KOPI CINTA

KOPI CINTA
53


__ADS_3

Semalam Alfa berfikir, siapa yang mengirimkan pesan teror kepada Anin dengan mengancam jika dia dekat dengan dirinya maka karirnya akan hancur.


Alfa memang sudah menghubungi Salsa atas bantuan Rina dan Salsa sudah menceritakan semuanya masalah yang dialami oleh Anin mengenai pesan teror itu.


Alfa sebenarnya juga sudah menunjuk ke satu orang tapi sayangnya dia belum punya bukti yang kuat untuk menuduhnya.


"Lebih baik aku temui Anin terlebih dahulu dan meyakinkannya kembali sebelum aku mencari tahu siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini."


Alfa merasa geram dengan orang yang telah meneror Anin dan bermaksud untuk menghancurkan hubungan mereka.


Alfa sudah bersiap akan berangkat ke kantor hari ini dia sudah merencanakan sesuatu dengan dibantu oleh Salsa agar bisa bicara dengan Anin. Karena jika dirinya sendiri yang mengajak Anin untuk bertemu pasti Anin akan menolaknya.


"Sarapan dulu Fa."


"Iya Ma."


Alfa sama sekali tidak bercerita dengan Mamanya, tapi Amel kemarin sudah mengajak bicara Alfa untuk menyelesaikan masalahnya dengan Anin.


"Kapan menantu Mama diajak ke sini Fa."


"Doain ya Ma, hari ini mau diajak ke sini."


"Beneran."


Mama Ani rasa berbinar-binar wajahnya.


"Doain Ma."


"Kalau Anin kesini Mama mau bilang besok malam kita ke rumahnya untuk melamar dia."


"Mama.." Alfa dan Amel bisa barengan.


"Kenapa, Mama salah."


"Nggak Ma, maksudnya Anin kan belum Alfa ajak ke sini kenapa Mama sudah merencanakan seperti itu."


"Alfa, kalau Mama tidak segera bergerak Mama takut kehilangan Anin."


"Tapi biarkan Alfa bicara dulu dengan Anin ya Ma."


"Lama kalau kamu yang bicara, pokoknya hari ini ajak Anin ke sini biar Mama yang ngomong sama dia."


"Insya Allah Ma."


Alfa agak menyesal mengatakan jika Anin akan diajak ke sini hari ini, tapi itu doa baginya supaya Anin beneran mau diajak menemui Mamanya.


Amel menatap adiknya, yang sebenarnya juga merasa kasihan dengan Alfa selalu didesak oleh Mamanya.


Selesai sarapan Alfa pamitan dengan Mama dan juga Kakaknya untuk berangkat ke kantor. Di dalam mobil dia sudah merencanakan sesuatu agar hari ini berhasil membawa Anin menemui Mamanya.


Sesampainya di kantor Alfa langsung menuju ke ruangannya di depan ruangan sudah ada Rina yang menyambut kedatangannya.


"Selamat pagi Pak."


"Pagi Rina, siang ini jadwal saya dikosongkan ya."


"Baik Pak, hari ini tidak ada meeting."


"Oke."


Alfa masuk ke dalam ruangannya dan segera mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.


Di ruang yang berbeda Anin sedang sibuk juga dengan pekerjaannya.


Miss Salsa mendekati meja Anin karena ingin mengambil sesuatu.

__ADS_1


"Anin pinjam data customer."


"Iya Miss ini."


"Anin nanti makan siang bareng ya, kita coba cafe depan yuk."


Miss Salsa mulai menjalankan rencananya yang telah Ia susun.


"Menunya apa Miss."


Anin sama sekali tak curiga karena sebenarnya dia juga penasaran dengan cafe yang ada di depan kantornya belum sempat dia ke sana.


"Banyak Anin, nanti kita coba ya."


"Oke Miss."


"Yes.."


Dalam hati Salsa dia bersorak berhasil.


Hingga waktu makan siang pun telah tiba, Miss Salsa mendekati Anin dan segera mengajaknya keluar.


"Ayo Anin keburu penuh cafenya."


"I.. Iya Miss, save dulu dokumennya."


Sebelumnya Salsa telah mengirimkan pesan kepada Alfa jika mereka akan segera ke cafe.


Miss Salsa menggandeng Anin menyeberangi jalan untuk menuju ke Cafe yang ada di depan kantor.


"Mau pesan apa Anin."


"Roti bakar enak kayaknya Miss, sama jus."


"Oke."


Tak lama pesanan datang dan mulai disantap oleh Mereka.


"Enak kan Anin menu disini."


"Iya Miss, boleh deh lain kali kesini lagi."


"Pasti Anin."


Anin sama sekali tidak curiga jika ada seseorang yang baru masuk ke dalam kafe dan mengamati mereka.


Miss Salsa melihat Alfa sudah datang ke sana, Dia segera menjalankan rencana selanjutnya.


"Anin, aku ke kamar mandi dulu ya."


"Oke Miss jangan lama ya kita belum sholat."


"Oke, bentar aja kok."


Miss Salsa pergi ke arah toilet sebelum memberikan kode kepada Alfa.


Begitu Salsa pergi Alfa mendekat ke tempat duduk Anin, Dia sama sekali tidak mengetahui kehadiran Alfa karena dia sedang memandang ke arah jendela melihat keramaian lalu lintas.


Anin melihat jam tangannya, dan menoleh ke arah belakang.


Betapa kagetnya sudah ada Alfa yang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum memandangnya.


"Mas Alfa." Ucapnya lirih.


"Kenapa ekspresi kamu seperti itu Anin."

__ADS_1


Alfa mendekat ke meja Anin dan Dia tak mau langsung meminta Anin untuk jujur tapi dia ingin membuat suasana lebih enak untuk bicara.


Anin terlihat bingung dan tak tau mau bicara apa, Dia hanya memainkan bibirnya.


"Kenapa kamu tidak jujur sama Aku, dan menyembunyikan semuanya."


"Maksudnya Mas Alfa apa."


Anin berdiri dan menatap ke arah Alfa.


"Anin.. Please, Love Me. Jangan bohongi hati kamu."


Anin hanya bengong memandang ke arah Alfa yang menatapnya penuh cinta.


"Saya nggak percaya dengan jawaban kamu kemarin Anin. aku yakin kamu juga mencintai Ku."


Anin hanya diam dan menunduk, pelupuk matanya mulai penuh dengan air mata.


"Anin, tetaplah selalu bersamaku mulai hari ini dan untuk selamanya."


Alfa mengulurkan tangannya untuk di raih Anin.


"Hiks..hiks... "


Anin menyeka air matanya.


"Jika Mas Alfa sama Anin apa semuanya akan baik-baik saja."


"Anin, kita hadapi semuanya bersama dan kamu tidak perlu khawatir jika nantinya aku akan kehilangan pekerjaan ini, aku janji akan tetap bersama kamu dan akan tetap bisa membahagiakan kamu."


Alfa masih menengadahkan tangannya menunggu untuk di terima oleh Anin.


Namun Anin malah semakin terisak, "Hiks...hiks..."


Alfa menarik tangan Anin dan membawanya ke pelukannya.


"Hiks...hiks...hiks... Mas Alfa kan menemui masalah jika sama Anin."


Alfa mengeratkan pelukannya dan mengusap kepala Anin yang tertutup hijab.


"Mas nggak peduli, walaupun harus kehilangan pekerjaan ini yang penting Mas tidak kehilangan kamu."


Anin terisak di dada Alfa, namun di sana dia menemukan kenyamanan.


"Jangan nangis, jangan risau akan masa depan Mas. Biarkan mereka mau berbuat apa yang penting Mas akan tetap cinta sama kamu."


"Hiks..hiks.. Anin takut Mas."


"Jangan takut Mas akan selalu ada untuk kamu."


Alfa melonggarkan pelukannya dan mengusap air mata Anin dengan jarinya.


"Kita pergi dari sini ya."


Anin pun sadar Mereka menjadi pusat perhatian mereka semua yang ada di cafe. Mungkin saat ini foto berpelukan mereka sudah menyebar di semua grup WhatsApp yang ada di kantor.


"Iya Mas."


Alfa menggandeng tangan Anin dan membawanya keluar dari cafe.


😁😁😁😁


Ini episode teruwu. uwuw.... ya


Author bingung menggambarkannya 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


jangan lupa Like 👍👍👍


__ADS_2