
~Anin PoV~
Aku mengusap air mataku yang entah kenapa rasanya ingin terus mengalir dengan sendirinya saat melihat ponselku bergetar dan terdapat nama Mas Alfa di sana.
"Apa harus aku jawab."
Aku masih terdiam sambil memegang ponselku, sama sekali belum aku jawab panggilan Mas Alfa yang sudah kedua kali ini.
Setelah itu ponsel ku berhenti mungkin Mas Alfa sudah menyerah untuk menghubungiku lagi, tetapi nyatanya tidak ponselku bergetar lagi dan nama Mas Alfa muncul di layar.
Aku geser tombol hijau yang ada di layar dan ku jawab saja karena perasaan ini masih terpaut dengannya.
Mas Alfa menanyakan aku kemana baru menjawab panggilannya setelah 3 kali.
Terpaksa aku bohong saja, Aku mengatakan jika aku dari kamar mandi padahal sebenarnya aku bingung apakah harus menjawabnya atau tidak.
Mas Alfa meminta maaf jika Dia seharian tadi belum bisa menghubungi ku lagi karena dia sibuk, ya aku maklum sebagai seorang GM pasti pekerjaan Mas Alfa sangat banyak sekali.
Kemudian Dia bilang kalau 2 hari ke depan dia akan ke luar kota, aku merasakan sedih berati 2 hari ke depan aku takkan bisa bertemu dengannya. Walaupun beberapa hari ini aku sering mendiamkan dia tapi jauh didalam lubuk hatiku aku kangen akan perhatian-perhatian yang dia berikan kepadaku.
Aku gengsi untuk mengatakan jika aku akan merindukannya, kemudian Mas Alfa juga bilang kalau dia kan keluar kota bersama dengan Bu Siska.
Deg...
Jantung ku terasa dihujam rasanya sesak, kenapa dengan diriku ini apakah aku cemburu.?
Ada rasa tidak rela jika Mas Alfa pergi bersama dengan Bu siska apalagi selama 2 hari di luar kota, pikiranku jadi kemana-mana.
Tapi aku salut sama Mas Alfa dia sudah jujur dia akan pergi dengan Bu Siska. Katanya untuk mencegah kesalahpahaman Kita takutnya diriku ini nanti mendengar dari orang lain yang akan menambah cerita menjadikan hubungan kita semakin panas.
Mungkin Mas Alfa beberapa hari ini juga merasakan aku yang sering mendiamkannya. Tapi maaf Mas aku belum bisa cerita, Aku ingin memantapkan hati ini dengan meminta petunjuk kepada Sang Khalik.
Mas Alfa bilang akan meminta jawabanku setelah dia pulang dari luar kota. Aku makin bimbang, satu sisi perasaanku mulai tumbuh rasa cinta tetapi di sisi lain ada perasaan yang membuatku harus jauh darinya. Aku takut peneror itu benar-benar merencanakan sesuatu yang membuat Mas Alfa kehilangan karirnya karena dekat dengan Ku.
Setelah panggilan telepon dari Mas Alfa berakhir aku letakkan tubuhku di atas tempat tidur dan air mataku kembali menetes.
__ADS_1
"Beri petunjuk Mu Ya Allah, keputusan apa yang harus hamba ambil."
Aku lelah menangis hingga terlelap sendiri ke alam mimpi dan aku terbangun ketika alarm berbunyi.
Iya, Aku mau bersimpuh di hadapannya meminta petunjuk yang terbaik dariNya, demi masa depanku.
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi menjelang Alfa sudah bersiap dia hanya membawa baju ganti untuk dua hari saja karena jika urusan selesai dia akan langsung pulang.
Setelah berpamitan dengan Mama dan Kakaknya, mobil dia kendarai menuju ke kantor karena Dia akan keluar kota bersama Siska dan juga Pak Burhan serta mereka akan diantar oleh supir kantor.
Sesampainya di kantor, Rina sudah menunggunya di lobi untuk memberikan berkas yang akan mereka bawa.
Setelah selesai pengecekan Alfa langsung berangkat ke luar kota bersama Siska dan juga Pak Burhan.
Sekitar 2 jam perjalanan Alfa telah sampai dan langsung meeting dengan pimpinan cabang hingga menghabiskan waktunya sampai sore.
Malam mulai menjelang Mereka pergi ke hotel untuk beristirahat karena memang sehari itu belum bisa menyelesaikan masalah yang ada di sana.
Selesai mandi Alfa melaksanakan kewajibannya kepada sang Khalik, sesaat setelah selesai Alfa duduk di sofa sambil memegang ponselnya.
"Anin lagi apa ya."
Belum jadi apa menghubungi Anin tapi terdengar ketukan di pintu kamarnya.
tok ...tok...tok...
Alfa berdiri dan membuka pintu.
"Pak Alfa mari kita makan malam bersama." Ajak Pak Burhan yang sudah di depan pintu kamarnya.
"Baik Pak Burhan."
Alfa segera mengikuti Pak Burhan untuk menuju ke ruang makan yang telah disediakan oleh pihak hotel.
__ADS_1
"Pak Alfa."
Siska langsung mendekati Alfa dan ingin meraih lengan Alfa namun ditepis oleh Alfa.
"Maaf Bu Siska jaga sikap Anda."
"Lho.. Salah ya Pak, ini kan kita lagi di luar nggak di kantor juga. Lagian kita juga lagi santai."
Siska ingin meraih kembali Lengan Alfa namun dia bisa menghindar.
"Mari Pak Alfa."
Pak Burhan yang tahu jika Alfa tidak nyaman dengan Siska mengajak Alfa untuk menuju ke meja makan.
Siska juga tidak tinggal diam dia mengikuti Alfa dan langsung mengambil duduk di sampingnya.
Alfa memilih diam dan menikmati makan malamnya percuma juga bicara dengan Siska.
"Pak Alfa mau minum apa saya bisa mengambilkannya."
"Makasih Bu Siska, Saya cukup minum yang ada disini saja."
Alfa meminimalisir segala sesuatu yang berhubungan dengan Siska.
"Sok jual mahal banget kamu AlFa." Dalam hati Siska dengan memandang Alfa penuh misteri.
Alfa asyik ngobrol dengan Pak Burhan, sedangkan Siska mengambil ponselnya dan ingin melakukan sesuatu.
"Hah.. Dapat juga."
Siska melihat ponselnya dan tersenyum penuh kemenangan.
"Lihat saja Alfa, apa kalian masih bisa bertahan."
Siska bermain dengan ponselnya dan mengirimkan sesuatu kepada seseorang.
__ADS_1
😱😱😱😱😱