
Hari sudah sore Alfa ingin segera pulang, pekerjaannya juga tidak terlalu banyak hari ini jadi dia ingin pulang tepat waktu.
Dia menaiki lift khusus untuk pimpinan dan turun ke bawah.
"Pak Alfa."
Panggil Siska.
"Iya Bu, ada apa."
"Saya bareng Pak."
Siska nempel aja sama Alfa, membuatnya ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Siska.
"Maaf Bu, tidak baik dilihat karyawan yang ada di sini."
"Biarin aja Pak."
Siska masih nempel aja, tapi Alfa selalu menepis tangan Siska yang ingin menggandeng lengannya.
Lift terbuka dan Alfa langsung melangkah keluar meninggalkan Siska yang mengikutinya di belakang.
"Pak.. Pak Alfa, tungguin."
Brukkk....
Saat Siska keluar dari lift Dia menabrak seseorang dan keduanya terjatuh.
"Aduh... Gimana sih, sakit ni."
Siska terjatuh di lantai begitu pula dengan orang yang ditabraknya.
Alfa yang belum berjalan jauh dari Siska dia menoleh ke belakang dan melihat Siska serta satu perempuan lagi yang tersungkur di atas lantai.
"Ma..Maaf Bu. Tapi Ibu yang nabrak Saya."
Perempuan itu juga merasakan sakit di bagian kakinya karena ditabrak begitu saja oleh Siska yang tidak melihat ke depan karena ingin mengejar Alfa.
"Kamu malah nyalahin Saya, kamu aja yang jalannya meleng."
Siska berdiri sambil merapikan bajunya.
"Ada apa ini."
Alfa mendekat dan Siska asu berlaga minta perlindungan kepada Alfa.
"Anin, kamu nggak papa."
Miss Salsa yang tadi jalan bersama dengan Anin membantunya untuk berdiri.
"Karyawan itu jalan nggak lihat-lihat Pak, sampai nabrak saya."
Siska pura-pura sakit dengan memijat - mijat tangannya.
"Maaf Bu, tapi bener apa teman saya ibu yang nabrak."
Miss Salsa membela Anin yang tidak bersalah karena memang dia yang ditabrak.
"Kamu berani sama Saya."
Siska menatap tajam ke arah Miss Salsa.
"Bu Siska tahan."
Bentak Alfa, Miss Salsa pun hanya tersenyum. Dia karyawan lama di sana jadi tahu karakter dari Siska yang tidak pernah mau salah.
__ADS_1
"Anin kamu nggak papa."
Miss Salsa melihat Anin agak kesulitan untuk berdiri.
"Kaki Ku sakit Miss."
Anin mengenakan heels karena ditabrak begitu saja oleh Siska jadi dia kehilangan keseimbangannya.
"Bawa teman kamu ke klinik."
Ucap Alfa.
"Baik Pak."
Miss Salsa langsung pembawaan untuk ke klinik dibantu temannya yang ada di sana.
"Pak Alfa kok biarkan begitu saja dia ke klinik harusnya diberi hukuman dong jalan nggak lihat-lihat."
Siska kesal Alfa sama sekali tidak marah dengan perempuan tadi.
"Sudah Bu, Dia terlihat kesakitan di kakinya sedangkan Bu Siska kan tidak papa."
Alfa pergi begitu saja meninggalkan Siska yang masih terlihat kesal sambil memandang Anin yang dibawa ke klinik.
"Apa kalian bubar."
Siska membentak beberapa karyawan yang melihatnya.
"Pak Alfa tunggu."
Siska mengikuti Alfa kembali sampai ke depan.
"Dasar cewek nggak punya malu."
"Iya itu, cantik tapi nggak punya akhlak."
Tambah karyawan lainnya.
"Kalau bukan orang tuanya direksi udah kita mangsa Dia."
Sesampainya di klinik Anin diobati oleh seorang perawat.
"Kakinya terkilir ini Mbak habis jatuh ya."
"Duh.. aduh.... Sakit Mbak."
Anin merasakan sakit jika kakinya dipegang.
"Ini akan jauh lebih baik jika segera di urut Mbak."
Saran perawat itu.
"Begitu ya Mbak."
Miss Salsa nampak khawatir jika terjadi sesuatu dengan Anin.
"Iya ini lebih baik segera diurut."
"Nin, kalau gitu aku anterin urut yuk aku tahu tempatnya yang bagus."
Miss Salsa merasa itu tanggung jawabnya dan harus menolong Anin.
"Miss, Anin malah merepotkan Miss Salsa. Anin telepon Papa aja."
"Nggak Anin, kamu itu sudah saya anggap seperti adik ku sendiri Aku akan anterin kamu ke tukang urut sama suamiku ya. Tunggu sebentar aku telepon suamiku dulu."
__ADS_1
Setelah menelepon Miss Salsa dibantu oleh perawat itu membatu Anin untuk memakai kursi roda saja.
"Makasih ya Mbak, kita pulang dulu."
Pamit Miss Salsa dan Anin.
"Sama - sama Mbak."
Anin didorong oleh Miss Salsa menuju ke lobby kantor karena sudah ditunggu suaminya menggunakan mobil di sana.
Suami Miss Salsa orang yang baik yang membantu anda untuk bisa naik ke atas mobil kemudian mengantarnya ke tukang urut, tetapi sebelumnya Anin sudah bilang ke satpam untuk menitip sepeda motor karena dia tidak bisa menaikinya pulang.
"Miss, Mas. Maaf ya Anin merepotkan nanti Anin telepon Papanya Anin aja untuk jemput di tukang urut."
"Anin, kamu itu kayak sama siapa saja merasa tidak enak begitu."
"Iya Anin, anggap kita ini keluarga kamu."
Kata Anam suaminya Miss Salsa.
"Makasih Mas."
" Tadi kenapa bisa sampai terjadi seperti itu."
Tanya suaminya Miss Salsa.
"Itu gara-gara mak lampir orang jalan enak-enak kok ditabrak belum lagi dia marah-marah lagi, udah tahu salah nggak mau ngaku salah."
"Siapa Siska lagi."
suaminya Miss Salsa ini tahu karena dulu mereka satu kantor tapi setelah menikah suaminya resign dan memilih kantor yang lain.
"Iya siapa lagi kalau bukan Dia, nggak punya malu ngejar-ngejar Pak Alfa terus."
"Nggak berubah Dia."
"Biasa Mas watak kayak gitu."
Sesampainya di tempat urut Anin segera dilakukan perawatan karena jika semakin lama nanti akan berakibat yang tidak diinginkan.
" Untung langsung segera dibawa ke sini tadi Mbak."
Kata Ibunya yang urut.
"Iya Bu, kasihan teman Saya."
Anin mengerang menahan sakit di kakinya saat diurut, setelah selesai Dia kemudian menghubungi Papanya untuk menjemputnya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Alfa berhasil pergi dari Siska dan langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah.
"Sepertinya cewek tadi aku pernah lihat."
Dalam hati Alfa sambil menyetir.
"Gimana keadaannya tadi, Siska memang keterlaluan sikapnya jelas dia yang salah malah menyalahkan orang lain sepertinya terkilir tadi kakinya."
Gumam Alfa sendiri.
Alfa ingin mencari tahu keadaan cewek tadi tapi bagian klinik pasti juga sudah pulang.
"Besok aja."
🙂🙂🙂🙂
__ADS_1