
Alfa telah sampai di kantor dan langsung menuju ke ruangannya setelah memberikan kunci mobilnya kepada satpam untuk diparkirkan.
Rina nampak telah hadir dan sudah terlihat sibuk membuatkan agenda hari itu untuk Alfa.
"Rina."
Rina yang sejak tadi tidak mengetahui kehadiran Alfa mendengar ada yang memanggil nyapu langsung menengadahkan kepalanya.
"Pak Alfa. Maaf Pak, Saya tidak mengetahui kalau sudah hadir."
"Ya nggak papa, bagaimana sudah kamu cari tahu apa yang saya minta."
"Sudah Pak, kata perawat yang ada di klinik perempuan itu kakinya terkilir Pak dan disarankan untuk di urut supaya tidak tambah parah."
Alfa ekspresinya kaget sampai terkilir kaki perempuan yang ditabrak oleh Siska.
"Terkilir, berati Siska nabrak keras. Terus kamu sudah ketemu di divisi mana dia."
"Sudah Pak, di bagian teknis sub programmer yang dipimpin Bu Rita dan Dia karyawan baru di sini baru kerja satu minggu ini Pak."
Alfa menganggukkan kepalanya, namun sekarang yang ada dipikirannya bagaimana keadaan perempuan itu apa bisa masuk kerja jika keadaan kakinya seperti itu.
" Tolong tanyakan ke Bu Rita, apakah perempuan itu masuk kerja hari ini."
"Baik Pak."
Alfa pun masuk kedalam ruangannya untuk segera melaksanakan agendanya hari ini.
Selsai mendapat info dari Bu Rita, Rina segera memberitahukan kepada Alfa.
"Permisi Pak."
Rina masuk ke dalam ruangan Alfa.
"Iya bagaimana."
"Dia ijin Pak hari ini, karena setelah tadi sore diurut hari ini akan dibawa ke rumah sakit oleh kedua orang tuanya untuk pemeriksaan lebih lanjut apakah ada sesuatu yang membahayakan atau tidak di tulang kakinya."
"Siska memang sudah keterlaluan, tidak kali ini saja dia mencelakai karyawan yang ada di sini. Dia selalu lari dari tanggung jawabnya dan tidak mau mengakui kesalahannya."
Rina pun menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Alfa.
"Kamu cari tau data perempuan itu dan minta kepadanya untuk visum. Saya akan mengumpulkan bukti-bukti jika Siska sudah bertindak diluar batas saya harus melaporkannya ke direksi."
__ADS_1
"Baik Pak, saya akan mencari info tentangnya Pak."
"Makasih Rina."
"Sama - sama Pak, saya permisi."
Rina meninggalkan ruangan Alfa dan akan segera menghubungi HRD meminta data diri dari Anin.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Pa, Ma. Kenapa kita harus ke rumah sakit sih Anin ndak apa-apa Ma."
Anin ini anaknya takut jika disuruh melakukan pemeriksaan karena takut dengan jarum.
"Sayang, kaki kamu perlu diperiksakan supaya tidak terjadi apa-apa kamu kan anak cewek Mama enggak mau kamu itu kenapa kenapa sayang."
"Anin nggak papa Ma, ini bisa buat berdiri."
Anin masakan untuk berdiri dan akhirnya merasakan kesakitan.
"Aow..."
"Kan Mama bilang apa, kamu itu di bilangin Mama nggak percaya."
"Ayo Pa, kita betangkat."
kedua orang tua Anin membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tadi pagi untuk urusan kantor sudah dibantu oleh Miss Salsa untuk izin ke Bu Rita dan disampaikan ke pihak HRD nantinya akan disusulkan surat keterangan dokternya.
Sesampainya di rumah sakit Anin dibawa ke klinik ortopedi, Mereka disambut oleh dokter spesialis tulang.
"Silahkan Pak, Bu."
"Makasih Dok."
Setelah Mamanya Anin menjelaskan semuanya ke dokter kini Anin dibawa untuk melakukan pemeriksaan rontgen.
Pemeriksanaan berlangsung hanya sekitar 30 menit dan tinggal menunggu hasilnya.
Saat menunggu ponsel Anin berdering ternyata panggilan dari Miss Salsa.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam Anin, gimana keadaan mu sekarang."
__ADS_1
Terdengar suara dari sebrang telepon Anin.
" Ini lagi di rumah sakit Miss, diantar sama Mama dan Papa. Ada apa Miss."
"Ini barusan ada telepon dari HRD, kamu diminta untuk melampirkan hasil rontgen."
"Iya Miss, ini juga sedang menunggu hasil pemeriksaan."
"Baiklah kamu istirahat aja di rumah nggak usah mikirin kantor. semua pekerjaan mu sudah kita handle semuanya."
"Makasih Miss, Maaf ya Miss merepotkan."
"Iya tapi nggak ada yang gratis ya, he he he..."
"Gampang Miss, tunggu gajian pertama yang Miss he he he..."
"Ha ha ha.. Kamu Anin bercanda kali, pokoknya kamu pikirkan kesehatan kamu aja dulu nggak mikir kantor."
"Iya Miss, makasih banyak."
" Ya sudah Anin, saya kerja lagi ya Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Panggilan diakhiri dan Anin pun dipanggil untuk mengambil hasil pemeriksaan.
"Dari pemeriksaan ini, Alhamdulillah keadaan tulang kaki Mbak Anin ini baik-baik saja Bu, Pak. Tapi harus istirahat jangan dipaksakan untuk berjalan nanti akan mengakibatkan cidera yang lebih serius."
Jelas Dokter.
"Alhamdulillah, baik Dok. Makasih banyak."
Setelah ketemu dengan dokter Mereka pun pulang ke rumah.
"Pa, sepeda motor Anin gimana kan masih di kantor."
"Biar Papa nanti minta orang untuk ambil sepeda motor kamu. Kamu nanti telepon teman kamu yang kemarin itu ya supaya membantunya boleh mengeluarkan sepeda motor itu."
Kata Papa Budi.
"Iya Pa, makasih Pa."
Sesampainya di rumah Anin langsung di suruh istirahat di kamar saja dan kebutuhannya untuk makan nanti akan diantar oleh Mamanya.
__ADS_1
🙂🙂🙂🙂🙂