
Anin sudah berada di dalam ruang bersalin, Dia gelisah karena Alfa belum juga masuk ke dalam ruangan.
"Sus, suami saya mana."
Anin terlihat gelisah menanti Alfa.
"Tenang ya Bu, sebentar lagi pasti datang."
Anin merasakan perutnya terasa kencang dan kontraksi semakin sering.
"Aduh... Sus, sakit Sus."
"Tarik nafas Bu, keluarkan pelan - pelan."
"Astaghfirullah... Astaghfirullah..."
Anin selalu berdzikir dan mencengkeram besi yang ada di tempat tidurnya.
"Siap ya Bu nanti untuk mengejan, nanti ikuti aba - aba Saya."
Anin sambil menahan sakit dan masih menanti Alfa.
Tak lama pintu terbuka dan yang di tunggu datang, dengan sudah berganti pakaian khusus untuk di ruang operasi Alfa masuk ke dalam ruangan bersamaan dengan Dokter yang akan membantu proses kelahiran Anin.
"Mas, kenapa lama sekali."
Sambil meringis Anin mendapat senyuman dan kecupan hangat di keningnya.
"Maaf ya Sayang, tadi Mas konsultasi dulu sama Dokter. Kamu bisa Sayang, Mas akan selalu mendampingi kamu untuk melahirkan anak kita."
"Sakit Mas..."
Anin laki-laki merasakan kontraksi di perutnya.
Alfa selalu menyemangati istrinya walaupun itu pengalaman pertamanya menghadapi orang akan melahirkan. Dia berusaha untuk nampak tenang walaupun sebenarnya dia sangat takut sekali karena Alfa takut terjadi apa-apa dengan Anin dan buah hatinya.
Alfa selalu menepis pikiran negatifnya dan menggantinya dengan berdoa untuk keselamatan istri dan buah hatinya yang akan lahir.
__ADS_1
"Bu Anin, ini sudah sempurna pembukaannya. Ikuti instruksi saya ya untuk mulai mengejan sambil mengatur nafas." Kata Dokter dan Anin menganggukkan kepalanya sambil menahan sakit.
Alfa di dalam ruangan tak pernah melepaskan genggaman Anin untuk memberinya semangat.
Anin mengikuti instruksi Dokter untuk tarik nafas dan mengejan secara pelan tapi penuh dengan tenaga. Keringat Anin nampak bercucuran padahal Mereka berada di dalam ruangan yang dingin. Alfa dengan sabar selalu mengelapnya dan memberikan semangat kepada istrinya.
"Sayang Kamu bisa Sayang, demi buah hati kita." Anin nampak kelelahan setelah mengejan dan nafasnya tersengal - sengal.
"Ayo Bu semangat lagi Bu, sedikit lagi sudah terlihat rambutnya ini. Ayo Bu Semangat Bu Anin." kata Dokter membuat Anin menarik nafas dan semangat untuk mengejan kembali.
"Huh.... Hah...hah.. "
Terdengar erangan nafas Anin yang dengan sekuat tenaga berusaha untuk mengejan agar anaknya bisa segera lahir.
"Sayang, kamu bisa Sayang..."
Alfa mengusap kepala Anin dan membisikan kata lembut di telinganya.
"Huh... Ya Allah.. Mas.... Sakit Mas...."
Sebenarnya Alfa merasakan tidak tega sekali melihat Anin harus berjuang sendiri untuk melahirkan buah hati mereka.
Anin mulai mengatur nafas kembali dan bersiap untuk mengikuti instruksi dokter.
"Ayo Ibu Anin dorong lagi yang kuat bantu bayinya untuk keluar."
Setelah dorongan yang diberikan oleh Anin dan Andre tak berhenti untuk menyemangatinya akhirnya terdengar tangisan bayi bayi mereka.
"Oooo owekk....ooo...owekk..."
"Alhamdulillah Sayang, jagoan kita sudah lahir. Terimakasih Sayang, atas perjuangan kamu, Mas akan selalu menyayangi dan menjaga kalian berdua."
Alfa mengecup kening Anin dengan lembut dan sangat lama membuat iri Dokter dan suster yang ada di dalam ruangan itu.
Anin seperti tak punya daya lagi, Dia tak bisa berkata - kata lagi tenaganya sudah habis namun di dalam hatinya Dia sangat bahagia bahkan air matanya pun meleleh begitu saja mendengar tangisan bayinya.
Alfa mengusap air mata Anin dengan jari, dan tak terasa ia ikut meneteskan air mata kebahagiaan.
__ADS_1
"Ibu, lihat jagoannya ganteng banget persis Papanya."
Dokter mendekatkan bayi kecil mereka dan meletakkannya di atas dada Anin.
"Hiks ... Hiks... Sayangnya Mama."
Sambil menangis Anin mengecup pipi mungil jagoan kecilnya.
"Makasih Sayang, sudah memberikan jagoan yang luar biasa ini. Kalian harta paling berharga dalam hidup Mas."
Alfa bergantian mengecup anaknya dan Istrinya.
Mereka sangat bahagia menjadi orang tua baru melihat jagoan kecilnya yang menggerakkan bibir mungilnya seperti meminta minum.
"Pak Alfa, silakan adzan dulu untuk putranya."
Alfa mengumandangkan adzan di telinga jagoan kecilnya, yang terdengar merdu membuat Anin bersyukur di dalam hatinya.
"Bapak, silakan tunggu di luar ya kami akan membersihkan Ibu dan bayinya."
Alfa pun menganggukan kepalanya dia berpamitan dengan Anin terlebih dahulu sebelum keluar dari ruang operasi.
" Sayang, Mas keluar dulu ya. Mas akan menunggu kalian di depan."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya Alfa pun mengecup kening Anin sebelum meninggalkan ruangan operasi.
Alfa keluar dari ruangan untuk menemui mereka semua yang telah menunggu di luar ruang operasi.
Begitu melihat Alfa dengan wajah bahagianya, Mereka mendekat dan memintanya untuk segera bercerita bagaimana keadaan Anin di dalam.
"Alhamdulillah, Jagoan Alfa sudah lahir."
"Alhamdulillah..." Ucap mereka serentak.
Alfa lalu memeluk Mamanya mau minta maaf ternyata begitu besar perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya.
"Sudah Alfa, Sayangi istri dan anak kamu " Kata Mama Ani yang tak kalah bahagianya mendapatkan cucu lagi.
__ADS_1
🥳🥳🥳🥳🥳
Siapa nih nama jagoan kecil Alfa dan Anin..😉😉😉😉