.
"Hmmm.. Istri ku sepertinya lemes banget ini."
Alfa mengusap kepala Anin yang tertutup mukena.
"Ngantuk Mas."
"Tidur lagi yuk."
Anin mengangkat kepalanya dan menatap Alfa.
"Nggak mau, matahari baru muncul jangan tidur nanti rejekinya dipatok ayam. Mas mau kopi."
"Mau dong."
Alfa suka memberi kejutan dengan tiba - tiba memberi ciuman ke Anin dan itu masih membuatnya kaget.
"Kenapa masih kaget gitu Sayang."
"Mas suka tiba - tiba gitu."
"Mas suka Sayang."
Anin beranjak membereskan mukena dan sajadahnya kemudian membuatkan kopi untuk suaminya.
"Silahkan Mas."
Anin meletakkan secangkir kopi di hadapan Alfa yang duduk di balkon kamar mereka.
"Makasih Sayang, sini."
Alfa menarik tangan Anin dan memangku nya.
"Apa nggak berat Mas."
"Kebanyakan dosa nih berat."
Canda Alfa dan dia dipukul Anin di lengannya.
" Aduh sakit sayang, baru sehari jadi suami kamu bisa gosong semua ini." Goda Alfa.
"Ya udah Anin duduk sendiri."
Anin mencoba untuk beranjak dari pangkuan Alfa namun tak bisa karena dipeluk erat oleh suaminya itu.
"Mau kemana."
Alfa dengan tersenyum menatap wajah Anin.
"Jangan cemberut gitu, bikin Mas pingin makan kamu lagi."
"Mas..."
"Ha ha ha..."
__ADS_1
Alfa mengangkat tubuh Anin dan membawanya masuk ke dalam, dan tau lah apa yang terjadi..
🤣🤣🤣🤣🤣🤣