KOPI CINTA

KOPI CINTA
63


__ADS_3

Sore perpisahan Alya dengan tim kerjanya, sudah bisa dipastikan Miss Salsa yang paling lebay. Alfa menjemput ke ruangannya hingga harus menunggu Miss Salsa yang masih memeluk Anin terus.


"Salsa, sudah ditunggu ini Anin." Kata Bu Rika.


"Nanti ya Anin, aku nanti kangen sama kamu."


"Iya Miss."


Alfa melihat mereka berdua sambil menggelengkan kepalanya saja.


"Salsa, sudah ditunggu Pak Alfa."


Ucap Bu Rika.


Salsa kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Anin yang tersenyum ke arahnya.


"Anin jangan lupa sama aku ya."


"Iya Miss, Anin nggak akan lupa."


"Bener ya." Salsa menangkup pipi Anin dengan kedua tangannya.


"Insya Allah."


"Ayo Anin, kita sudah ditunggu sama Mama." Ucap Alfa.


"Iya Mas, Makasih untuk semuanya Anin pamit."


"Bye... Anin.."


Alfa meraih tangan Anin dan menggandengnya keluar dari ruangan. Semua yang melihatnya merasa iri dengan keserasian mereka, tampak sangat serasi sekali yang satu tampan yang satu terlihat cantik.


Alfa masih terus menggenggam tangan Anin hingga ke luar lobi kemudian aku kakak minta mobil untuk calon istrinya itu.


"Silahkan Sayang."


"Makasih Mas."


Alfa menutup pintu kemudian berputar dan membuka pintu mobil samping dan duduk di belakang setir.


"Kita langsung ke rumah ya sudah ditunggu Mama sama Kak Amel."


"Iya Mas."


Alfa melajukan mobilnya meninggalkan kantor berjalan menuju ke arah rumahnya.


"Mas.."


Panggil Anin dan Alfa menoleh ke arahnya sambil tersenyum.


"Iya Sayang, kenapa."


"Papa suka nggak ya sama Anin."


Alfa meraih tangan Anin dengan satu tangannya dan menggenggamnya.


"Papa pasti sangat suka sama kamu sayang, Kamu orangnya baik, sopan sama orang tua, menghargai orang tua ditambah cantik lagi." Puji Alfa dan Anin tersenyum.


"Papa itu sosok yang luar biasa dia panutan buat Mas, selama Papa hidup Papa itu selalu memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Hingga sekarang Mas dan Kak Amel bisa seperti ini."


"Mas pasti bangga sama Papa."


"Mas sangat bangga, punya sosok Papa yang luar biasa dan satu lagi sayang papa itu sangat menghargai Mama, Dia juga sangat sayang dengan keluarganya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar cerita Alfa.

__ADS_1


Tak terasa mobil Alfa telah sampai di depan rumah yang memiliki pagar tinggi itu. Dia menyalakan klaksonnya dan kemudian terbuka.


Alfa membawa mobilnya masuk, dan kemudian turun menuju ke pintu utama bersama Anin.


" Assalamualaikum." Ucap mereka berdua.


" Waalaikumsalam." Terdengar jawaban dari dalam rumah dan mereka berdua masuk ke dalam menemui Mama dan Kak Amel.


"Anin, sini Sayang."


Mama Ani meminta Anin untuk mendekat kepada dirinya dan Anin pun meraih tangan Mama Ani dan mencium punggung tangannya.


"Apa kabar Ma."


" Baik Sayang, Mama kangen deh."


Mama Ani memeluk calon menantunya itu.


"Kita berangkat sekarang Ma, nanti keburu sore dan Maghrib."


Tanya Alfa.


"Anin, capek nggak apa mau istirahat dulu." Mama Ani malah bertanya ke Anin buat Alfa menggelengkan kepalanya, Kak Amel pun hanya tersenyum saja.


"Ini anaknya siapa sih sebenarnya." Protes Alfa.


"Anin anak Mama, kenapa nggak terima."


"Anin, istri Alfa Ma."


"Kan anak Mama, awas ya kalau kamu macam-macam sama Anin. Sayang kalau Alfa menyakiti kamu bilang sama Mama."


"Alamat nggak enak." ledek Alfa.


"Oke, ayo Sayang."


Mama Ani menggendong Anin dan mengajaknya keluar kemudian diikuti oleh Kak Amel yang didorong oleh Alfa.


"Mama, ikut."


Arsy melihat mereka semua akan pergi dan merajuk mau ikut.


"Di rumah aja ya sayang sama Mbak, Mama janji nggak akan lama."


"Ikut.. Bunda.."


Gantian Arsy merajuk pada Anin.


"Sama Anin nggak papa Kak."


"Yeay..."


Anin meraih tubuh Arsy dan menggendongnya.


"Aduh.. Tambah ndut.. nih Arsy, sepertinya Bunda kok nggak kuat." Anin berlagak saja dan membuat Arsy terkekeh.


"Sini sama Papa aja."


"Ndak.. Mau..." Arsy menolak digendong oleh Alfa dan memilih bersama Anin.


Akhirnya mereka semua masuk kedalam mobil yang dijalankan sendiri oleh Alfa dan Amel pun meminta suster dari Arsy untuk ikut takutnya nanti mengganggu mereka saat berdoa.


Mobil Alfa keluar dari pagar rumahnya namun tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang mengamati pergerakan mobilnya.


"Mereka mau kemana, sepertinya Arsy ikut." Kata seorang laki-laki yang berada di dalam mobil itu sambil mengamati mobil Alfa kemudian mengikutinya.

__ADS_1


Alfa tetap tenang saja tanpa curiga jika ada sebuah mobil yang mengikuti mobilnya.


Hanya sekitar 15 menit kemudian mobil Alfa telah berhenti di sebuah pemakaman umum.


Mereka semua turun dan masuk ke dalam pemakaman sedangkan Arsy digendong oleh Anin karena tak mau lepas darinya.


"Itu Arsy, siapa wanita yang menggendongnya itu. Apa istrinya Alfa tapi sepertinya Alfa juga belum menikah." Laki - laki itu mengamati setiap pergerakan keluarga Alfa yang masuk kedalam pemakaman.


"Amel, kamu makin cantik juga tapi sayangnya kamu nggak akan bisa memuaskan hasrat ku lagi." Laki-laki itu memandang Amel yang didorong kursi rodanya oleh Alfa.


Sesampainya di sebuah Pusara yang tertera nama Bagus Nur Fahmi mereka berhenti kemudian mengitari makam itu dan duduk di sekitarnya untuk berdoa.


" Assalamualaikum Pa, Alfa datang Pa, bersama Mama, Kak Amel, Arsy dan ini calon istri Alfa Pa. Alfa akan menikah tiga hari lagi Pa. Papa pasti bahagia di sana karena Alfa akan menikah. Maafin Alfa Pa, belum bisa mewujudkan keinginan Papa sewaktu Papa masih hidup tetapi sekarang Alfa akan mewujudkan keinginan Papa untuk membina rumah tangga."


Alfa panjang lebar bercerita di Pusara sang Papa. Anin memandanginya tak terasa air matanya pun meleleh sendiri.


"Bunda nanis..." celetuk Arsy yang berada di pangkuannya Alfa menoleh ke arah calon istrinya itu.


"Ini Anin Pa, calon istri Alfa Papa bahagia di sana."


"Pa.. Mama sekarang bahagia banget Alfa sebentar lagi akan menikah." gantian Mama Ani.


"Pa.. Amel juga sangat bahagia di sini memiliki Alfa dan juga Mama apalagi nanti akan bertambah dengan Anin keluarga kita bahagia Pa. Papa bahagia ya di sana." Amel juga tak tahan untuk tidak menangis.


"Kita berdoa ya."


Alfa memimpin doa yang dipanjatkan untuk Sang Papa dan diaminkan oleh mereka semua.


Setelah selesai mereka tak lupa menaburkan bunga dan juga menyiram air mawar ke pusara sang Papa.


Hari juga sudah larut sore Alfa mengajak seluruh warganya untuk pulang.


Sesampainya di mobil, mereka dikejutkan seseorang yang memanggil - manggil Arsy.


"Arsy... Anak Papa.."


Mereka menoleh ke arah sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari mobil Alfa dan melihat seorang laki-laki yang berjalan menuju ke arah.


"Masuk Mbak."


Alfa meminta suster yang menggendong Arsy untuk masuk ke dalam mobil.


"Mas Indra.." Ucap Amel lirih nampak jelas tatapan Amel yang tidak menyukai kehadiran laki-laki itu.


"Sayang, Mama, Kak Amel masuk." Pinta Alfa.


"Arsy... Arsy.. Ini Papa."


Alfa kemudian menutup mobilnya setelah mereka semua masuk dan dia pun berputar.


"Alfa.. Aku Papanya Arsy, aku ingin melihat anakku."


"Arsy bukan anak kamu..." Bentak Alfa dengan pandangan yang tidak bersahabat.


"Aku Papanya kamu tidak berhak untuk melarangnya."


"Papa macam apa kamu."


Alfa langsung memasuki mobilnya dan menjalankannya meninggalkan laki-laki itu.


"Alfa... Awas kamu, nggak akan ada yang bisa menghalangi aku untuk ketemu dengan anakku..." Teriak Indra sambil memandangi mobil Alfa yang pergi berlalu..


😉😉😉😉😉


Maaf ya gays.. karena kesibukan di dunia nyata jadi kadang Agak terlambat UP nya... 😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2