
Adzan subuh sebentar lagi berkumandang Anin mengerjapkan kedua matanya, Dia memandang wajah suaminya yang masih terlelap. Dia tersenyum kemudian beranjak bangun karena ia ingin mandi dan setelah itu baru membangunkan suaminya.
Anin mengguyur seluruh tubuhnya di bawah shower untuk membersihkan diri, setelah selesai Dia keluar dari kamar mandi dengan menggulung rambut yang ke atas dan menggunakan handuk kimono.
Anin segera berganti pakaian karena kalau dalam keadaan begitu membangunkan suaminya bisa bahaya kemudian mendekati Alfa yang masih terlelap.
"Mas..."
Anin mengusap lengan Alfa untuk membangunkannya.
"Hmmm..."
Hanya begitu yang keluar dari mulut Alfa.
"Mas, bangun udah mau adzan itu, Ayo bangun Sayang ke masjid enggak."
"Bentar lagi Sayang."
Alfa memutar tubuhnya dan memeluk pinggang Anin yang duduk disampingnya.
"Itu udah mau adzan Mas."
Anin mengusap - usap tangannya, hidungnya Alfa mencium aroma sabun kemudian dia membuka kedua matanya melihat istrinya yang sudah cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai sampai ke punggung.
"Kok ada bidadari."
Anin terkekeh suaminya baru bangun tidur sudah gombal.
"Bangun Sayang mandi."
Anin mengecup pipi Alfa, tapi itu justru membuat bergairah suaminya, Alfa malah menarik tubuh Anin dan membuatnya jatuh di atas tubuh Alfa.
"Kamu sengaja ya Sayang menggoda Mas."
Anin tersenyum.
"Menggoda gimana sih Mas, itu udah mau adzan buruan mandi."
"Ini pagi - pagi udah keramas, rambutnya digerai lagi kamu itu cantik Sayang kalau kayak gitu bikin bangun.." Kata Alfa berbisik ditelinga istrinya yang membuatnya merinding.
"Kan mau sholat ya mandi dong Mas."
" Allahuakbar Allahuakbar.."
Adzan terdengar sudah berkumandang.
"Itu adzan bangun Mas."
Anin bangun dari atas tubuh Alfa.
"Selamat kamu Sayang."
Alfa ikut bangun dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mandi dan berangkat ke masjid.
Anin mempersiapkan semua keperluan suaminya, dan setelah mandi Alfa langsung berganti baju yang telah disiapkan oleh Anin.
"Yuk Sayang kita turun."
Anin habis wudhu dan segera mengambil mukenanya ikut turun ke bawah bersama suaminya yang akan ke masjid.
"Mas ke masjid ya Sayang, kamu sholat sana Mama."
"Iya Mas hati - hati."
Alfa meninggalkan rumah diiringi tatapan Anin yang memandang tubuh suaminya yang membuka pintu dan menutupnya kembali.
"Anin, ayo sholat." Ajak Mama.
"Iya Ma."
Mereka berdua dan bersama Bibi melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumah sedangkan Amel masih berhalangan jadi belum ikut sholat.
Selesai sholat Anin mengaji sambil menunggu suaminya pulang.
Selesai mengaji Anin dikejutkan dengan suara Alfa yang pulang dari masjid.
"Sayang."
Anin menoleh ke belakang dan ternyata Alfa sudah menunggunya.
"Mas, udah pulang."
Anin meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1
"Sudah Sayang, kita ke kamar yuk sayang."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ma tinggal dulu ya." Pamit Anin.
"Iya Sayang."
Alfa memeluk pinggang Anin dan membawanya ke kamar.
Anin merapikan mukenanya dan juga alat sholat Alfa, namun tiba-tiba Alfa memeluknya dari belakang.
"Mas, ngagetin aja."
"Sayang.."
Alfa meletakkan kepalanya di pundak Anin dan menciumi pipinya.
"Hmmm... Kenapa Mas."
"Mas ngantuk temenin bobo yuk." Rayu Alfa padahal ada maksud lain yang diinginkan oleh suaminya itu.
"Mas nggak kerja."
"Kerja Sayang, nanti ada meeting tapi agak siang."
"Ya udah tidur dulu Mas, nanti Anin bangunkan. Anin mau buat sarapan dulu buat Mas Alfa."
"Temenin Mas tidur."
Anin sudah paham apa maksud Alfa.
"Nanti sarapan apa Mas."
Alfa yang sudah tidak sabar melepaskan pelukannya dan langsung mengangkat tubuh Anin.
"Mas..."
Alfa cuma tersenyum menang dan membawa Anin ke kasur dan merebahkannya di atasnya.
"Bolehkan Sayang."
"Boleh apa Mas."
"Sudah bersihkan."
Alfa menciumi wajah Anin.
"Apanya, Maammmmm...."
Alfa sudah tidak mau bercanda lagi dengan Anin Dia langsung melancarkan aksinya, membuat Anin kelelahan dan akhirnya mereka berdua terlelap kembali ke alam mimpi di pagi hari itu.
Anin mengerjapkan matanya dia mendapati suaminya yang masih tertidur sambil memeluknya. Jam yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Anin mengusap pipi Alfa untuk membangunkan suaminya karena hari mulai siang.
"Mas... Bangun udah siang Mas."
"Hmmm..."
Alfa malah menarik Anin ke dalam pelukannya.
"Mas... Katanya ada meeting."
"Nanti Sayang, Mas masih ngantuk."
"Jam berapa meeting nya Mas."
"Sebelas Sayang." terdengar parau suara dari Alfa karena dia masih memejamkan matanya juga.
"Bangun Mas, mandi sudah jam 7. Mama sama Kak Amel pasti sudah menunggu untuk sarapan."
"Nanti sarapan sama Mas."
Alfa nampak terlelap lagi sambil memeluk Anin.
Terdengar ponsel Alfa yang berdering, Anin mencoba melepaskan pelukan Alfa dan meraih ponsel yang ada di nakas sebelahnya.
"Mas Riko.." Ucap Anin saat melihat nama Riko tertera di ponsel suaminya.
Anin menjawab panggilan dari Riko karena Alfa masih terlelap.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam, Anin ya."
__ADS_1
Suara Riko di seberang ponsel.
"Iya Mas."
"Alfa mana, belum bangun."
"Iya Mas masih tidur Mas Alfa, ada apa ya Mas nanti Anin sampaikan."
"Dasar Alfa jam segini masih tidur apa nggak ke kantor Dia."
"Nanti katanya Mas."
"Bilang aja di tunggu di showroom."
"Showroom Mas."
"Iya Anin, bilang ya jam 9 klien mau datang."
"Iya Mas Anin sampaikan."
"Oke Anin makasih. Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam Mas."
Anin meletakan ponselnya kemudian dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri baru setelah itu membangunkan Alfa.
"Mas..."
Anin mengusap pipi Alfa untuk membangunkannya karena hari semakin siang.
"Hmmm..."
"Mas, Mas Riko telepon tadi. katanya klien yang mau datang jam 9 ke showroom."
Alfa membuka matanya menatap istrinya.
"Maaf ya Mas, tadi Anin jawab telepon dari Mas Riko."
"Nggak papa Sayang, Riko bilang jam berapa."
"Jam 9, itu udah jam berapa buruan mandi Mas."
Alfa melirik ke arah jam dan sudah menunjukan pukul 07.30.
Dia kemudian bangun dan merentangkan tangannya.
"Sayang kok udah mandi."
Alfa memeluk Anin.
"Udah Mas, showroom siapa Mas." Anin cara mengetahui jika suaminya itu punya bisnis bersama Riko.
"Oh.. Showroom Kita Sayang."
"Kita? Mas."
Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Iya Sayang, Mas sama Riko join membuka showroom untuk jual beli mobil. Nanti ikut Mas ke sana ya."
"Mas kan nanti ke kantor."
"Iya setelah itu ikut ke kantor, Mas meeting aja kok sebentar."
"Memang Anin boleh ke kantor."
"Boleh dong Sayang, Mas mandi dulu."
Anin menganggukkan kepalanya dan memandangi suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah bersiap Alfa dan Anin turun ke bawah dan Mama Ani serta Amel sudah selesai sarapan mereka ada di ruang keluarga.
"Anin maaf ya Mama ketika sarapan duluan tadi sama Kakak kamu."
"Iya Ma, nggak papa."
Amel nampak terdiam memandang ke arah Alfa dan mereka berdua hanya saling pandang. Alfa pun berlalu ke ruang makan bersama Anin.
"Ma.. Alfa masih marah ya sama Amel."
"Kamu tenang aja kayak nggak paham sama adik kamu."
😉😉😉😉😉
__ADS_1