
Seperti janji Alfa kepada Anin untuk weekend ini mereka akan ke rumah Mama Rani. Mereka sudah siap dan turun dari kamarnya untuk berpamitan dengan Mama Ani.
"Ma, kami pamit mau ke rumah Mama Rani." Alfa meraih tangan sang Mama dan mencium punggung tangannya dan diikuti pula oleh Anin.
"Kalian hati - hati ya, salam buat Mama dan Papa ya Anin."
"Iya Ma."
"Ini kue di bawa untuk Mama, bilang ya kalau ini buatan Mama sendiri."
"Iya Ma nanti Anin sampaikan."
"Ma, kita nginep sana. Mungkin besok sore baru pulang." Kata Alfa dan dianggukkan kepala oleh Mama Ani.
"Iya Sayang."
Alfa dan Anin juga berpamitan dengan Amel, Mereka sengaja menghindari Arsy biar tidak menangis dan pasti mau ikut. Alfa menggandeng tangan istrinya dan mereka berjalan keluar.
"Silahkan Sayang."
Alfa membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Makasih Mas."
Alfa menutup pintu mobil dan berputar kemudian membuka pintu mobil samping dan duduk di belakang setir.
Mobil boleh berjalan meninggalkan rumah menuju ke rumah kedua orang tua Anin.
Tadi pagi Anin sudah telepon Mamanya namun dia tidak mengatakan kalau hari ini dia akan datang biar surprise.
Mobil Alfa tak butuh waktu lama telah sampai di depan rumah yang memiliki gerbang yang sudah terbuka itu.
Anin dan Alfa turun dari mobil dan mereka berdua menuju ke pintu utama.
ting...tong...ting..tong...
Anin menekan bel rumahnya dan sengaja tidak mengucapkan salam dulu biar Mamanya terkejut.
"Iya sebentar."
Terdengar suara Mama dari dalam rumah Ani dan Alfa tersenyum senang.
"Iya.. Siapa."
Mama Rani membuka pintu dan terkejut melihat anak dan menantunya ada di depan pintu.
"Assalamualaikum Mama."
Anin memeluk Mamanya.
"Sayang, kok tadi nggak bilang sih kalau mau ke sini."
"Surprise, Ma." Ucap Alfa.
"Hmmm.. Nakal ini anak Mama."
Mama Rani mengusap kepala Anin yang tertutup hijab yang masih memeluknya.
"He he he..."
Anin melepaskan pelukannya dan mencium pipi kanan dan kiri Mamanya yang sangat ia rindukan.
"Mama sehat, Papa mana Ma."
Alfa meraih tangan Mama mertuanya dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1
" Alhamdulillah Alfa Mama sehat. Papa Kamu baru aja pergi ke kampus katanya ada meeting sebentar."
"Ayo masuk."
Mereka masuk ke dalam rumah dengan Anin yang masih menggelendot di tangan Mamanya.
"Kakak, Mas Alfa."
Fajar meraih tangan kedua Kakaknya itu.
"Nggak sekolah Jar."
"Libur Mas, kan 5 hari aja sekolahnya."
Alfa nampak menganggukan kepalanya sambil tersenyum kemudian duduk di ruang tamu bersama Fajar.
"Sayang, nggak malu sama suami kamu kok meluk Mama terus." Anin masih manja saja sama Mama Rani.
"Nggak papa Ma, iya kan Mas."
Alfa tersenyum saja sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang, buatin minum dong suami kamu."
"Iya Ma, Mas mau minum apa."
"Kopi ya Sayang."
"Tadi pagi kan udah."
Anin senang suaminya menyukai kopi buatannya tapi nggak bagus juga lah jika sering-sering.
"Oke, apa aja deh Sayang Mas minum."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian beranjak menuju ke dapur.
"Buat sendiri." Bentak Anin.
"Sayang, jangan gitu dong." peringat Alfa.
"Iya Mas."
Anin berjalan ke dapur untuk membuatkan minum bersama Mama dan memberikan kue buatan Mama Ani kepada Mamanya, setelah jadi dia keluar membawa nampan yang berisi teko yang didalamnya terdapat es sirup yang menggugah selera dan beberapa cangkir.
"Silahkan Mas."
Anin menghidangkan satu cangkir di hadapan suaminya.
"Makasih Sayang."
"Kak, sekalian." Pinta Fajar sengaja memang dia senang menggoda kakaknya.
"Tuang sendiri."
Alfa mengusap kepala Anin yang tertutup hijab dengan lembut.
"Malesin dia Mas." Anin cemberut.
"Alfa, bilang Mama ya. Makasih kuenya enak banget."
Mama Rani keluar membawa kue yang dibawa oleh Anin tadi yang sudah dipotong-potong dan dia tata di piring.
"Iya Ma."
Mereka menikmati siang itu bersama dengan Fajar yang suka sekali menggoda kakaknya.
__ADS_1
Hingga hari makin siang dan matahari pun telah meninggi berada di atas kepala tak lama lagi adzan dzuhur pun akan berkumandang. Anin dan Alfa setelah beristirahat di dalam kamar sembari menunggu waktu sholat.
Di rumah Mama Ani.
Setelah sholat dhuhur Mama Ani masuk ke dalam kamar dan segera bersiap karena ada kabar jika temannya yang sakit, Dia ingin ikut menjenguknya.
"Mel..." Panggil Mama Ani kepada Amel.
"Iya Ma."
Amel keluar dari kamar Arsy dan menemui Mamanya.
"Mama keluar sebentar ya, mau jenguk teman Mama yang sakit baru pulang dari rumah sakit."
"Mama di antar sopir."
"Nggak Sayang, Mama di jemput Tante kamu sebentar lagi dia datang. Kamu di rumah aja ya."
"Iya Ma."
Kemudian terdengar seseorang mengucapkan salam dan ternyata Tante yang menjemput Mama Ani. Setelah duduk sebentar Mereka pun akhirnya pergi dari rumah.
Amel di rumah hanya bersama Arsy dan Susternya juga Bibi namun penjagaan rumah tetap ketat, Alfa masih meminta kedua anak buahnya untuk menjaga rumah.
Amel masuk kamar dan mengambil ponselnya.
"Ini kesempatan Ku."
Ucapnya sambil menekan nomor yang ada di ponselnya. Setelah berbicara lewat telepon kemudian dia pun bersiap dan meminta suster yang merawat Arsy untuk bersiap dan ikut dirinya pergi.
"Kita kemana Bu." Tanya Suster Adel.
"Jalan - jalan Sus, kasihan Arsy di rumah terus lagian Mama sama Alga juga lagi pergi."
"Tapi, tadi pesannya Nyonya nggak boleh pergi Bu."
"Cuma jalan - jalan dekat aja Del, yuk siapin keperluan Arsy."
"Baik Bu."
Setelah dirinya siap dan juga Arsy, Amel pun meminta sopir untuk mempersiapkan mobil dengan alasan sudah mendapatkan izin dari Alfa, karena jika dia tidak berbohong pasti dia akan boleh pergi.
Mobil mulai melaju meninggalkan rumah, dua anak buah Alfa yang berjaga kebetulan sedang beristirahat makan siang dan hanya Pak Satpam selesai beristirahat berada di pos dia pun percaya saja jika Alfa sudah mengizinkannya.
Mobil membawa Arsy, Amel dan Susternya ke sebuah restoran untuk bertemu dengan seseorang. Di dalam mobil pun Arsy terlihat gembira karena dia sudah lama tidak jalan-jalan.
Setelah kepergian mobil itu kedua anak buah Alya yang telah selesai istirahat bertanya kepada Pak satpam.
"Tadi mobil Pak Doni kemana."
"Keluar mengantar Non Amel, katanya sudah di ijinkan sama Den Alfa."
Kedua anak buah Alfa saling pandang, Mereka tak percaya karena sebelum pergi tadi bosnya tidak pesan apapun.
"Yang benar Pak."
"Iya Mas, benar."
"Kita ikuti mobil itu Yo."
Kata salah satu anak buah Alfa yang bernama Siswo kepada rekannya Yono."
"Ayo Bang."
Mereka berdua menaiki sepeda motor untuk segera mengikuti mobil itu.
__ADS_1
😉😉😉😉😉