
"Ada apa sih Ma, siapa yang datang." Amel heran kenapa Mamanya memintanya untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Sudah kita masuk aja."
Mama Ani terus mendorong kursi roda Amel masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.
"Mbak, ajak Arsy di belakang aja." Pinta Mama Ani.
"Iya Nyonya."
"Ma.. Siapa sih Ma."
Mama Ani menjatuhkan dirinya di atas sofa dan menghela nafas.
"Indra ada di depan."
Ucap Mama Ani dan Amel menatapnya kaget.
"Mas Indra."
"Iya, Alfa sudah memberikan foto Indra kepada Pak Toni untuk tidak menerima tamu Jika dia datang. Sepertinya Alfa juga putar balik lagi sebentar lagi pasti dia pulang."
Amel terdiam di dalam, dia merasakan sakit di dadanya jika mengingat kejadian itu.
Sedangkan diluar Indra masih berusaha terus menekan bel dan tak segan ia menggedor pagar itu.
Pak Toni yang sudah mendapat perintah dari Alfa untuk tidak membukakan pintu hanya diam di dalam rumah sambil melihat CCTV.
Mobil Alfa pun datang dan berhenti tepat di depan pagar, Indra jelas melihatnya.
"Hah... Kembali lagi dia, berarti satpam di rumah ini sudah diatur sama dia." Gumam Indra sambil berdiri menantang ke arah Alfa.
"Ngapain kamu disini."
ucap Alfa sampai keluar dari dalam mobilnya berjalan ke arah Indra.
__ADS_1
"Aku mau menemui anak Ku."
"Hah... Apa.! Menemui anak kamu."
"Arsy anak Ku, kalau kamu lupa Alfa." Teriak Indra.
"Apa masih pantas kamu disebut sebagai Papanya Arsy, sudah berapa tahun kamu pergi meninggalkan Arsy. Kemana saja kamu, tega meninggalkan seorang wanita dengan anak bayinya tanpa tanggung jawab demi wanita lain." Alfa tidak kalah kerasnya.
"Kamu tidak berhak menghalangi aku Alfa."
"Aku berhak atas Arsy, karena pengadilan sudah menjatuhkan hak asuh pada diriku."
"Kamu hanya Om, Alfa. Aku yang Papa kandungnya Arsy, dan sampai kapanpun Arsy itu darah daging ku dan dia seorang perempuan nantinya pun kalau menikah dia akan mencari Ku sebagai walinya." Indra tak kalah kerasnya.
Pak Toni yang akan membuka gerbang dilarang oleh Alfa, takut Indra akan nekat dan masuk ke dalam rumah.
Alfa tersenyum saja.
"Nggak usah berharap kamu, Papa macam apa kamu itu tidak ada tanggungjawabnya terhadap istri dan anak."
"Oke, Saya tidak akan mengurusi hidup kamu. Sekarang silahkan segera pergi dari sini dan jangan usik lagi keluarga kami"
Indra memandang Alfa dengan tatapan mengancam.
"Awas kamu Alfa."
Indra pergi dari sana dan mengendari mobilnya menjauh dari rumah Alfa.
Setelah Indra pergi menjauh, Alfa masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan Mama Ani dan Amel.
"Assalamualaikum."
Ucap Alfa, Mama Ani dan Amel yang ada di ruang tamu menjawab salamnya.
"Waalaikumsalam."
__ADS_1
"Gimana Fa." Tanya Mama Ani.
"Dia sudah pergi Ma, Kak Amel jangan keluar ya seharian ini, Arsy juga di rumah saja." pinta Alfa dan dianggukkan oleh Amel.
"Iya Fa."
"Mama kalau bisa jangan keluar dulu ya, masalah pernikahan Alfa besok serahkan ke WO saja."
"Iya Fa, Mama juga khawatir meninggalkan Kakak kamu di rumah sendiri."
"Hari ini Alfa akan meminta orang untuk menjaga rumah ini supaya kalian tenang."
"Makasih ya Fa, maafin Kakak. Kamu harusnya berbahagia karena besok menikah tapi malah repot mengurus Kakak terus." Ucap Amel dengan raut muka sedih.
Alfa pun mendekati Kakaknya itu dan berjongkok di depannya dan meraih tangan Amel.
"Kak Amel itu tanggungjawab Alfa, jadi siapapun yang mengganggu Kakak akan Alfa singkirkan."
"Tapi kamu juga harus bahagia Fa, Kakak tidak mau nantinya Kakak malah menjadi beban untuk Mu sedangkan kamu sudah mempunyai istri."
"Alfa bisa membagi waktu untuk Kakak dan juga istri Alfa."
"Kakak nggak mau nanti Anin jadi merasa di nomor duakan."
"Anin tidak seperti itu orangnya Kak, dia bisa memahami keluarga kita."
"Maafin Kakak Fa."
"Sudah Kak, jangan seperti itu."
Setelah berbicara dengan Mama dan Kakaknya dan juga sudah mengkondisikan rumah aman karena anak buahnya sudah datang, Dia lantas pergi ke kantor menyelesaikan urusan pekerjaannya sebelum ia cuti menikah.
😁😁😁😁😁
Jangan lupa besok kondangan ya , siapin bajunya😀😀😀😀...
__ADS_1
Virtual aja tapi 😁😁😁😁😁