KOPI CINTA

KOPI CINTA
61


__ADS_3

Alfa tersenyum saja ke arah Anin.


"Mas ada apa sih, kok senyum - senyum sendiri dari tadi."


Anin masih penasaran sejak keluar dari kantor tadi Alfa terlihat bahagia sekali.


Alfa lagi - lagi hanya tersenyum.


"Ish.. Mas Alfa nyebelin."


Anin cemberut dan membuang mukanya ke arah jendela.


"Ha ha ha..." Malah tertawa Alfa.


"Jangan suka cemberut gitu Sayang, bikin Mas gemas kalau udah nikah nggak ada ampun ya." Ancam Alfa membuat Anin bergidik.


"Mas aneh dari tadi senyum - senyum sendiri."


"Mas lagi seneng Sayang, akhirnya dokumen yang hilang sudah ditemukan dan semua itu akal-akalannya Siska aja."


Anin langsung sumringah dan menghadap ke Alfa, reflek dia memegang lengan Alfa.


"Beneran Mas udah ketemu."


Alfa tersenyum sambil melirik ke Anin.


"Udah nggak sabar ya mau pegang - pegang." Goda Alfa dan Anin langsung memukul lengan Alfa.


"Apaan sih Mas."


"Aoww... Sakit sayang." Pura - pura aja Alfa.


Anin menahan senyumnya dengan melipat bibirnya.


"Gimana ceritanya Mas." Anin masih penasaran cerita dari Alfa soal dokumen itu.


"Semua berawal dari Rina yang berhasil menemukan rekaman cctv saat Siska mendorong kamu sore itu. Dia membawa map berwarna merah dan itu dokumen yang di cari, sengaja dia bawa untuk menjebak Mas supaya dapat masalah di depan direksi. Tapi kini semua sudah selesai setelah di geledah ruangan Siska dokumen itu di temukan dan Mas lepas dadi tuduhan itu Sayang, makanya tadi Siska terlihat benci banget sama Mas."


Anin antusias mendengar cerita Alfa hingga terbit senyum di bibirnya.


"Alhamdulillah ya Mas."


"Iya Sayang, makasih berkat doa kamu juga untuk Mas."


"Itu usaha Mas yang dikabulkan sama Allah, jangan lupa bersyukur Mas."


"Iya Sayang, gimana sudah buat pengunduran diri kamu Sayang."


"Sudah Mas tadi sudah Anin masukan ke HRD, dan semua langsung heboh soal pernikahan kita."


"Nggak papa Sayang, nanti kita undang mereka semua."


"Iya Mas."


Tak terasa sudah sampai di halaman rumah Anin, Mereka berdua turun dan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum." Ucap Mereka berdua.


"Waalaikumsalam." Jawab Mama Rina.


Anin masuk bersama Alfa dan meraih tangan Mama Rina bergantian.


"Papa belum pulang Ma." Tanya Alfa.


"Sudah baru aja pulang, lagi mandi."


"Mas, Anin buatin minum dulu."


Alfa menganggukkan kepalanya dan duduk di ruang tamu, sedangkan Anin ke dapur mengambilkan minum untuknya.


Tak lama Anin keluar membawa nampan berisi secangkir kopi dan camilan.

__ADS_1


"Silahkan Mas."


"Makasih Sayang."


Alfa mengambil kopi itu dan menyeruputnya.


"Sayang, Mas pulang ya udah sore."


"Iya Mas, bentar Anin panggil Mama sama Papa dulu."


Anin kedalam memanggil kedua orang tuanya karena Alfa akan pulang.


Mama dan Papa keluar kemudian Alfa berdiri dan berpamitan untuk pulang.


"Makasih ya Alfa sudah antar Anin." Ucap Mama.


"Iya Ma, sudah kewajiban Alfa."


"Hati - hati Alfa." pesan Papa.


"Iya Pa."


"Oh ya Alfa, pernikahan kalian kan tinggal 6 hari lagi, nanti kalau kurang tiga hari kalian jangan ketemu dulu ya. Mama pingit Anin jangan keluar rumah kamu juga nanti Mama yang bilang ke Mama Ani."


Alfa nampak lesu menjelang pernikahan tidak boleh ketemu calon istrinya yang selalu ngangenin.


"Iya Ma."


Tapi Dia mengiyakan saja apa kata orang tua.


"Ma, Pa, besok Alfa ijin bawa Anin ke makam Papa sebelum di pingit." Pinta Alfa.


"Iya Alfa nggak papa." Kata Papa.


Alfa kemudian menuju mobilnya dan Anin melihat dari teras saja karena di larang Alfa mengantar sampai mobilnya.


Mobil ia jalankan meninggalkan rumah calon istrinya menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Alfa masuk ke dalam dengan menenteng jas di lengannya. Arsy yang mendengar mobil Papanya pulang berlari menghampirinya.


Alfa tersenyum dan berjongkok menyambut si kecil yang menggemaskan itu.


"Halo Sayang.."


Alfa menggendong Arsy.


"Bunda mana Pa."


"Bunda di rumah Oma Sayang."


"Bunda ndak kesini."


"Besok ya Sayang, Bunda kesini."


"Benelan Pa.."


"Iya Sayang."


Amel menghampiri mereka berdua.


"Gimana Fa, sudah selesai."


"Alhamdulillah Kak, sekarang Alfa sudah lega tak ada yang mengganjal lagi menjelang pernikahan Alfa."


"Syukur deh, besok jadi ke makam sama Anin juga."


"Jadi Kak, tadi Alfa sudah ijin bawa Anin."


"Ya sudah, bersihkan diri sana sudah sore sebentar lagi maghrib."


"Iya Kak, Arsy sama Mama dulu ya." Alfa menurunkan Arsy dari gendongannya dan menuju ke kamarnya untuk menyegarkan badan yang terasa sudah sangat gerah.

__ADS_1


Malam menjelang Alfa beristirahat di kamarnya, sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur miliknya dia menatap ke langit-langit di kamarnya.


"Rasanya nggak sabar, ada bidadari cantik yang tidur di sampingku ini."


Alfa mengusap bantal di sebelahnya, terbayang Anin tidur di sampingnya. Dia memiringkan tubuhnya tersenyum sendiri seakan Anin memang benar-benar sudah di sampingnya.


Hingga malam larut dan ia pun terlelap karena merasa badannya sangat capek hari ini masalah yang dihadapi sungguh menguras tenaga dan pikirannya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi menjelang Anin terbangun ketika mendengar adzan subuh, ia segera menyegarkan badannya dan segera melaksanakan kewajibannya.


Selesai sholat Anin keluar dari kamarnya, ia ingin membantu Mamanya di dapur.


"Kak, nanti jadi ke makam Papanya Alfa."


"Iya Ma nanti sore pulang dari kantor."


"Ingat ya Kak, nanti bilang sama Alfa ini terakhir kalian pergi berdua setelah ini gak boleh ketemu dulu hingga hari pernikahan kalian."


"Iya Ma, hari ini surat pengunduran Anin juga sudah disetujui oleh perusahaan ini menjadi hari terakhir Anin ke kantor."


"Iya sudah Kak, memang maunya Alfa kan kamu di rumah aja."


"Iya Ma."


Mereka menyiapkan sarapan hingga selesai kemudian Anin bergegas untuk berganti pakaian dan bersiap berangkat ke kantor.


Anin keluar dari kamarnya dan menenteng tasnya menuju ke meja makan untuk sarapan. Dia kaget melihat sosok yang akan menjadi suaminya sudah ada di meja makan bersama Papanya.


"Anin, ayo bikinin kopi untuk kita." Kata Papa sambil tersenyum dan Alfa pun menoleh ke arah Anin yang baru saja datang dari kamar.


"Iya Pa, Mas Alfa kok sudah sampai sini."


Alfa tersenyum saja.


"Calon suami datang kok malah tanya gitu bukannya seneng." Ledek Papanya.


"Papa ada aja deh."


Alfa terkekeh melihat wajah Anin yang bersemu merah malu diledekin sama Papanya sendiri.


"Mama kemana Pa."


"Biasa adik kamu kalau nggak ditungguin sama Mama kamu nggak kelar - kelar dandannya."


"Silahkan Pa."


Anin menyuguhkan satu gelas cangkir kopi di hadapan Papanya.


"Makasih anak Papa."


"Silahkan Mas."


Gantian Anin menyuguhkan satu gelas kopi di hadapan Alfa.


"Makasih." Katanya sambil tersenyum.


Anin segera mengambilkan nasi untuk Alfa dan juga Papanya, kemudian Mama dan Fajar dan mereka sarapan bersama.


Selesai sarapan Alfa dan Anin pamit dengan kedua orang tuanya untuk berangkat ke kantor.


Alfa membukakan pintu mobil untuk Anin dan kemudian dia berputar membuka pintu mobil satunya dan duduk di belakang setir.


"Sayang, gimana pengunduran dirinya."


"Alhamdulillah sudah disetujui Mas, dan hari ini terakhir Anin bekerja."


"Alhamdulillah, kamu nggak papa kan sayang setelah menikah nanti di rumah aja atau nanti kalau bosan bisa ikut Kak Amel ke restoran."


"Iya Mas, nggak papa."

__ADS_1


"Makasih ya Sayang."


☺☺☺☺☺☺☺


__ADS_2