KOPI CINTA

KOPI CINTA
98


__ADS_3

Dua hari sudah Anin dirawat di rumah sakit dan kini dia bersiap untuk pulang karena semalam sudah merengek kepada Alfa untuk minta pulang saja Dia sudah tidak betah terlalu lama di Rumah Sakit.


"Sudah semua Alfa."


Tanya Mama Ani yang menjemput mereka bersama Pak Doni.


"Sudah Ma, ayo kita pulang Ma."


Alfa mendorong kursi roda Anin menuju ke lobby rumah sakit dimana Pak Doni sudah mempersiapkan mobilnya di sana.


Mama Rani tadi sudah menghubungi Alfa tidak bisa ke rumah sakit untuk menjemput mereka karena harus menemani Papa Budi ada acara di kampus dan nanti setelah acara akan langsung ke rumah mereka.


Sesampainya di lobi Alfa mengangkat tubuh Anin dan masuk ke dalam mobil.


"Ayo Pak Doni kita pulang."


Kata Alfa pada sopir keluarganya itu.


"Baik Pak."


Mobil melaju meninggalkan Rumah Sakit menuju ke rumah, karena siang hari itu lalu lintas yang lelang tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah dan Pak Doni telah memarkirkan mobilnya.


"Anin mau turun sendiri Mas."


Anin menolak Alfa yang akan mengangkat tubuhnya dan menggendongnya masuk.


"Mas gendong aja Sayang."


"Anin mau jalan."


"Yakin."


"Iya Mas, Anin mau jalan aja."


"Oke Sayang, kamu caranya pelan-pelan ya."


"Iya Mas."


Alfa memapah tubuh istrinya itu untuk masuk ke dalam rumah. Terlihat Kak Amel dan Arsy yang sudah menunggu mereka di depan teras.


"Bunda..."


Arsy berlari mendekati Anin yang sangat ia rindukan.


"Sayang, Bunda masih sakit pelan - pelan ya."


Alfa mencegah Arsy yang mau memeluk kaki Anin.


"Halo Sayang, hari ini sudah belajar belum."


Anin mengusap kepala Arsy yang terlihat menengadahkan kepalanya untuk memandang wajah Anin.

__ADS_1


"Udah Bunda , Arsy hari ini menggambar ikan."


"Pinter anak Bunda."


"Fa, ajak Anin masuk biar istirahat." Kata Kak Amel.


"Iya Kak, ayo sayang kita masuk ke dalam dan istirahat kamar."


Alfa membawa Anin masuk ke dalam rumah diikuti Arsy dan juga ke Amel sedangkan Mama sudah ke dalam duluan tadi katanya perutnya lagi nggak enak.


"Kak, Anin ke kamar ya." pamit Anin kepada kakak iparnya itu.


"Iya Anin, ingat kamu sekarang tidak boleh capek ada baby di dalam perut kamu."


"Iya Kak, Bye.. Arsy."


"Bye.. Bunda."


Alfa mengangkat tubuh Anin dan membawanya naik ke lantai dua walaupun istrinya itu tadi menolak tapi dia tidak mendengarkannya.


"Sayang istirahat ya."


Alfa menidurkan Anin di atas tempat tidur mereka dan dia tidur disampingnya sambil mengusap kepalanya.


"Makasih ya Mas, maafin Anin bikin repot Mas Alfa terus."


"Sayang sama sekali tidak merasa direpotkan, Mas ke mau mandi dulu ya."


"Iya Mas."


Alfa mengecup kepala istrinya itu dan kemudian meninggalkannya masuk ke dalam kamar.


Semakin lama kedua mata Anin terasa berat mungkin efek dari obat yang baru saja tadi dia minum sebelum keluar dari rumah sakit dan akhirnya dia pun memejamkan matanya dan masuk dalam mimpi.


Alfa keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang dengan rambut basahnya, berjalan mendekati istrinya dan lalu dia tersenyum mendapati Anin sudah lelap dalam tidurnya.


"Selamat tidur Sayang."


Alfa menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya kemudian mengecup lembut keningnya dan meninggalkannya berlalu ke ruang ganti untuk segera berganti baju.


Selepas berganti baju dia hendak ikut berbaring di samping istrinya karena dia juga merasakan badannya capek 2 malam di rumah sakit membuatnya kurang tidur tapi baru merebahkan dirinya pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Kenapa Bi."


Saat Alfa membuka pintu ada Bibi yang ada di depan pintu.


"Ada Mama dan Papanya Non Anin, saya diminta Nyonya untuk memanggil Den Alfa."


"Baik, makasih Bi."


"Saya permisi Den."

__ADS_1


"Iya Bi, silahkan."


Alfa masuk sebentar ke dalam memastikan istrinya masih tidur dan kemudian keluar dari kamar untuk menemui kedua mertuanya yang sudah datang.


Alfa meraih tangan kedua orang tua dari istrinya itu dan mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


"Mama sama Papa langsung ke sini."


"Iya Alfa, gimana keadaan Anin." Kata Mama Rani.


" Alhamdulillah Anin sudah membaik Ma, sekarang dia lagi tidur Alfa nggak berani membangunkannya Ma."


"Biarkan aja Fa, dia pasti capek." Kata Papa Budi.


"Besan mending istirahat dulu di kamar, nanti kalau Anin sudah bangun biar menemui besan." Kata Mama Ani.


"Saya merepotkan Oma."


"Sama sekali tidak, mari Saya antar ke kamar."


Mama Ani dan Alfa mengantar Mama Rani dan juga Papa Budi untuk ke kamar tamu supaya istirahat dulu.


Setelah kedua orang tua dari istrinya itu beristirahat Alfa kembali ke kamarnya untuk beristirahat juga bersama sang istri.


Adzan Ashar berkumandang, Anin mengerjapkan kedua matanya dan melihat sosok laki-laki yang selalu menyayanginya ada di sampingannya sambil memeluk dirinya.


"Mas.."


Dia mengusap lembut pipi Alfa.


"Hmm... Sayang udah bangun."


Alfa tersenyum membuka matanya kemudian mengecup kening sang istri.


"Bangun Mas udah Ashar."


"Iya Sayang, Mama sama Papa ada disini tadi mereka datang tapi Sayang tidur jadi Mas minta Mama sama Papa beristirahat dulu di kamar tamu."


"Iya Mas, Anin mau mandi."


"Yuk Mas bantu."


Alfa lagi - lagi menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.


Setelah keduanya bersih Alfa mengajak untuk turun dan berjamaah bersama dengan orang tua mereka, Alfa mengiringi langkah Anin turun dari tangga dengan berhati-hati.


"Mama.."


Panggil Anin melihat Mamanya keluar dari kamar bersama dengan Papa.


"Sayang, pelan - pelan."

__ADS_1


Mama mendekatinya dan membantunya kemudian mereka berjalan bersama ke ruang sholat untuk berjamaah.


☺☺☺☺☺


__ADS_2