KOPI CINTA

KOPI CINTA
152


__ADS_3

"Pa..Pa.. Papa..."


Arsy sudah bangun dan melihat Papanya masih memejamkan matanya dan tertidur di sampingnya.


"Hmmm...."


Indra hanya menggeliatkan badannya saja.


"Pa, bangun..."


Arsy menggoyang-goyangkan badan Indra yang tak kunjung membuka matanya.


"Hmmm.... "


Indra meregangkan badannya dan membuka mata sambil tersenyum melihat ke sampingnya ada Putri semata wayangnya.


"Papa, bangun."


Arsy masih menggoyang-goyangkan badan Papanya.


"Iya Sayang, Papa bangun ini. Gimana badannya udah enakan."


Indra bangun dan memeluk Arsy.


"Udah Pa, Papa tidur sini terus ya sama Arsy jangan pulang."


Indra merasakan hatinya terasa sakit mendengar permintaan Arsy yang belum bisa Ia wujudkan.


"Papa jangan pulang, Papa disini aja."


"Hmm... I...iya Sayang."


"Yeay... Papa disini terus."


Arsy bersorak gembira mendengar itu.


"Papa sholat dulu ya, keburu siang."


"Iya Pa."


Arsy masih di atas tempat tidur dan Indra masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai sholat Indra menghampiri Arsy yang masih tiduran di atas tempat tidurnya.


Terdengar pintu kamar dibuka Dan nampak Amel yang mendorong kursi rodanya mendekati mereka.


"Udah bangun Sayang."


"Mama..."


Arsy mau turun lalu Indra pun menggendongnya untuk mendekati Amel.


"Badannya udah enak Sayang "


Amel dengan saya membeli rambut Putri semata wayangnya.

__ADS_1


"Udah Ma, Ma..."


Arsy menatap ke arah mamanya.


"Iya Sayang, kenapa anak Mama."


"Papa, tidur sini terus ya Ma, sama Arsy sama Mama juga." Pinta Arsy dan Amel langsung menatap ke arah Indra dia curiga jika Arsy diajarin sama Papanya.


"Ma..." Arsy memelas.


Amel hanya senyum sambil membelai kepala Arsy.


"Mandi dulu ya Sayang."


Amel mengalihkan pembicaraan supaya Arsy tidak membahas itu lagi.


"Papa jangan pulang."


Arsy menatap ke arah Indra.


"Iya, Arsy mandi dulu sama Mbak."


Ucap Indra dengan lembut supaya membuat Arsy tenang dan mau mandi.


"Hore ..."


Arsy mengikuti pengasuhnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Mel."


Panggil Indra dan Amel menatapnya.


"Kamu pasti mikir jika Arsy tadi aku yang mengajari, untuk meminta aku tetap di sini."


Indra merasa tatapan Amel mencurigai dirinya.


"Aku nggak tau Mas."


Amel berlalu untuk mengambilkan baju ganti Arsy.


"Mel, aku sama sekali tidak meminta Arsy untuk bicara begitu."


"Aku pusing Mas."


"Mel, aku akan buktikan jika aku serius aku ingin kita kembali seperti dulu lagi."


"Amel cuma ingin bukti saja."


Jawab Amel singkat.


Tak lama kemudian Arsy sudah selesai dengan mandinya dan menghampiri kedua orang tuanya yang masih ada di dalam kamarnya.


"Papa.. Mama.."


"Ganti baju dulu Sayang."

__ADS_1


Amel memakaikan baju Arsy dan Dia terlihat senang sekali karena kedua orang tuanya menungguinya.


"Pa.. jalan - jalan."


Arsy setelah rapi menggelayut di tangan Indra.


"Iya Sayang, yuk kita keluar."


Indra menggandeng tangan Arsy dan mengajaknya keluar dari kamar, Amel pun hanya memandang mereka berdua.


Mereka melihat Alfa yang baru saja pulang dari masjid.


"Baru pulang Fa."


"Iya Dra, Arsy mau kemana?."


"Jalan - jalan sama Papa Indra."


"Oh... Kalau ada Papa Indra, Papa Alfa nggak di Sayang lagi nih."


Alfa berlagak sedih karena Arsy lebih memilih sama Indra.


"Mau sama Papa Indra."


Arsy manja memeluk lengan Indra.


Mama Ani yang baru saja selesai mengaji dan melihat interaksi Indra dan Arsy, terasa di hatinya ada getaran kasihan.


"Kamu bahagia sekali Sayang."


Dalam hati Mama Ani."


"Mau kemana Sayang."


Tanya Mama Ani ke Arsy.


"Mau jalan - jalan sama Papa."


"Badannya sudah sehat.?"


"Sudah Oma, ayo Pa...."


Arsy menarik tangan Indra dan mengajaknya keluar.


"Ma, Fa. Kita jalan- jalan dulu ya."


Pamit Indra dan dianggukan oleh Alfa dan Mama Ani.


"Mama kenapa."


Alfa melihat Mamanya yang tak melepaskan pandangannya ke arah mereka berdua.


"Mama kasihan Arsy, Fa."


Alfa merangkul Mamanya dan berbisik.

__ADS_1


"Restui saja Ma, Mereka bersama lagi."


🤩🤩🤩🤩


__ADS_2