KOPI CINTA

KOPI CINTA
38


__ADS_3

~Anin PoV~


"Mas Alfa."


Aku masih merasa seperti mimpi mengenal dia. Padahal kita sebelumnya tak saling mengenal sama sekali tapi mungkin sudah takdir dari Allah yang mempertemukan kita berdua.


Sosok pria yang misterius, dingin dan terlihat berwibawa kini terlihat romantis jika di depan mataku dan akan berubah ke aslinya jika di kantor.


Dia menyatakan perasaannya, tapi entah kenapa aku belum bisa menjawabnya.


Antara bingung dan masih itu yang aku rasakan, aku belum bisa mengartikan apakah ini perasaan Sayang dan Cinta atau hanya sekedar mengagumi saja.


Aku saat ini memintanya untuk meyakinkan diriku, jika dia benar-benar tulus bisa menerima diriku dan mencintai Ku.


Aku belum pernah pacaran tapi kalau menaruh hati kepada lawan jenis sudah pernah namun tidak berbalas karena dia lebih memilih wanita lain.


Semenjak itu aku memilih fokus untuk memperbaiki diriku sendiri, menjadi pribadi yang lebih baik dan aku yakin suatu saat nanti aku akan dipertemukan dengan seseorang yang benar-benar mencintaiku.


"Mas Alfa, maafkan aku masih menggantung perasaan Mu tapi itu yang lebih baik daripada aku menerimanya tapi belum ada rasa cinta di hatiku."


Semenjak Dia terus mendekati ku dan menunjukkan perhatiannya kepadaku, sedikit demi sedikit perasaan ini mulai tumbuh.


Aku merasa Mas Alfa tulus walaupun kadang terkesan suka memaksakan kehendaknya.


"Yakin kan Anin Mas."


Aku sudah sejak tadi merebahkan tubuhku di atas tempat tidur tapi belum bisa juga memejamkan mata ku.


HP Ku di atas nakas bergetar, aku bangun mengambil ponsel Ku dan tertera nama Mas Alfa.


"Dia merasakan kali ya kalau aku memikirkan dia."


Aku tekan tombol hijau di layar ponsel Ku.


" Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, pasti belum tidur."


Lembut banget suaranya Mas Alfa.


"Kalau sudah tidur mana bisa mengangkat telepon dari Mas Alfa."


"He he he..."


Dia tertawa, terdengar manis.


"Lagi mikirin aku ya, sampai belum bisa tidur."


"Kok tau Dia."


Aku bicara sendiri di dalam hatiku.


"Anin... Kenapa diam, bener ya kamu lagi mikirin Mas."


"PD ya Mas Alfa ini."


"Harus PD dong, kenapa masih teringat dengan permintaan Mas tadi sore ya."


Aku diam saja dan menggigit bibir bawah.


"Anin... Jangan terlalu dipikirkan, kita jalani saja Mas yakin suatu saat nanti akan ada momen dimana Kamu akan mengatakan ya untuk mencintai Mas."


Jantung ku rasanya mau melompat mendengar itu.


"Anin, tidur ya."


Dia memanggil ku lagi karena aku hanya diam saja dari tadi.


"Belum Mas."


"Tidur sudah malam."


Jam memang sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan aku memang terbiasa tidur gasik tidak pernah begadang.


"Iya Mas, Mas lagi ngapain."


Entah kenapa aku bisa bertanya seperti itu.

__ADS_1


Tak ada jawaban tapi di layar ponselku ada permintaan panggilan beralih ke video call.


"Waduh..."


Aku langsung melompat dari tempat tidur dan mengambil jilbab instan yang ada di kursi.


Aku menggeser simbol video itu dari layar ponselku.


Tanpa berkata apa - apa aku hanya menunjukkan gigi putihku di layar ponselku dan terlihat Mas Alfa yang tersenyum dengan pemandangan di belakangnya lampu malam yang kelap - kelip.


"Baru ambil jilbab ya."


Aku tersenyum dan menganggukkan kepala saja.


"Mas dimana."


Dia mengedarkan kamera ponselnya ke sekitar.


"Cantikan pemandangan malam ini."


Tak nampak wajahnya namun hanya pemandangan malam yang cantik dengan hiasan lampu - lampu malam yang warna - warni.


"Mas lagi dimana sih."


"Coba tebak dimana."


"Nggak tau, tapi rasanya nyaman sepertinya di sana."


"Kamu kapan siap diajak ke sini."


Pemandangannya sudah tidak nampak lagi namun terlihat wajah Mas Alfa yang tersenyum menggoda.


Aku menunduk tapi tersenyum.


"Ini di balkon kamar Mas, cantik kan pemandangannya secantik kamu kalau tersenyum."


Blushhh...


Aduh... jangan sampai Mas Alfa melihat pipi ku yang berubah merah.


"Kenapa merah gitu wajahnya."


Aku pura - pura menguap, sengaja karena sudah malu sekali.


"Ya udah, selamat malam cantik. Jangan lupa berdoa sebelum tidur."


"Iya Mas, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Panggilan video berakhir dan aku guling - guling sendiri di atas tempat tidur, entah kenapa perasaan ku jadi bahagia sekali.


🌹🌹🌹🌹🌹


~Alfa PoV~


"Malu Dia, he he he.."


Jelas terlihat dia malu pipinya jadi memerah karena kata-kata romantis ku.


"Anin, kamu apakan hati ku jadi seperti ini. Aku merasakan perasaan itu kembali setelah dua tahun terakhir ini tak merasakannya."


Aku menyandarkan kepala ku di kursi di balkon kamar ku, tersenyum sendiri membayangkan wajahnya yang lucu itu.


" Sudah saatnya aku memikirkan masa depan Ku. Anin, aku akan meyakinkan diri mu."


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi pun menjelang, sang mentari telah muncul memberikan rasa hangat ke setiap insan yang memulai aktivitasnya di pagi itu.


Alfa sudah bersiap berangkat kerja, dia turun dari kamarnya menuju ke bawah mencari Mamanya.


"Ma.."


"Den Alfa, Nyonya ada di belakang." Kata Bibi.


"Makasih Bi."

__ADS_1


Alfa ke belakang menemui Mamanya yang sedang bersama dengan Arsy.


"Ma, Alfa pamit ya."


"Jam berapa ini Fa, kok pagi sekali kamu sudah berangkat nggak sarapan dulu."


"Alfa sarapan nanti aja Ma, ada urusan. Alfa berangkat ya Ma, Assalamualaikum."


Alfa meraih tangan Mamanya dan mencium punggung tangannya tak lupa mencium kening Arsy.


"Waalaikumsalam, hati - hati."


"Iya Ma."


Alfa berjalan menuju ke garasi namun berpapasan dengan Kakaknya yang baru keluar dari kamar.


"Mau kemana Fa."


Alfa tersenyum dan meraih tangan kakaknya dan mencium punggung tangannya.


"Ada perlu Kak."


"Mau jemput Anindita ya."


Kak Amel menebaknya dan pasti benar.


"Sustt.. Jangan keras - keras Mama denger nanti Kak. Bisa ribut minta diajak ke sini terus nanti."


"Ha ha... Kapan diajak ke sini."


"Nanti Kak, udah ya Alfa berangkat dulu nanti telat keburu dia berangkat."


"Oke, hati - hati."


"Iya Kak."


Alfa bergegas menekan remote mobilnya dan kemudian masuk ke dalam mobil dan menjalankannya menuju ke rumah Anin.


Tak butuh waktu lama, Alfa sudah sampai di depan gerbang rumah Anin, dan sudah terbuka sepertinya Papanya juga siap untuk berangkat karena mobil sudah siap di depan.


Alfa berjalan menuju ke pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mama Rani keluar dan melihat siapa yang datang.


"Alfa, masuk yuk sarapan bareng. Ini kita lagi sarapan."


Alfa tersenyum kemudian meraih tangan Mama Rani dan mencium punggung tangannya.


"Alfa malah merepotkan ya Ma."


"Kamu ini kayak sama siapa aja, ayo masuk."


Alfa mengikuti Mama Rani masuk ke dalam untuk ikut sarapan bersama.


"Siapa Ma."


Tanya Papa.


"Ini Pa, Alfa."


Papa, Anin dan Fajar yang tadi bagus dengan dirinya serempak menoleh ke arah Alfa.


"Ngapain Mas Alfa pagi - pagi udah sampai sini."


Dalam hati Anin sambil menatap Alfa penuh tanda tanya sedangkan Alfa malah tersenyum manis kepadanya.


"Ayo Alfa duduk sarapan bersama, Anin buatkan kopi untuk Alfa dong."


Pinta Papa.


"Iya Pa."


Alfa duduk di samping Fajar dan Anin segera berdiri membuatkan minum Alfa.

__ADS_1


😌😌😌😌🤣🤣🤣🤣


Lanjut...


__ADS_2