KOPI CINTA

KOPI CINTA
48


__ADS_3

"Anin, are you oke.?"


Miss Salsa mengusap punggungnya.


"Hiks..hiks..."


Anin sesenggukan.


"Aku siap mendengarkan cerita kamu Anin, jangan sungkan untuk berbagi dengan Ku."


Anin kemudian mengangkat kepalanya dan mengambil tisu mengusap air matanya.


"Tenangkan diri kamu dulu."


Miss Salsa sambil tersenyum.


Anin meminum minumannya dan mengeluarkan ponselnya.


"Ini Miss."


Anin memperlihatkan pesan teror itu kepada Salsa.


Miss Salsa menerimanya dan membacanya.


"Siapa yang kirim pesan kayak gini sama kamu Anin."


Anin hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia juga tidak tahu.


"Ini sudah ancaman Anin, kamu jangan diam aja bilang sama Pak Alfa."


"Aku takut kalau bilang sama Mas Alfa nanti kalau peneror itu benar - benar membuat karir Mas Alfa hancur gimana Miss."


"Kamu nggak usah berfikir seperti itu Anin, Pak Alfa pasti bisa mengatasinya kalau kamu mau jujur sama dia."


Anin terdiam mendengar perkataan Miss Salsa.


"Aku takut Miss, nanti gara-gara karir Mas Alfa jadi hancur gimana Miss."


"Anin kamu harus berani kalau kamu cuman diem saja peneror itu akan semakin menekan kamu."


"Mas Alfa nggak ada hubungin aku lagi Miss tadi pagi telepon tapi aku matiin."


"Anin, Pak Alfa sedang sibuk kali. Lagian Kamu ditelepon kenapa dimatiin."


"Aku bingung Miss, perasaan aku takut kalau si peneror itu tahu Mas Alfa masih menghubungiku."


"Anin, saran dari aku segera selesaikan masalah kamu, jangan berlarut-larut nanti malah berakibat tidak baik terhadap hubungan kamu dengan Pak Alfa."


Anin mengangguk saja di dalam hatinya masih bingung bagaimana cara memberitahu Alfa.


Selesai makan mereka tadi kembali ke ruangan melanjutkan pekerjaannya.


Hingga waktu pulang tiba Anin segera membereskan mejanya, sebelum meninggalkan ruangannya Dia membuka ponselnya kembali.


"Mas Alfa nggak hubungi aku."


Sebenarnya dalam lubuk hati Anin juga ada rasa rindu, biasanya setiap hari Alfa menghubunginya tapi Dia juga takut akan teror itu.


Anin memasukkan ponselnya ke dalam tas dan kemudian keluar daro ruangannya karena dia telah memesan taksi untuk membawanya pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Anin membersihkan diri karena sebentar lagi juga waktu maghrib tiba.


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam menjelang, jam sudah menunjukan pukul 7 malam dan Alfa baru saja masuk ke dalam rumah.


"Lembur Fa."


Tanya Mama Ani yang berada di meja makan melihat anaknya baru datang.


"Iya Ma, ada pekerjaan yang harus Alfa segera diselesaikan."


"Gimana menantu Mama, sudah kamu temui tadi."

__ADS_1


"Belum Ma, Alfa sibuk banget hari ini sampai tidak sempat menghubungi Anin."


"Gimana sih Fa."


Nampak muka Mama yang kecewa.


"Nanti ya Ma, setelah Alfa dari pulang dari luar kota karena besok Alfa berangkat ke luar kota dan di sana 2 hari."


"Besok, nggak bisa sehari pulang."


"Ma, Alfa janji setelah dari luar kota Alfa akan menemui Anin."


"Bener ya."


"Iya Ma, Alfa ke kamar dulu."


Mama Ani memandangi Alfa yang pergi meninggalkannya menuju ke lantai 2.


"Ma, jangan terlalu di paksa Alfa. Mungkin memang pekerjaan ini sangat penting dan harus diselesaikan dulu sebelum masalah pribadinya."


Kata Amel ya tidak mau adiknya terlalu terbebani karena permintaan Mamanya.


"Kamu kayak nggak tau Alfa aja, Dia kalau udah kerja lupa urusannya sendiri."


"Nanti biar Amel yang bicara Ma."


Alfa masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas sofa.


"Anin..."


Dia merasakan badannya capek sekali dan memilih menyegarkan badannya sebelum menghubungi Anin.


Setelah merasakan badannya segar Alfa sekalian melaksanakan kewajibannya kepada Sang Khalik.


Alfa turun dari kamarnya karena merasakan perutnya keroncongan, Dia menuju meja makan yang masih ada Mama dan Kakaknya.


"Makan Fa."


"Iya Kak."


"Makasih Ma."


Mamanya tersenyum saja dan Mereka makan bersama.


Selesai makan Alfa merasakan dari tadi Mamanya diam saja, Dia mengajak bicara Mamanya.


"Ma."


"Hmmm, kenapa."


"Mama kenapa."


Alfa menatap wajah Mamanya yang diam saja tak cerewet seperti biasanya.


"Hufftt.. " Terdengar helaan nafas Mamanya.


"Mama khawatir aja kalau Anin nanti di lamar orang, Mama udah suka sama Dia." Kata Mamanya sambil duduk di kursi.


"Ma.. Kok bicara seperti itu."


Alfa juga nampak sedih melihat Mamanya begitu.


"Kamu nggak buruan."


Alfa menghampiri Mamanya yang duduk dan memeluknya dari belakang.


"Iya Ma, tunggu Alfa menyelesaikan pekerjaan Alfa dulu ya Ma. Alfa janji akan menemui Anin dan berbicara dengannya untuk meyakinkannya."


"Janji kamu."


"Iya Ma, Alfa janji."


Malam semakin larut Mama Ani diminta Alfa untuk beristirahat begitu pula dengan Alfa sendiri memilih ke kamar.

__ADS_1


"Fa.."


Kak Amel memanggilnya.


"Kak Amel belum tidur."


Alfa melihat Kakaknya itu keluar dari kamar Arsy dan Dia balik lagi dan duduk di ruang keluarga bersama Kakaknya.


"Belum ngantuk Fa, apa kamu sudah mau tidur."


"Belum Kak, Alfa mau coba telepon Anin."


Nampak wajah Alfa yang sedikit lesu.


"Kalian berantem."


"Nggak Kak, cuma tadi pagi Alfa telepon tapi di matikan Dia. Mau menghubungi lagi Alfa belum sempat karena mempersiapkan dokumen untuk ke luar kota besok."


"Kamu harus menjaga komunikasi dengan Anin Fa."


"Iya Kak, bentar ya Kak Alfa mau telepon dulu biasanya jam segini dia belum tidur."


Kak Amel menganggukkan kepalanya dan Alfa menekan nomor Anin yang ada di ponselnya.


tut...tut....


Sekali tak di jawab, Alfa mencoba menghubunginya lagi.


tut...tut....


Dua kali tak dijawab, wajah Alfa sudah terlihat gusar.


"Kenapa nggak diangkat."


Tanya Kak Amel dan Alfa mengangguk saja sambil mencoba menghubunginya lagi.


"Assalamualaikum."


Terdengar suara Anin yang terdengar lemas.


"Waalaikumsalam, Anin sudah tidur ya nggak dijawab dari tadi."


Suara Alfa dia haluskan supaya Anin merasa nyaman.


"Belum Mas dari kamar mandi, ada apa Mas."


"Maaf ya Anin, Mas seharian gak sempat menghubungi kamu. Mas banyak pekerjaan besok harus ke luar kota selama 2 hari."


Tak ada suara Anin dan Alfa pun memanggilnya kembali.


"Anin masih di sana."


"Iya Mas."


"Anin nggak papa kan, Mas belum sempat untuk ke rumah nanti setelah dari luar kota Mas janji akan ke sana."


"Iya Mas."


"Anin, Mas mau kasih tau kalau perginya sama Siska. Mas bilang begitu karena tak ingin salah paham aja. Mas takut nanti kamu dengar dari orang lain yang menambah - nambah cerita."


"Iya Mas."


Dari tadi Anin hanya menjawab dengan kata iya Mas membuat Alfa merasakan ada sesuatu yang Anin simpan.


"Anin, kamu kenapa."


"Nggak papa Mas, ya udah Mas istirahat aja besok kan harus pergi."


"Mas minta jawaban kamu nanti sepulang dari luar kota ya."


"Insya Allah Mas."


"Anin, Mas berharap kamu membalas perasaan ini. Kamu harus tahu perasaan Mas takkan pernah berubah sama sekali sama kamu."

__ADS_1


Anin terdiam, apa yang terjadi dengan Anin...


Tunggu PoV Anin ya 😱😱😱😱


__ADS_2