
Alfa melingkarkan lengan Anin di lengannya, Mereka berjalan bersama menuju meja pernikahan tadi untuk menandatangani dokumen nikah.
Semua yang hadir memandang ke arah Mereka yang nampak serasi berjalan bersama yang satu perempuan cantik dan yang pria nampak tampan dan gagah.
"Pelan - pelan saja Sayang."
Ucap Alfa melihat istrinya kesusahan berjalan karena kebaya yang dikenakan sempit di bagian bawah.
Anin mengeratkan pegangan ke lengan Alfa, sambil berjalan melewati para tamu undangan.
"Ma.. Bunda, Ma."
Arsy terlihat senang sekali melihat Anin berjalan di depannya bersama Alfa.
"Iya Sayang, itu Bunda."
Kata Amel yang sangat bahagia melihat adiknya akhirnya kini sudah sudah menemukan perempuan yang cocok untuk mendampingi hidupnya.
"Bunda..." Arsy sontak berteriak dan menjadi pusat perhatian.
Anin tersenyum dan melambaikan tangannya begitu pula Alfa, membuat Arsy ingin berlari ke arah Mereka namun bisa dicegah oleh Susternya.
Alfa menarik kursi untuk tempat duduk Anin dan mempersilahkan istrinya untuk duduk.
"Silahkan Sayang."
"Makasih Mas."
Mereka berdua sudah berada di depan Pak penghulu dan kemudian mengikuti instruksinya untuk menandatangi dokumen.
Alfa juga memberikan mahar yang ia berikan kepada Anin serta bertukar cincin pernikahan mereka dan tak lupa berfoto untuk mengabadikan momen sakral itu.
Acara selanjutnya sungkeman kepada orang tua mereka, Alfa membantu Anin untuk menuju ke tempat sungkeman. Setelah itu Anin jongkok di hadapan Mama Rani dan Alfa di hadapan Papa Budi.
Anin tak bisa menahan air matanya dia menangis sambil mencium tangan Mamanya.
"Maafin Anin ya Ma, selama ini Anin menjadi anak yang tidak nurut sama Mama selalu membuat jengkel Mama. Doakan pernikahan Anin Ma, semoga selalu dalam lindungan Allah."
"Iya Sayang, Mama akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan keluarga kalian, berbaktilah kepada suamimu karena itu adalah surga bagimu."
Mama Rani juga tak mampu untuk menahan air matanya hingga beberapa kali menyeka air mata yang membasahi pipinya dengan tisu.
"Iya Ma, Anin akan mengingat pesan Mama."
Alfa juga berjongkok sambil memegang serta mencium tangan Papa mertuanya itu.
"Pa, Alfa meminta doa supaya keluarga kita selalu dalam lindungan Allah."
"Iya Alfa, Papa akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan keluarga kalian, dan ingat pesan Papa jika suatu saat nanti kamu sudah tidak mencintai Anin jangan kamu sakiti dia kembalikan dia kepada Papa biar Papa yang mendidiknya."
"Alfa akan selalu berusaha menjaga cinta ini hanya untuk Anin Pa."
"Papa percaya sama kamu jika laki-laki yang bertanggung jawab, Didiklah Anin menjadi istri yang sholehah selalu berbakti kepada."
"Insya Allah Pa."
Kemudian mereka berdua bergantian posisi. Setelah selesai Alfa membantu Anin untuk berdiri dan berpindah posisi sungkeman dengan kedua orang tua Alfa.
Mama Ani duduk bersama Kakak dari almarhum Papanya Alfa yang menggantikan posisi Papanya.
Anin berjongkok di hadapan Mama Ani sedangkan Alfa di hadapan Omnya.
Mereka meminta doa serta mengucapkan maaf supaya keluarga mereka selalu mendapatkan perlindungan dan kebahagiaan.
Selesai semuanya, Alfa melihat wajahnya istri yang sembab karena menangis dia mengusap air mata Anin dengan jarinya.
__ADS_1
"Sudah Sayang, jangan nangis lagi."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Acara hari itu akan dilanjutkan dengan resepsi yang akan terlaksana sampai sore saja, karena Alfa tidak mau istri dan keluarganya kelelahan karena terlalu lama acara mereka.
Anin dan Alfa diminta oleh WO untuk segera berganti pakaian yang akan mereka kenakan di acara resepsi.
Alfa tak pernah melepaskan genggaman tangannya di istrinya hingga masuk di ruang make up.
Anin sudah ada yang membantu mengenakan gaun yang begitu lebar sedangkan Alfa hanya berganti setelan dan jasnya saja yang serasi dengan gaun milik istrinya.
Alfa telah selesai dan duduk di sofa sambil terus mengamati sang istri yang masih dirapikan make up dan juga jilbabnya.
"Di pandangi terus istrinya takut hilang ya." Suara Kak Amel membiarkan lamunan Alfa.
"Bunda.."
Arsy yang sejak tadi merajuk ingin ikut Anin akhirnya lari dari genggaman tangan susternya dan mendekati Anin.
"Halo Sayang."
Arsy berada dihadapan Anin dan mengamatinya yang sedang di make up.
"Bunda Cantik."
Anin tersenyum dan mencubit pelan pipi Arsy.
"Lihatin istri sampai kayak gitu." Ledek Amel dan Alfa tersenyum saja sambil masih memandangi Anin.
"Cantik ya Kak istri Alfa."
"Cantik banget Anin Fa."
"Sudah Kak,coba berdiri."
Pinta penata riasnya.
Alfa langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Anin.
"Mas bantu Sayang."
Alfa meraih tangan Anin dan menggenggamnya untuk membantunya berdiri.
Anin mencoba berdiri namun karena posisi kakinya yang kurang tepat dia hampir saja jatuh, tapi untung Alfa dengan sigap menangkap tubuhnya dan sekarang Anin ada di pelukan Alfa.
"Kamu nggak papa Sayang."
"Nggak papa Mas."
Alfa membantunya duduk, dan kemudian berjongkok di kaki Anin untuk membenarkan sepatu istrinya itu.
"Ini belum pas Sayang sepatunya, Mbak kalau benerin sepatu yang pas dong istri saya bisa keseleo."
Alfa langsung menegur pegawai WO itu.
"Maafkan kami Pak."
"Mas, udah Anin nggak papa."
"Kalau kamu jatuh gimana tadi, kaki kamu sakit lagi." Alfa memandang Anin yang menunduk saja.
"Jangan sedih gitu, maafin Mas. Mas khawatir sama kamu."
Alfa memegang pipi Anin dan mengusapnya lembut.
__ADS_1
"Alfa, udah Anin nggak papa."
Ucap Amel karena merasa kasihan juga pegawai WO tadi ketakutan.
"Bisa berdiri Sayang."
Anin menganggukkan kepalanya, dengan dipegangi Alfa dia berdiri.
Mereka berdua segera keluar dari ruang make up karena acara akan segera dimulai.
Alfa memegang erat tangan Anin yang melingkarkan lengannya, Mereka memasuki ruang resepsi dengan diikuti oleh orang tua mereka.
Suasana sudah ramai, Alfa mengundang kolega bisnisnya juga beberapa klien perusahaan yang ia Pimpin, belum lagi tamu dari pihak keluarga besar mereka berdua. Semua ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua mempelai.
Di atas pelaminan Alfa dan Anin bagaikan raja dan ratu sehari, menerima ucapan dari para tamu undangan yang terus silih berganti.
Tak lupa hiburan juga mereka sediakan untuk memeriahkan pesta pernikahan mereka.
"Sepertinya ini ada penampilan khusus dari mempelai pria yang akan di persembahkan untuk istri tercinta." Ucap MC dan tepuk tangan bergemuruh.
"Mas mau ngapain."
Tanya Anin di atas pelaminan.
Alfa tersenyum saja,
"Tunggu sebentar disini ya Sayang."
Alfa mengecup kening Anin dan turun dari atas pelaminan.
Alfa naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon dihadapannya.
"Sebuah lagu untuk seorang wanita ya telah bersedia menjadi istriku, terima kasih karena kaulah tulang rusuk Ku."
Alunan gitar mengiringi lantunan lagu yang dibawakan oleh Alfa yang khusus dipersembahkan untuk Anin.
Kau tulang rusuk yang ku nantikan
Keindahan yang tak terlukiskan
Ku bangga menikahi mu
Jadikan engkau istriku
Kau jawaban Tuhan dalam setiap doaku
Kau jawaban Tuhan yang menjadi nyata
Ku 'kan menjagamu
Sampai nafasku berhenti
Ku akan setia selalu di sisimu
Sampai maut memisahkan cinta kita
Kau takkan terganti
Selamanya kau di hati
Petikan lagu Sammy Simorangkir - Tulang Rusuk.
😁😁😁
Author baru pulang dari resepsinya jadi baru bisa cerita ya 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1