KOPI CINTA

KOPI CINTA
133


__ADS_3

"Mas."


Anin sedang bersantai sore di taman belakang, Kali ini mereka sedang berada di rumah kedua orang tua Anin untuk menikmati weekend.


"Iya Sayang."


Alfa yang sedang memberi makan ikan hias yang ada di kolam mendekati istrinya yang datang membawa minuman.


"Minumnya."


"Makasih, Sayang."


Mereka menikmati minuman sambil duduk dan mengamati Fajar yang sedang bermain basket seorang diri karena kedua orang tua Anin sedang keluar untuk menghadiri acara pernikahan kolega dari Papa Budi.


"Alhamdulillah."


ucap Alfa setelah menenggak minuman yang dihidangkan oleh istrinya.


"Mas."


"Iya Sayang kenapa."


"Sudah beberapa hari ini kok Mas Indra nggak pernah ke rumah ya ngajak main Arsy."


Anin menoleh ke arah Alfa dan yang ditatap pun juga melakukan hal yang sama.


" Emangnya sudah berapa hari sayang."


"Seingat Anin ya semenjak, ketemu sama Mama dan Papa waktu itu Mas."


Alfa nampak menganggukkan kepalanya dia sendiri juga kalau kerja pulang sore memang tidak pernah bertemu dengan Indra beberapa hari ini.


" Mungkin sedang sibuk Sayang, atau ada kerjaan keluar kota."


" Nggak tahu juga Mas kemarin aja sampai Arsy nangis nanyain Mas Indra."


Fajar yang sedang bermain basket seorang diri mendekati Anin yang membawa minuman karena tenggorokannya sudah terasa haus.


"Minum dong Kak."

__ADS_1


"Ini Jar."


Alfa yang menyodorkan gelas ke Fajar.


"Makasih Mas."


Fajar langsung duduk di bawah untuk minum.


"Tapi kayaknya ada yang disembunyikan sama Kak Amel, Mas."


Alfa yang tadi menatap Fajar begitu kehausan kini beralih ke istrinya.


"Kak Amel menyembunyikan apa sayang."


"Anin nggak tahu pastinya Mas. Tapi kemarin nggak sengaja Anin itu melihat Kak Amel melamun seperti ada beban yang sedang ia tanggung, entah itu apa Anin juga tak tahu nggak berani tanya juga."


Alfa menghela nafasnya.


" Sepertinya feeling Mas benar, Sayang."


"Apa Mas."


"Indra, Kalau Mas perhatikan sikap Indra ke Kak Amel itu seperti masih menganggap bahwa dia itu masih istrinya."


Anin nampak menganggukkan kepalanya.


"Anin juga sempat ada pikiran seperti itu, kalau melihat mereka bertiga serasa masih seperti keluarga utuh Mas."


"Kalau Mas pribadi, misal Indra masih punya keinginan untuk rujuk dengan Kak Amel menurut Mas nggak apa-apa. Sudah seharusnya mereka menyingkirkan ego demi kebahagiaan keluarga dan Arsy yang sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya."


Fajar hanya duduk di bawah sambil mendengarkan kedua Kakaknya itu ngobrol sesekali melihat ke arah Alfa dan juga ke arah Anin.


"Kamu ngapain sih Dik."


Tegur Anin yang sejak tadi melihat adiknya itu menatap ke arah dirinya kemudian berganti ke arah suaminya.


"He he he... Nggak papa Kak. Orang dewasa itu terlalu ribet ya banyak masalah."


"Tau apa kamu." Celetuk Anin.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan dewasa Jar, jadi harus siap menghadapi masalah. Jangan menghindari masalah karena masalah itu harus diselesaikan di cari jalan keluarnya." Nasehat Alfa untuk Fajar.


"Iya Mas, Fajar masih sekolah. mau happy happy aja dulu."


Fajar meratakan gelas bekas minumnya di meja kemudian menuju ke bolanya lagi.


Alfa tersenyum saja melihat Fajar, dirinya dulu seumuran Fajar juga berfikir nya seperti itu yang penting happy.


"Tapi kalau Mas Indra ada niat rujuk pasti Mama akan sulit Mas."


"Iya itu tantangan buat Indra."


Kemudian terdengar salam dari arah luar depan.


"Assalamualaikum." Ucap Mama dan Papa yang sudah pulang dari acara.


" Waalaikumsalam."


Jawab Anin dan Alfa.


"Udah pulang Ma, Pa."


"Sudah, Mamamu ini langsung minta pulang katanya kasihan kamu di rumah."


Anin tersenyum senang kedua orang tuanya begitu perhatian.


"Ini Sayang, katanya tadi mau rujak."


Mama memperlihatkan satu kantong kresek yang berisi rujak.


"Wah segar itu Ma."


Malah Alfa yang terlihat muka pingin.


"Mas, kok Mas yang semangat banget. Sejak kapan Mas Alfa suka makan kecut gitu."


"He he .. Enak Sayang."


"Ya udah Mama siapin dulu."

__ADS_1


😋😋😋😋


__ADS_2