
"Papa.... Papa... Papa..."
Teriak Arsy saat melihat Indra akan pulang setelah tadi mengantarnya pulang dari rumah sakit.
Indra yang akan melangkah merasa iba lalu menghampiri Putri semata wayangnya dan menggendongnya.
"Cup.. jangan nangis sayang Papa disini ya."
Arsy terdiam dan menyandarkan kepalanya di pundak sang papa.
"Papa jangan pulang, hiks...hiks.."
Semua memandang ke arah mereka berdua.
"Mas, kasihan Arsy. Dia nyaman banget digendongan Papanya."
Alfa tersenyum sambil merangkul pundak istrinya dan tangan yang satunya mengusap perutnya.
"Mungkin rasa pelukan Papanya, berbeda dengan pelukan kita sayang."
Amel nanar menatap ke arah Arsy yang jelas terlihat sangat nyaman berada bersama Papanya.
"Dra, apa kamu tidak kasihan dengan anak kamu." Ucap Alfa dan Mama Ani langsung menatapnya.
"Aku sayang sama Arsy, Fa."
"Papa..."
"Ya udah kamu nggak usah pulang aja di sini temenin harus tidur. Dia masih sangat manja mungkin juga badannya masih merasa sakit setelah pulang di rumah sakit." Tambah Alfa
Indra di dalam hatinya juga sangat ingin menemani putrinya tapi ia tak berani untuk mengungkapkannya.
Dia menatap ke arah Amel yang juga hanya diam saja tidak berani mengambil keputusan.
"Ma, izinkan Indra malam ini saja di sini menemani Arsy." Ucap Alfa yang paham akan tatapan Indra.
Mama Ani menghela nafasnya, dia sebenarnya juga tidak tega dengan cucunya. Apalagi jika nanti Arsy tengah malam menangis untuk meminta Indra datang.
__ADS_1
"Ma, Indra Papanya Arsy." Ucap Alfa lagi sambil menggenggam tangan Mamanya.
Indra akhirnya mendekati Mama Ani sambil menggendong Arsy.
"Ma, Indra mohon maaf atas kesalahan Indra dan keluarga di masa lalu. Tetapi jujur di dalam hati, Indra ingin memperbaiki semuanya lagi bersama Amel." Ucap Indra serius kepada Mama Ani.
"Mama hanya masih merasa belum yakin dengan kamu." Ucap Mama Ani tanpa menatap mantan menantunya itu.
"Indra akan membuktikan kepada Mama jika Indra sudah berubah dan menyesali semua perbuatan Indra di masa lalu."
"Mama hanya butuh bukti jika kamu tidak akan menyakiti anak dan cucu Ku."
"Indra akan membuktikannya kepada Mama."
"Papa..." Arsy yang terlelap di gendongan Indra mengigau.
"Iya Sayang." Indra dengan sayang menidurkan Arsy.
"Temani Arsy tidur, Mama nggak mau jika tengah malam nanti dia menangis mencari kamu." Ucap Mama Ani yang langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar.
Amel tersenyum memandang sama Mama berarti sudah ada lampu hijau.
Alfa pun tersenyum-senyum akhirnya Mamanya pun membuka hati untuk Indra kembali.
"Kak, temani Arsy sama Indra tidur." Ucap Alfa melihat Indra membawa Arsy ke dalam kamarnya.
"Biar sama Papanya Fa."
Amel sudah bersyukur di dalam hati Mamanya mengijinkan Indra untuk menemani Arsy.
"Alfa senang Kak, Mama sudah membuka hatinya kini tinggal Indra yang harus lebih berusaha lagi meyakinkan Mama."
"Iya Fa, semoga Mas Indra benar - benar serius dengan ucapannya."
"Sayang, kita istirahat yuk."
Alfa mengajak istrinya untuk beristirahat ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Iya Mas, Kak. Anin tinggal ke kamar dulu ya."
"Iya Anin kamu harus banyak istirahat."
"Iya Kak, Kak Amel jangan tidur malam jaga kesehatan juga."
"Iya Anin, makasih ya pengertian kamu maaf Alfa masih terus mengurusi Kakak dan Arsy." Amel memang kadang merasa tidak enak dengan adik iparnya.
"Kak, Anin nggak papa. Mas Alfa sayang sama Arsy dan Anin juga sayang sama Arsy."
"Makasih Anin."
Anin dan Alfa beranjak menuju ke kamar mereka untuk beristirahat.
"Mas, Anin kok tiba - tiba pengen makan sate ayam sambal kacang."
Ucap Anin saat mereka sudah mengistirahatkan badannya di atas tempat tidur milik mereka.
Alfa menatap istrinya dengan tersenyum.
"Mas, Carikan dulu ya. Kamu di rumah."
"Ikut..." Anin terlihat manja dan menggemaskan.
"Sayang, udah malam. Kamu istirahat tidur dulu nanti mas bangunin kalau udah pulang ya." Alfa mengusap kepala Anin yang memeluknya.
"Nggak mau, pengennya makan di sana. Aroma bakar satenya itu yang Anin pingin."
"Tapi Sayang,..."
"Hmmmm.... ikut." Anin merajuk.
"Ya sudah yuk, Mas ambilkan jaket dulu."
Anin menganggukkan kepalanya Alfa mencarikan jaket untuk istrinya.
🙂🙂🙂🙂🙂
__ADS_1
Ngidamnya bau bakaran satenya aja.. 😂😂😂😂😂