
Anin telah menyelesaikan pekerjaannya di hari itu dan kini Dia telah bersiap untuk pulang ke rumah.
Kali ini Anin memilih untuk memesan ojek online saja karena kalau taksi online bakalan kejadian seperti kemarin dan dia tidak mau terulang lagi.
Anin setelah sholat ashar kemudian kembali ke ruang kerjanya dan membereskan mejanya untuk segera pulang.
"Anin naik apa."
Tanya Miss Salsa.
"Naik ojek online Miss, aku trauma naik taksi online kemarin sampai maghrib baru sampai rumah nunggunya lama banget."
Anin bohong pada Miss Salsa nggak mungkin juga dia menceritakan pulang diantar oleh Alfa seorang General Manager di kantornya bisa viral.
"Iya memang kalau sore kan sering seperti itu jalanan macet. Ini mendung lho, cepetan pulang Nin."
"Iya Miss."
Mereka berdua pun keluar dari ruang kerjanya menuju ke lobby kantor.
Saat keluar dari lift Anin yang berjalan bersama dengan Miss Salsa berpapasan dengan Alfa yang berjalan bersama dengan Siska yang baru saja datang dari luar.
Kelihatan sekali Siska yang kecentilan jalan bersama Alfa.
Anin dan Miss Salsa tersenyum dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat bosnya lewat.
Alfa melihat ke arah Anin namun sebaliknya Anin tidak menatapnya sama sekali.
"Dia sudah mau pulang."
Dalam hati Alfa sembari berjalan menuju ke lift dan akan kembali ke ruang kerjanya.
"Naik apa Dia."
"Pak.. Pak Alfa."
Siska menepuk lengan Alfa yang terlihat mengalami melamun karena diajak bicara juga tidak menjawab tapi tatapannya kosong ke depan.
"Iya kenapa Bu Siska."
"Pak Alfa melamun apa sih."
"Oh, nggak Bu. Cuma ada yang mengganjal pikiran saya kayak ada yang ketinggalan di mobil."
Alfa berlagak mengingat sesuatu padahal itu cuman akal-akalannya saja.
"Nggak ada Pak, semua sudah ada di dalam berkas tadi."
"Saya kembali ke bawah dulu Bu, silakan Anda kembali ke ruangan dulu."
Alfa menekan tombol pintu lift dan akhirnya pun terbuka.
"Tapi Pak."
Alfa tak mendengarkan Siska yang memanggilnya langsung masuk ke lift yang ada di sebelahnya khusus untuk karyawan untuk turun ke bawah.
Siska nampak kesal pada Alfa, Dia ingin berduaan dengan Alfa di dalam lift tapi nyatanya dia malah pergi.
Alfa menekan tombol 1 untuk menuju ke lantai dasar.
Begitu lift terbuka banyak karyawan yang kaget ternyata yang keluar adalah General Manager mereka.
Alfa tak memperdulikan mereka Dia langsung berjalan menuju ke lobby.
"Kemana Dia."
__ADS_1
Alfa melihat ke kanan dan ke kiri tapi sudah tak ada.
"Pak Alfa. Maaf Pak sedang cari apa. Bisa saya bantu."
Pak Agus melihat Bosnya itu seperti mencari sesuatu.
"Sini Pak Agus."
Pak Agus mendekat kepada Alfa.
"Iya Pak ada apa."
"Pak Agus lihat Anin pergi kemana."
"Oh.. Mbak Anin."
"Jangan keras - keras."
Peringat Alfa dan Pak Agus paham yang dimaksud oleh bos-nya itu.
"Iya kemana Dia."
"Sudah pulang Pak, naik ojek online."
"Ojek nggak naik taksi."
"Nggak Pak, katanya nanti lama lagi nunggunya."
"Oke makasih Pak."
Alfa lantas tak kembali ke ruangan tapi malah menyalakan remote mobilnya dan duduk di belakang kemudi.
"Pasti dia belum jauh."
Alfa mengendarai mobilnya menembus kemacetan sore hari itu sambil memperhatikan setiap sepeda motor yang ada.
Alfa mengkhawatirkan Anin karena cuaca mendung dan sedikit gerimis mulai turun.
"Kemana Dia."
Lampu merah menyala dan Alfa menghentikan mobilnya. Dia nampak gelisah di dalam mobil dengan memperhatikan setiap motor yang ada siapa tau bisa menemukan Anin.
Hujan mulai turun perlahan dan membasahi tanah yang seharian kering karena panas matahari.
Lampu hijau menyala Alfa menekan pedal gasnya kembali dengan perlahan masih mengamati jalanan untuk bisa menemukan Anin.
Sedangkan Anin masih naik ojek dan hujan pun mulai mengguyur, pengemudi ojek juga saat itu tak membawa jas hujan.
"Mbak kita berhenti dulu ya."
Kata pengemudi ojek.
"Iya Mas."
Mereka berteduh di halte bis yang ada di pinggir jalan, banyak juga yang berhenti di sana karena hujan.
Anin berdiri karena tidak ada tempat duduk lagi sambil menunggu hujan reda.
Alfa masih terus berjalan dan masih mengamati setiap orang yang berteduh di pinggir jalan, Dia masih berharap dapat menemukan Anin.
"Nggak mungkin dia sudah sampai rumah kan. Baru juga keluar dari kantor."
Alfa berbicara sendiri sambil terus menjalankan mobilnya.
Alfa melewati halte dimana Anin berhenti dan Dia memelankan mobilnya sambil mengamati satu persatu orang di sana.
__ADS_1
"Itu Anin bukan ya."
Alfa mengamati seorang wanita yang mendekap tasnya dan memakai masker.
Semakin lekat dia mengamati dan semakin yakin itu Anin. Dia menghentikan mobilnya dan turun berlari menuju ke halte.
Hampir setiap orang memperhatikannya apalagi postur tubuhnya yang menarik kaum hawa menjadi pusat perhatian para cewek yang berteduh.
"Anin..."
Alfa memanggilnya karena posisi dia dari belakang Anin.
Anin menengok ke belakang dan betapa kagetnya Dia melihat Alfa menghampirinya.
"Pak Alfa."
"Anin, ayo pulang sama Saya."
Alfa sudah berdiri di samping Anin dan mereka jadi pusat perhatian.
"Makasih Pak, tapi saya sudah naik ojek."
"Anin ini hujan, kamu basah nanti. Saya antar kamu pulang."
"Maaf Pak saya nggak bisa."
Anin nggak bergeming dia masih diam saja.
"Kamu bisa kemalaman pulangnya." Alfa masih berusaha membujuknya.
"Mau aja kali Mbak, naik mobil bagus gitu."
Kata seorang perempuan yang berteduh di sana.
"Kita juga mau Mbak."
Kata yang lainnya.
"Ayo Anin, kamu nggak mau kan jadi pusat perhatian mereka." Bisik Alfa.
"Tapi Pak, Saya sama Masnya ojek ini."
Alfa mendekati pengemudi ojek itu dan bicara sesuatu.
"Mas sampai sini aja ya, ini ada tambahan ongkos buat Mas."
"Makasih Pak."
Alfa kemudian mendekati Anin kembali dan mengajaknya pulang.
"Ayo Anin kita pulang, kamu tinggal klik sampai aja dan kasih bintang 5 sama mas nya."
"Tapi Pak, saya nggak bisa pulang sama Pak Alfa."
"Anin kamu mau Mama kamu khawatir nungguin kamu hujan kayak gini."
Anin menggelengkan kepalanya saja dan menundukkan kepalanya.
"Ayo kita pulang."
Alfa melepas jasnya kemudian membuatnya sebagai penutup kepala untuk Anin dan juga dirinya.
Anin akhirnya mau juga pulang diajak oleh Alfa dan mereka berdua berjalan di bawah hujan sambil berpayung kan jas milik Alfa.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Cie...cie...
So Sweet 🌹🌹🌹🌹