
Esok harinya Alfa telah bersiap akan berangkat ke kantor dan kali ini Anin akan ikut sekalian ke rumah Mamanya setelah semalam mendapatkan ijin dari Alfa.
"Sayang, kalau di rumah Mama jangan capek - capek ya. Mas nanti pulang langsung ke sana."
Alfa sedang menyisir rambutnya di depan cermin sedangkan Anin sedang sedang menata barang bawaannya.
"Iya Mas, Anin nggak ngapa-ngapain kok."
"Oke, yuk sarapan Sayang."
Alfa meraih tangan Anin dan tangan satunya membawa tas milik istrinya.
"Makasih Mas."
"Iya Sayang."
Anin semalaman itu merindukan kedua orang tuanya dan ini pas hari jumat jadi esok adalah weekend dan Dia mau lebih lama saja minggu ini di rumah Mamanya yang biasanya hanya menginap semalam kadang juga langsung pulang karena kesibukan Alfa.
"Kalian mau kemana kok bawa tas." Tanya Mama Ani yang melihat Alfa membawa tas dan Anin juga nampak sudah rapi.
"Mau ke rumah Mama Rani Ma, ada yang kangen."
Alfa tersenyum ke arah istrinya.
"Oh.. Kirain mau kemana. Yuk sarapan dulu."
"Kakak mana Ma."
Belum nampak Amel yang bergabung dengan mereka di meja makan.
"Masih di kamar Arsy, yuk kita sarapan dulu nanti kesiangan kamu Fa. Kakak kamu baru bangunin Arsy."
Anin menghidangkan satu gelas kopi kesukaan Alfa dan juga menghidangkan nasi serta lauk pauknya.
"Makasih Sayang."
Alfa mengusap tangan Anin dan memintanya duduk disampingnya.
"Yuk Sayang kita makan."
"Kak Amel kita tinggal Ma."
Anin melihat ke arah kamar Arsy dan Kakaknya itu belum juga keluar.
"Nggak papa Anin, nanti suami kamu kesiangan."
Mereka sarapan duluan dan datang pengasuh Arsy menghampiri mereka di meja makan.
"Maaf Nyonya, Den Alfa. Non Arsy panas badannya."
"Apa !!!.. Arsy panas."
Mama Ani langsung meletakan sendok nya dan menuju ke kamar Arsy.
"Sejak kapan Mbak."
Alfa juga meletakan sendok nya dan belum sempat dia makan.
__ADS_1
"Mas, kita lihat Arsy."
"Iya Sayang, pelan - pelan jalannya."
Alfa menggandeng tangan Anin supaya dia tidak berlari karena sedang mengandung.
"Arsy demam Ma, gimana Ma."
Amel terlihat mendekap putrinya yang badannya terasa hangat.
"Kita ke rumah sakit."
"Sejak kapan Kak."
Alfa memegang dahi Arsy memang terasa hangat dan Anin pun duduk di samping Kak Amel.
"Baru pagi ini Fa, biasanya dia kan bangun pagi sama Mbak tapi tadi Kakak tengok dia masih tidur."
"Kita ke rumah sakit Alfa."
Kata Mama Ani.
"Iya Ma, kita bawa ke rumah sakit."
Mama Ani mengambil Arsy dan membawanya keluar kamar di ikuti Alfa dan juga Amel serta Anin.
"Sayang, Mas antar Arsy ke rumah sakit dulu ya kamu di rumah aja." Alfa mengecup kening Anin yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Hati - hati ya Mas."
"Iya Sayang."
Anin masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga dia mau sarapan juga jadi tak berselera.
"Non Anin."
Bibi melihat Anin duduk sendiri di sofa.
"Iya Bi."
"Non nggak jadi sarapan."
"Nggak selera Bi."
Anin terlihat murung, dia khawatir dengan Arsy tetapi juga rasanya ingin ke rumah Mamanya tapi suasananya tidak mendukung.
"Non, sarapan dulu nanti lemes lho nggak baik buat calon anaknya." Bibi membujuk Anin.
"Nanti aja Bi, Anin nggak selera."
Anin malah berjalan ke kamar mood ibu hamilnya lagi nggak stabil, dia merasakan sedih saat ini.
"Non sarapan dulu, nanti Den Alfa marah."
"Nanti Bi, Anin mau ke kamar dulu."
Anin naik ke lantai dua dan menghamburkan dirinya di atas tempat tidurnya, entah kenapa dia mau menangis rasanya.
__ADS_1
"Mama... Anin mau ke sana, hiks..hiks..."
Dia sesenggukan di bantal, padahal harusnya dia tidak merasa begitu kan Arsy lagi sakit dan itu jauh lebih penting, tapi lagi - lagi Anin juga tidak bisa mengendalikan dirinya yang mau menangis.
Sedangkan mobil Alfa telah berhenti di depan UGD di sebuah rumah sakit, dia segera membawa Arsy masuk untuk bisa segera mendapatkan penanganan dari Dokter.
Arsy dibawa masuk ke dalam dan ditemani oleh Mama Ani serta Amel, Alfa menunggunya di depan. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi sekretarisnya untuk memberitahu jika dia datang terlambat.
Alfa lupa dengan rencananya yang tadi akan mengantar istrinya ke rumah kedua orang tuanya karena harus segera memeriksakan Arsy.
Mama Ani keluar menemui Alfa yang nampak tak ada di depan.
"Gimana Ma Arsy."
"Dia demam dan kita harus menunggu hasil lab apakah ada penyakit lain jadi dia harus di rawat dulu di sini."
"Dia baik - baik aja kan Ma."
Mama Ani menganggukkan kepalanya.
"Kamu berangkat saja ke kantor Fa, Mama di sini sama Kakak kamu."
"Nanti Ma, setelah Arsy dipindahkan ke ruangan perawatan."
"Anin gimana nggak jadi ke rumah Mamanya."
"Nanti aja Ma, Alfa akan bicara dengan Anin."
"Fa, Kamu jemput Anin aja antar ke rumah Mamanya." Kata Mama Ani.
"Tapi Ma, Arsy lagi sakit nggak mungkin Alfa meninggalkannya. Anin pasti paham Ma."
"Fa... Anin itu lagi hamil, mood nya akan sering berubah kamu harus lebih perhatian sama Dia."
"Alfa khawatir sama Arsy Ma."
"Fa, pulang sekarang temui Anin. Biar Mama sama Kakak kamu yang nunggu Arsy di sini."
"Mama yakin."
"Pulang Alfa temui Anin antar ke rumah Mamanya, Dia pasti lagi kangen Mamanya."
"Baik Ma, Alfa pulang. Kabari Alfa kalau ada apa-apa sama Arsy ya Ma."
"Iya, sekarang beri perhatian lebih sama istri kamu."
"Iya Ma, Assalamualaikum."
Alfa meraih tangan Mamanya dan dia mencium punggung tangannya.
"Waalaikumsalam."
"Kasihan Anin, Alfa lebih perhatian dengan Arsy." Mama Ani memandang Arsy yang pergi meninggalkannya.
Mobil Alfa kembali ke rumah untuk menemui Anin, sedangkan di rumah Anin masih menangis di dalam kamar seorang diri.
😌😌😌😌😌
__ADS_1