
Setelah pulang dari restoran, Mama Ani langsung masuk ke kamarnya. Sepanjang jalan tadi pun Dia hanya diam tidak mengajak Alfa dan Anin ngobrol.
"Fa, Mama kenapa."
Tanya Kakaknya yang melihat raut muka Mamanya yang kurang bahagia.
Alfa tersenyum dan membawa dirinya duduk di sofa di samping kakaknya bersama istrinya.
"Tadi Alfa mengajak bicara masalah Indra, Kak."
Amel menatap Alfa sambil mengerutkan dahinya.
"Fa, Mama gak usah dipaksa. Kakak nggak papa kalau memang Mama tidak menyukai Mas Indra lagi karena memang kelakuan Mas Indra yang keterlaluan bersama keluarganya."
Alfa menangkap ada rasa kecewa di wajah kakaknya.
"Kak.."
Amel menghadap ke arah Alfa.
"Kakak, ingin Arsy bisa kumpulkan sama Papanya."
Amel nanar menatap ke arah Alfa.
"Huft ..."
Helaan nafas Amel terdengar jelas.
"Siapa yang tidak ingin keluarganya bahagia Fa." Amel memalingkan wajahnya dari Alfa.
Alfa pun tersenyum dan merangkul pundak istrinya yang duduk di sebelahnya.
"Kalau begitu, masalahnya mudah kak cuma menaklukkan hati Mama aja. Iya nggak sayang."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Tapi kamu tahu sendiri Fa, gimana sikap Mama sama Mas Indra."
"Yang penting itu antara Indra dan Kak Amel sama-sama punya rasa ingin bersatu kembali demi kebahagiaan Arsy."
Amel menatap Adiknya tak paham.
"Tapi Mama sulit Fa."
"Sulit kalau kalian berdua sendiri-sendiri menghadapinya tetapi, kalau kalian berdua bersama bersatu demi kebahagiaan Arsy Mama pasti akan luluh Kak."
__ADS_1
"Benar juga apa kata Alfa."
dalam hati Amel.
"Caranya."
"Lha itu, pr Kak Amel sama Indra. Yuk Sayang kita istirahat kamu pasti capek."
Alfa tersenyum mendapat tatapan mata dari kakaknya lalu mengajak Anin menuju ke kamar mereka untuk beristirahat.
"Mas."
"Iya Sayang kenapa."
Alfa berjalan sambil memeluk pinggang istrinya.
"Emang caranya gimana Mas meluluhkan hati Mama."
"Itu biar dipikirkan sama Kak Amel dan Indra, kita istirahat aja sayang."
Alfa membuka pintu kamar mereka dan masuk ke dalamnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Amel masih termenung sendiri.
Lalu terdengar ponselnya yang berbunyi.
"Mas Indra."
katanya seraya mengambil ponselnya yang ada di atas meja.
"Assalamualaikum Mas."
"Waalaikumsalam."
terdengar jawaban dari seberang telepon.
"Ada apa Mas." Tanya Amel
"Kamu di rumah."
"Iya, di rumah. Arsy lagi tidur."
"Mama?" Tanyanya.
__ADS_1
"Iya di rumah, baru aja pulang tadi pergi sama Alfa." jawab Amel.
"Mas mau ke rumah sekarang."
Amel kaget..
"Mau ngapain Mas." terdengar suara Amel yang agak keras.
"Mas mau bicara sama Mama."
"Mas, mau bicara soal apa lagi. Mama lagi dalam kondisi tidak memungkinkan untuk di ajak bicara." cegah Amel karena dia tidak ingin merusak suasana hati mamanya yang sudah terlihat hari ini kurang bersemangat.
"Mas harus bicara, Mas akan buktikan kalau masih ini serius."
"Dengan cara apa Mas."
"Mas ceritanya nanti kalau sudah sampai sana ya ini mau berangkat."
terdengar suara pintu mobil dibuka kemudian ditutup dan mesin mobil pun menyala.
"Mas, jangan nekat deh. Nanti malah membuat Mama makin benci sama Mas Indra."
"Kamu tenang aja, semua akan baik-baik saja ini demi keluarga kita." Indra berusaha untuk meyakinkan Amel.
"Non... Non Amel.."
lalu didengar suara pengasuh dari Arsy yang memanggilnya dan jelas Indra masih mendengarnya karena masih dalam kondisi menelepon.
"Kenapa Bi." Amel kaget juga melihat pengasuh anaknya tergesa-gesa memanggilnya.
"Non Arsy, panas Non."
"Apa!!!"
Amel langsung meletakkan ponselnya dan mendorong kursi rodanya menuju ke kamar anaknya.
"Mel.. Amel... Arsy kenapa."
Suara Indra masih memanggilnya dari telepon yang dia letakkan di meja namun tak ada jawaban karena Amel sudah pergi ke kamar Arsy.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
gimana kelanjutannya selalu dinantikan ya makasih banget masih setia membaca terus novel ini...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1