KOPI CINTA

KOPI CINTA
149


__ADS_3

"Kenapa Ma, melamun aja dari tadi."


Alfa yang menyetir sesekali melirik ke arah Mamanya yang hanya diam saja semenjak keluar dari rumah sakit tadi menuju ke rumah karena tidak enak sudah ditunggu kedua orang tua Anin.


Arsy di rumah sakit dijaga oleh Indra dan juga Amep beserta pengasuhnya.


"Apa Mama jahat Fa."


Pertanyaan dari Mama Ani yang membuat Alfa mengerutkan dirinya.


"Mama jahat kenapa."


"Mama merasa jahat aja sama Arsy, Mama seperti penghalang dirinya untuk bersama dengan Papa dan Mamanya."


Alfa tersenyum lalu meraih tangan Mamanya dengan satu tangannya yang masih mengendalikan kemudi.


"Mama nggak jahat, emang semuanya butuh waktu Ma. Jika Mama memang sayang sama cucu Mama biarlah mereka bahagia Ma."


"Huft.... Mama kadang masih merasakan sesak Fa. Jika mengingat du... Hiks...hiks.."


Mama Ani tidak sanggup lagi untuk meneruskan ucapannya hanya air matanya yang membasahi pipi mulusnya yang sudah mulai muncul kerutan.


"Ma, memang sakit jika kita mengingat dulu. Alfa juga masih mengingatnya jelas bagaimana Indra tidak berkutik dengan Mamanya dan rela meninggalkan anak dan istrinya begitu saja."


"Tapi sekarang dunia berputar mereka sudah kena karmanya dan Indra menyesali apa yang telah dilakukan menuruti kemauan Mamanya." lanjut Alfa.


"Hiks...hiks...."

__ADS_1


Mama Ani sesenggukan dan Alfa menggenggam erat tangan Mamanya.


"Ma, jika mama sayang sama Arsy. mulai bukalah hati Mama kita anggap saja ini semua demi kebahagiaan Arsy. Demi senyum cerianya yang sudah berapa tahun ditinggalkan oleh Papanya."


"Mama nggak jahat, memang kita butuh waktu untuk bisa menerima kembali orang yang sudah pernah menyakiti di dalam hidup kita. Tapi tidak baik Ma menyimpan dendam terlalu lama nanti bisa kembali menjadi penyakit untuk diri kita sendiri."


"Mama ingin melihat keseriusan Indra dulu Fa."


"Iya Ma."


Alfa membelokan mobilnya memasuki halaman rumahnya.


"Sudah Ma jangan nangis nggak enak dilihat sama Mama Rani dan Papa."


Alfa mengusap air mata Mamanya yang membasahi pipinya.


Mereka berdua turun dari mobil dan sudah terlihat Anin dengan perut buncitnya tersenyum di teras menyambut kedatangan suami dan Mama mertuanya.


Ucap Alfa dan juga Mama Ani.


"Waalaikumsalam Mas, Ma. Gimana keadaan Arsy."


Anin bergantian menyalami dan mencium punggung tangan suaminya dan juga Mama mertuanya.


"Arsy baik - baik saja Sayang, Mama sama Papa di dalam."


"Iya Mas."

__ADS_1


"Ayo Anin kita masuk."


"Iya Ma."


Alfa memeluk pinggang Anin dan masuk ke dalam rumah mengikuti Mama Ani.


"Assalamualaikum Mama Rani, Papa Budi. Maaf ya jadi menunggu."


Mama Ani menyalami kedua orang tua Anin.


"Nggak papa Ma kita juga baru aja nyampe. bagaimana keadaan Arsy."


"Alhamdulillah tidak terlalu mengkhawatirkan pasti nanti 2 atau 3 hari sudah bisa dibawa pulang."


"Syukur Alhamdulillah Ma."


Kemudian gantian Alfa meraih tangan kedua mertuanya secara bergantian dan mencium punggung tangannya.


"Maaf Ma, Pa. Jadi menunggu."


"Nggak papa Fa."


Lalu mereka mulai membicarakan acara untuk 7 bulanan kehamilan Anin. Karena acara 4 bulanan yang kemarin sudah dilaksanakan di rumah Mama Ani jadi kali ini diminta oleh keluarga Mama Rani syukuran atas kehamilan hari ini sudah memasuki 7 bulan.


Mama Ani setuju saja atas permintaan Mama Rani semuanya demi kebaikan calon cucu mereka.


"Sehat terus ya Sayang."

__ADS_1


Alfa mengusap perut istrinya.


😉🥰🥰🥰


__ADS_2