KOPI CINTA

KOPI CINTA
17


__ADS_3

"Enak aja aku di suruh minta maaf, turun derajat Ku minta maaf sama bawahan."


Siska kesal dan menghempaskan dirinya di kursi kebesarannya.


"Siapa perempuan itu, mau cari masalah Dia." Umpat Siska.


Di ruangannya Anin ingin beristirahat dan menunaikan ibadah sholat dhuhur.


"Mau kemana Anin."


Tanya Miss Salsa.


"Ke masjid, sholat dhuhur."


"Kamu bisa."


"Bisa Miss."


Anin beranjak dari tempat duduknya kemudian Miss Salsa mendekat untuk membantunya.


"Pelan - pelan aja Anin."


Mereka berdua menuju ke masjid untuk menunaikan salat dhuhur.


Anin yang mau dibantu Miss Salsa untuk berjalan dia menolaknya karena dia merasa dia bisa.


"Aku bisa Miss."


"Oke, tapi pelan - pelan ya."


Banyak sepasang mata yang memperhatikan Anin dengan menggunakan penyangga di tangannya itu.


"Aku kelihatan kasihan ya Miss, Mereka melihat aku kayak gitu."


"Biarin aja Anin, nggak usah diurusi orang-orang itu."


Sesampainya di masjid Anin duduk di tempat melepaskan sepatu dan dia segera membuka sepatu yang ada di kakinya.


Selesai melepas sepatu Anin akan berdiri namun merasa kakinya sakit jika digunakan bertumpu.


"Aduhhh.."


Anin jatuh lagi.


Miss Salsa yang melihatnya langsung membantunya.


"Kamu nggak papa Nin."


"Kamu baik - baik aja."


Terdengar suara lagi - lagi yang berdiri tak jauh dari Anin yang memang sejak tadi mengamatinya.


Sebenarnya Alfa sudah melihat Anin dari dia keluar dari lift tadi kemudian mengikutinya ke arah Masjid tapi tidak menyapanya.

__ADS_1


"Iya Pak, Saya baik - baik aja."


Ucap Anin yang di topang Miss Salsa.


"Jangan lepaskan Dia, bantu Dia wudhu."


Katanya pada Salsa.


"Baik Pak."


Alfa melihat Anin berjalan dibantu Miss Salsa menuju ke tempat wudhu.


"Kasihan Dia."


Dalam hati Alfa yang kemudian segera masuk ke dalam masjid untuk ikut berjamaah.


Selesai sholat Anin kembali mengenakan sepatunya kali ini Miss Salsa selalu di sampingnya Dia nggak mau jika Anin nanti terjatuh lagi.


Alfa di serambi sebelah melihat Anin yang masih mengenakan sepatu, Dia hanya mengamatinya dari jauh.


"Mbak..."


Anin kaget ada seorang laki-laki yang berdiri di hadapannya.


"Iya Mas, kenapa."


"Mbak yang membuat kopi kan di pantry waktu itu."


Lukman mengamati wajah Anin namun dalam hati kenapa perempuan yang ada dihadapannya itu menggunakan penyangga untuk berdiri.


"Nggak papa Mas, memang ada apa ya Mas kok nyari saya."


Anin malah bingung kenapa orang ini mencari dirinya.


"Mbak, Kalau boleh saya ingin meminta resep cara membuat kopi ala Mbaknya. Maaf namanya siapa Mbak."


"Saya Anin Mas, resep apa ya Mas."


"Resep cara membuat kopi kemarin karena rasanya enak jadi, saya pengen meniru resep dari Mbak Anin."


Anin malah tertawa kecil.


"Mas nya ini ada aja. Saya kalau buat kopi ya sama kayak orang-orang Mas."


"Tapi kopi buatan Mbak Anin itu beda. Tolong mbak kasih tahu saya."


Lukman nampak memohon.


"Memang kenapa sih Mas sampai minta resep cara membuat kopi ala Anin."


Tanya Miss Salsa.


"Saya mau tahu Mbak takarannya kenapa rasanya bisa enak begitu."

__ADS_1


"Saya tidak ada resep apapun Mas seperti orang biasanya kalau buat kopi."


"Yakin Mbak."


"Beneran Mas, sedikit lebih banyak gulanya daripada kopinya gitu aja."


" Mbak Anin yakin cuma gitu aja resepnya. Soalnya nanti kalau saya bikin seperti apa yang Mbak Anin bilang kalau nggak enak nanti saya dimarahi."


Ucap Lukman, Miss Salsa dan Anin yang mendengarnya malah penasaran dia di marahi siapa.


"Siapa Mas yang marah."


Tanya Miss Salsa.


"Jangan bilang - bilang ya mbak."


Bisik Lukman.


Anin dan Miss Salsa mengangguk.


"Lukman, ngapain kamu."


Yosi dan Andi mengagetkannya.


"Mbak.. Mbak yang buat kopi itu kan."


Andi dan Yosi seperti mendapat durian runtuh melihat Anin di depan mata.


"Ini kenapa sih, melihat Anin seperti dapat hadiah aja."


Miss Salsa heran pantry pada mencari Anin.


"Mbak, kasih resep kopinya."


Gantian Yosi yang minta.


"Dia sudah kasih tahu aku Yos, cuman katanya sedikit lebih banyak aja gulanya daripada kopinya." jelas Lukman.


"Itu seperti kita buat kopi biasanya dong."


Kata Andi.


"Udah yuk Miss aku lapar."


Anin capek juga meladeni mereka bertiga.


"Ayo Nin."


"Mbak, makasih ya. Nanti kita akan coba membuatnya."


"Oke."


Anin dan Miss Salsa ke kantin untuk makan siang...

__ADS_1


🙂🙂🙂🙂


__ADS_2