KOPI CINTA

KOPI CINTA
156


__ADS_3

Hari beranjak siang, ada sebuah mobil yang merapat memasuki halaman rumah Mama Ani.


"Papa..."


Sepertinya Arsy memang sudah hafal dengan suara mobil Indra. Padahal dia tadi berada di dalam rumah begitu mendengar ada mobil yang masuk ke dalam halaman rumah langsung berlari keluar.


"Arsy.."


Panggil Amel dan tidak mendapat tanggapan apapun dari Arsy dia tetap berlari menuju ke pintu utama.


"Kenapa Mel."


Mama Ani yang tadi berada di dapur bersama dengan Anin kaget mendengar teriakan Amel takut ada apa-apa dengan cucunya.


"Nggak papa Ma, itu Arsy langsung berlari keluar begitu mendengar suara mobil Mas Indra."


Amel pun mendorong roda kursi rodanya menuju ke pintu utama untuk mengikuti Arsy.


"Kenapa Ma."


Anin ikut keluar menyusul Mama Ani.


"Nggak papa Anin, itu Arsy berlari keluar untuk menyambut Papanya yang datang."


Kata Mama Ani yang lalu duduk di kursi ruang tamu.


"Mas Indra datang Ma." Tanya Anin.


"Iya Sayang, sini kamu duduk sama Mama aja. Jangan lama-lama berdiri nanti kaki kamu pegel." pinta Mama Ani.


"Iya Ma."


Kemudian terdengar orang mengucapkan salam dari luar.


"Assalamualaikum."


Ucap Indra yang tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan Pak Gunawan. Arsy juga sudah nemplok di gendongan Indra dengan nyamannya.


"Waalaikumsalam."


Jawab Mama Ani dan Anin yang lalu berdiri menyambut kedatangan tamunya.

__ADS_1


"Mama Ani, apa kabar."


Sapa Papa Gunawan dan iya mengelurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mama Ani.


"Alhamdulillah baik."


Jawab Mama Ani singkat dan menerima jabat tangan dari Papa Gunawan dan juga Indra.


"Silahkan duduk."


Kata Mama Ani kepada tamunya yang merupakan mantan besannya.


"Terima kasih."


"Arsy ikut Mbak dulu."


Pinta Amel kepada anaknya.


"Ndak mau, sama Papa."


Arsy malah semakin erat memeluk Indra.


"Ikut Kakek."


Papa Indra mengelurkan tangannya kepada Arsy karena tadi di depan belum mau diajak masih merasa asing.


Arsy menatap ke arah Indra, seperti meminta penjelasan.


"Arsy mau ikut Kakek?. Tanya Indra.


Arsy menganggukkan kepalanya tanda Ia setuju. Lalu Dia pun berpindah ke pangkuan Papa Gunawan.


Tak lama terdengar ada suara mobil yang datang dan seorang laki-laki yang mengucapkan salam dari arah pintu utama.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Anin begitu mendengar suara suaminya langsung berdiri untuk menghampiri Alfa yang memang sengaja pulang untuk mengantar Anin periksa ke Dokter.


"Duduk aja nggak papa Sayang."

__ADS_1


Alfa meminta kepada Anin untuk duduk kembali lalu baru dia menyalami para tamu yang ada di hadapannya.


"Apa kabar Om Gunawan."


"Baik Alfa, sudah pulang kerja."


"Jadwal mengantar istri ke dokter kandungan Om."


"Sehat - sehat ya sampai lahiran."


"Aamiin, makasih Om."


Ucap Alfa lalu ikut duduk di sebelah Anin.


"Ada acara apa ini." Alfa mulai berbasa-basi untuk menghidupkan suasana.


Papa Gunawan dan Indra saling pandang, mengisyaratkan siapa yang akan bicara.


Papa Gunawan yang merasa orang tua akhirnya angkat bicara.


"Maaf sebelumnya, jika kedatangan kami berdua membuat tidak nyaman keluarga Mama Ani." Ucap Papa Gunawan.


"Kami sebenarnya memang memiliki maksud dan tujuan dengan kedatangan kami ke sini."


Lanjut Papa Gunawan sambil sesekali memandang ke arah wajah Mama Ani yang hanya diam saja.


"Saya sebagai orang tua dari Indra ingin meminta maaf kepada keluarga Mama Ani terutama kepada Amel atas perbuatan kami yang telah lalu."


Amel hanya menatap kosong ke arah depan tergambar lagi peristiwa pedih waktu itu.


Mendengar itu Amel, Alfa, Mama Ani mereka memilih diam untuk mendengarkan penjelasan selanjutnya.


"Kami sangat menyesal atas perbuatan kami dan mungkin sangat sulit untuk bisa menerima maaf dari keluarga mama Ani."


"Namun Saya sudah sangat berterima kasih karena masih diberi kesempatan untuk bisa melihat cucu saya ini."


"Cucu kamu..."


Dalam hati Mama Ani yang masih ada rasa tidak suka.


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2