KOPI CINTA

KOPI CINTA
21


__ADS_3

Alfa telah berganti baju dan melaksanakan salat Isya kini dia nampak lebih segar kemudian turun dari kamarnya menemui kakak dan Mamanya di ruang keluarga.


"Papa..."


Arsy berlari menuju ke arah Alfa yang masih berjalan ke arahnya dan digendong Alfa.


"Tambah berat aja anak Papa ini, makan terus ya."


"Iya, sama ayam Pa."


Alfa mencium pipi Arsy kemudian duduk sambil memangku nya.


"Pa, kapan jalan - jalan."


"Emang Papa bilang mau ngajak jalan - jalan."


"Papa bilang kalau Arlsy bisa mewalnai di ajak jalan - jalan."


"Ha ha ha.. mana mewarnainya Papa mau lihat."


Arsy turun dari pangkuan Alfa dan mengambil bukunya.


"Ini Pa."


"Oke, bagus. Nanti kalau libur Papa ajak jalan - jalan."


"Yeay... Ma kita jalan - jalan."


"Iya Sayang, sekarang tidur ya udah malam."


"Heem."


Arsy menganggukkan kepalanya dan sudah kebiasaan dia akan mencium tangan dan pipi dari Papa dan Omanya.


"Tidur yang nyenyak ya."


Oma sambil mencium pipi Arsy.


"Iya Oma."


Arsy ke kamar bersama Mamanya untuk tidur.


"Kamu darimana tadi Fa."


Tanya Mamanya.


"Rumah teman Ma."


Jawab Alfa sambil tersenyum.


"Temen siapa, kok pulang sepertinya kelihatan bahagia sekali."


Mamanya sudah memperhatikan Alfa semenjak pulang tadi.


"Teman kantor Ma, jadi tadi ceritanya Alfa enggak sengaja pas pulang ketemu dia di jalan sama Papanya dan mobilnya itu mogok Ma. Alfa berhenti aja terus Alfa anterin pulang sama Papanya malah suruh mampir dan dijamu makan malam juga."


"Temannya cewek."

__ADS_1


Mamanya menelisik.


"Iya Ma."


Ucap Alfa sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sudah lama kerja di sana."


"Belum Ma, baru satu minggu."


Mamanya menegakkan badannya malah tambah antusias dengan cerita Alfa.


"Pindahan dari cabang."


"Bukan Ma, dia karyawan baru di sana dan baru satu minggu dan Alfa pun juga baru mengenalnya."


"Kamu baru mengenalnya tetapi kok sudah perhatian begitu."


"Jadi cewek ini kemarin itu Ma di tabrak sama Siska pas keluar dari lift dan kakinya sampai keseleo. Dia baru aja masuk kerja juga tadi pagi makanya diantar Papanya karena enggak bisa bawa kendaraan sendiri."


"Siska memang keterlaluan pokoknya mama nggak suka kalau kamu dekat sama dia ya."


"Alfa aja juga nggak suka Ma."


"Terus cewek itu melaporkan Siska nggak."


"Mana berani Ma, dia karyawan baru tapi Alfa sedang mengumpulkan bukti-bukti jika nanti Siska membuat onar lagi Alfa akan maju ke direksi."


"Kamu sebagai pimpinan itu harus adil jangan karena Siska Papanya di direksi jadi kamu takut sama dia."


"Alfa nggak takut Ma cuman Alfa mencari momen yang pas aja sambil mengumpulkan bukti-bukti."


"Kalau jalan masih pakai bantuan penyangga Ma, Alfa kasihan Ma."


"Siapa namanya."


"Anindita Ma."


"Umurnya berapa."


"Kayaknya fresh graduate Ma dia masih muda banget."


"Cantik."


Pertanyaan Mamanya kali ini membuat Alfa mengerutkan dahinya dan memandang Mama dengan tatapan heran.


"Kenapa Mama tanya begitu."


"He he .. kamu dari tadi ceritanya kok semangat banget udah main ke rumahnya, dijamu makan malam terus pulang kelihatan bahagia. Anak Mama lagi jatuh cinta."


"Siapa Ma yang jatuh cinta."


Kakaknya Amel setelah menidurkan Arsy ikut bergabung dengan Alfa dan juga Mamanya.


"Itu Adik kamu kayaknya sedang jatuh cinta."


"Mama apaan sih, nolongin orang di bilang jatuh cinta."

__ADS_1


"Wah, Kakak ketinggalan cerita ini. Siapa sih Ma."


"Itu katanya karyawan baru terus ketemu di jalan mobilnya mogok dianterin Alfa pulang, eh sampai rumah dijamu makan malam sama orang tuanya terus pulang kelihatan bahagia banget, tadi kamu lihat sendiri kan gimana ekspresi Adik kamu pulang tadi."


Ledek Mamanya.


"Masa pulang kerja cemberut, nanti dibilangin masalah perusahaan itu nggak usah dibawa pulang serba salah deh Alfa ini."


Alfa menyandarkan kepalanya di sofa.


"Ceweknya Ma."


"Iya dong, masih muda lagi."


Sindir Mamanya.


"Kenalin dong ke Kakak."


"Kakak apaan sih, cuma sebatas teman kerja kok ada pengenalan segala."


"Ya siapa tau jodoh kamu."


Ledek Kakaknya.


"Udah deh mulai lagi Mama sama Kakak ini."


"Kamu kapan mau menikah, sudah kepala 3 lewat kamu mau nunggu kepala 4 baru nikah."


Kata Mamanya sedikit jengkel.


" Mama kok bilang begitu sih hati-hati lho mau kalau bicara. Alfa juga mau menikah tapi belum ada yang cocok."


"Bukannya belum ada Kamu nya aja yang terlalu milih yang penting dia setia sama kamu, baik, pengertian, bisa mengurus kamu dan anak kamu."


Mamanya mulai menceramahi.


"Iya Ma, ini juga baru nyari."


"Dan satu lagi yang harus kamu ingat jangan cari perempuan yang cuma ingin uang kamu aja."


"Iya Mama Sayang. Doakan anaknya gitu."


" Mama itu selalu mendoakan kamu tapi kamu nya enggak berusaha sama aja dong."


"Berusaha Ma, doakan aja segera."


Kata Alfa dengan tersenyum.


"Fa, cari yang penyayang. Tiap pagi mempersiapkan kebutuhan kamu dan sore hari kamu pulang ada yang menyambutnya."


Ucap Kakaknya.


"Doakan ya Kak."


Amel tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kalau yang seperti itu Dia sudah masuk kriteria."

__ADS_1


Dalam hati Angga.


__ADS_2