KOPI CINTA

KOPI CINTA
151


__ADS_3

Malam itu Indra akhirnya menginap juga di rumah Mama Ani untuk menemani Arsy.


Amel melihat mereka berdua yang terletak diatas tempat tidur Arsy dari pintu.


Indra yang mendengar pintu kamar terbuka, Dia menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Amel yang terdiam mengamati mereka berdua.


Dia mencoba bangun dari pelukan Arsy yang sudah terlelap sambil memeluknya.


"Kamu masuk aja, Arsy sudah tidur pulas."


Indra menghampiri Amel yang terdiam di depan pintu.


Amel menjalankan kursi rodanya mendekati tempat tidur Arsy dan Indra melihatnya.


Setelah memastikan Arsy tertidur lelap, Amel pun beranjak meninggalkan kamar Arsy untuk beristirahat karena Indra yang akan menemani.


"Kamu tidur disini aja Mas, kalau nanti malam Arsy terbangun ketuk kamar aku aja." Pesan Amel dan Indra menatapnya dengan sendu.


"Bisa nggak kita bersama lagi Mel." Kata Indra dan Amel seketika menghentikan kursi rodanya.


"Kita mulai semuanya dari awal." Lanjutnya.


"Semua tergantung kamu Mas, bagaimana usaha kamu untuk meyakinkan Mama lagi." Jawab Amel datar.


"Aku akan buktikan sama Mama, tapi aku butuh kepastian diri kamu. Masih ada kan diriku ini di dalam hatimu." Tanya Indra.


"Semua demi kebahagiaan Arsy, jika memang itu yang terbaik untuk dia. Aku bersedia memulai semuanya dari awal dengan kamu Mas." Amel lalu menjalankan kembali kursi rodanya meninggalkan kamar Arsy dan Indra yang masih menatapnya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mel." Ucap Indra lirih.


Malam makin larut dan Alfa juga baru saja kembali bersama dengan Anin yang tadi menginginkan sate ayam.


Dia melihat Amel baru saja keluar dari kamar Arsy dan Indra ada di pintu kamar memandanginya.


"Mas, Kak Amel belum tidur."


Tanya Anin yang juga melihat Amel keluar dari kamar Arsy.


"Mungkin baru saja menengok Arsy, Sayang. Kita masuk ke kamar aja ya jangan mengganggu mereka berdua ya." Kata Alfa yang menggenggam tangan Anin membawanya ke kamar.


"Iya Mas, Anin udah ngantuk."


Saat mereka akan naik ke tangga Indra melihatnya.


"Biasa nurutin istri yang lagi ngidam ini. Kamu belum tidur apa Arsy rewel lagi."


"Arsy nggak rewel, dia sudah tidur pulas."


"Ya sudah lebih baik kamu istirahat juga Dra."


"Iya Fa, terima kasih ya sudah memberi kesempatan kepada ku."


Alfa tersenyum saja dan lalu membawa istrinya menuju ke kamar mereka.


Indra memandangi Alfa dan Anin yang masuk ke dalam kamar lalu dia pun masuk kembali ke dalam kamarnya Arsy.

__ADS_1


Di dalam kamar Indra memandangi Putri kecilnya yang tidur terlelap.


"Pa..Pa...Papa...."


Arsy tiba - tiba mengigau memanggil dirinya.


"Iya Sayang, Papa di sini."


Indra mengusap kepala Arsy dengan perlahan dan penuh kasih sayang.


"Pa..."


"Tidur, Sayang Papa temenin ya."


Arsy masih tetap memejamkan matanya dan bisa merasakan sentuhan lembut di kepalanya.


Indra yang merasakan capek juga mengurusi Arsy seharian akhirnya pun ikut terlelap.


Di dalam kamar yang berbeda Amel belum bisa memejamkan matanya dia masih menatap langit-langit kamar miliknya.


"Ya Allah, aturlah hidup Ku ini yang terbaik menurutmu. Hamba menerima dengan ikhlas apapun yang Engkau takdirkan padaku." Ucapnya lirih dan penuh harapan semoga semua berjalan dengan baik - baik saja.


Tak lama Amel pun akhirnya tertidur walaupun perasaannya masih belum lega...


😉😉😉😉


Morning Semuanya, Jangan Lupa Bahagia ya 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2