KOPI CINTA

KOPI CINTA
65


__ADS_3

Sehari menjelang pernikahannya Alfa benar - benar dibuat galau sudah 2 hari tidak bertemu dengan calon istrinya.


"Kamu kenapa sih Fa."


Amel melihat Alfa duduk di sofa di ruang keluarga nggak jelas memainkan remote televisi dan mengganti-ganti acara yang ada.


"Kak, pinjem HP nya."


"Buat apa."


Amel mengerutkan dahinya heran tumben Alfa pinjem ponselnya.


"Ada deh pinjem sebentar aja."


"Mau ngapain,, Ahhh.. tau Kakak. Kamu mau video call Anin ya."


Alfa tersenyum nyengir ketahuan juga modusnya.


"Bentar aja Kak." Rayu Alfa.


"Nggak ada Alfa, mau tak bilangin sama Mama kamu."


"Kenapa sih, haris ada acara pingit segala."


"Kamu itu bakalan paham kalau nanti pas hari H pernikahan kamu, rasa kangen itu semua akan terbayar ketika kamu nanti menjemput istri kamu setelah mengucapkan ijab qobul atas dirinya."


Alfa mendengarkan Kak Amel dan pikirannya sudah terbayang wajah Anin yang tersenyum cantik.


"Melamun apa kamu, senyum-senyum sendiri. Lamun jorok ya, wah parah.. kamu Alfa."


Ledek Kak Amel dan Alfa terkekeh sendiri.


"Tinggal sehari aja rasanya lama banget ya Kak."


"Ini dua hari aja sudah terlampaui masa tinggal sehari aja nggak kuat kamu." Ledek Kak Amel.


"Aku udah kangen banget Kak, sama Anin."


"Kelamaan jomblo jadi kayak gitu, udah ah.. Kakak ngantuk."


Alfa terkekeh dan memandangi Kakaknya yang menjalankan kursi rodanya menuju ke kamar.


"Anin.. Miss You."


Alfa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan pikirannya sudah membayangkan calon istrinya itu.


Malam makin larut Alfa beranjak menuju ke kamarnya, dia sudah meminta Bibi untuk menata dan membersihkan semua kamarnya. Bahkan dia pun sudah mempersiapkan lemari khusus yang nantinya bisa dipakai Anin untuk menata baju-bajunya.


"Sayang, sebentar lagi kamu nemenin Mas disini."


Alfa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya dan semakin terasa kantuk menyerang dirinya dan akhirnya pun terlelap.


Esok hari Alfa terbangun ketika mendengar adzan subuh dia bergegas membersihkan dirinya dan segera berangkat ke masjid.


Setelah berpamitan dengan Mamanya dia berjalan kaki karena tak jauh dari rumahnya letak masjid biasa dia berjamaah.


Selesai jamaah Alfa langsung menuju ke kamarnya untuk berganti baju olahraga dia ingin menyegarkan badannya dengan berolahraga pagi.

__ADS_1


"Ma, Alfa joging ya."


"Jangan jauh - jauh."


"Iya Ma, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, hati-hati kamu cepat pulang."


"Iya Ma."


Alfa melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu, dia hanya ingin keliling sekitar komplek saja mencari keringat.


Setelah merasa capek Alfa pun berjalan santai menuju ke arah rumahnya. Dia melihat ada sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari rumahnya.


"Mobil siapa itu, sepertinya tadi waktu aku berangkat belum ada." Gumam Alfa sendiri yang merasa curiga dengan mobil berwarna hitam itu.


"Apa aku samperin aja."


Alfa berhenti di depan gerbang rumahnya dan kemudian gerbang itu pun terbuka.


"Pak Alfa sedang apa." Tanya penjaga rumahnya.


"Pak, sejak kapan mobil hitam itu terparkir di situ."


"Kurang tau saya Pak."


"Pak Toni harus waspada ya jangan sembarang orang diterima untuk masuk ke rumah ini apalagi saat saya tidak di rumah dan ingat satu lagi CCTV depan harus menyala terus."


"Baik Pak."


Alfa kemudian masuk ke dalam rumah untuk segera membersihkan dirinya karena hari ini dia masih akan ke kantor dan pulang setengah hari setelah meeting selesai.


"Masih ke kantor Fa."


Tanya Kak Amel.


"Masih Kak, ada meeting dengan direksi tapi nanti setelah selesai Alfa langsung pulang."


Alfa duduk di kursinya setelah mencium pipi Arsy.


"Mam Pa."


"Iya Sayang, habiskan ya."


Arsy menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanannya.


"Alfa, Kamu jangan pergi kemana-mana setelah dari kantor langsung pulang." Pesan Mamanya.


"Iya Ma."


Mereka sarapan bersama dengan menu yang sudah tersedia di hadapan mereka.


Setelah menyelesaikan sarapannya Alfa segera pamit dengan Mama dan juga kakaknya tak lupa pula Arsy.


"Ma, Kak. Jangan sembarangan menerima tamu ya apalagi kalau Alfa tidak di rumah. Kalian hati - hati ya di rumah jangan mudah percaya dengan siapapun yang akan bertamu ke rumah."


"Iya, Mama selalu waspada setelah kemunculan dia lagi."

__ADS_1


Ucap Mama dengan tatapan tak suka jika mengingat Indra mantan menantunya.


"Arsy, jangan keluar dari rumah ya main aja di dalam sama mbak."


"Iya Pa."


Arsy anaknya penurut, dia selalu mengikuti apa kata Alfa.


"Ya udah, Alfa pamit Ma, Kak."


Alfa bergantian meraih tangan Sang Mama dan juga Kakaknya.


"Hati - hati ya Fa, besok hari bahagia kamu jangan kemana-mana langsung pulang."


Pesan Amel.


"Iya Kak."


Alfa melajukan mobilnya meninggalkan rumah, namun sebelumnya dia masih memandang kearah mobil hitam yang tak jauh terparkir dari rumahnya.


Hari sudah semakin siang dan Alfa pun langsung menancap gas untuk menuju ke kantor.


"Sudah pergi si Alfa, pasti yang di rumah hanya ada Mama dan juga Amel." Laki - laki yang berada di dalam mobil hitam itu memandang mobil Alfa yang pergi meninggalkan rumahnya.


Mobil hitam itu berjalan mendekat ke gerbang rumah Alfa dan kemudian laki-laki itu turun dan menekan bel yang ada di depan pagar.


Pak Toni melihat dari CCTV siapa yang akan bertamu dan sebenarnya dia pun sudah mengamati mobil hitam yang terparkir sesuai pesan Alfa tadi.


"Mobil itu dan laki - laki ini seperti foto ini." Pak Toni sebagai penjaga rumah sudah diberikan foto Indra yang di cetakan oleh Alfa.


"Ini nggak beres orang ini."


Pak Toni segera menelepon Alfa jadi yang belum terlalu jauh dari sana pun membalikkan mobilnya. Sedangkan Indra yang masih terus menekan bel rumah Alfa hanya di biarkan saja oleh Pak Toni.


"Ada siapa sih Ma, kok dibuka sama Pak Toni." Amel yang baru saja masuk ke dalam rumah mendengar bel pagar berbunyi namun Pak Toni tidak membukakannya.


"Nggak tau, siapa ya."


Mama Ani melihat ke teras dan Pak Toni berjalan ke arahnya.


"Nyonya, Tuan meminta nyonya untuk masuk ke dalam rumah jangan keluar." Kata Pak Toni.


"Ada apa Pak Toni, siapa yang datang."


"Itu laki-laki yang ada di foto yang diberikan oleh Pak Alfa."


Mama Ani sudah tau siapa yang datang karena kemarin Alfa sudah berbicara dengannya.


"Ayo Amel kita masuk."


Mama Ani mendorong kursi roda Amel yang terlihat bengong tidak paham, karena dia masih belum mengetahui siapa sebenarnya yang datang.


Alfa terpaksa memutar balik mobilnya karena dia sudah merasa curiga dengan mobil hitam yang terparkir tak jauh dari rumahnya apa lagi Pak Toni tadi sudah menelpon jika mobil itu datang ke rumah.


😁😁😁😁😁


Jumat Berkah

__ADS_1


Selalu jaga imunitas 😉😉😉


__ADS_2