
Setelah makan malam Mereka duduk ngobrol santai seperti biasa di ruang keluarga menikmati kebersamaan seluruh keluarga.
Alfa duduk di sofa dan disampingnya pasti terdapat istrinya sedangkan Mama Ani ada supaya berbeda sambil memegang ponselnya dan Kak Amel berada di kursi rodanya sambil mengawasi Arsy.
"Kak, Ma. Alfa mau bicara sesuatu."
Alfa sebelumnya telah melirik ke arah istrinya dan di anggukan oleh Anin. Memang tadi sore Alfa sudah bercerita dengan Anin jika Papa Gunawan menemuinya dan saran dari istrinya itu lebih baik dibicarakan langsung dengan Kakak dan juga Mamanya.
"Bicara apa Fa, sepertinya serius banget." Ucap Mamanya sambil meletakkan ponselnya di atas meja dan memandang ke Alfa.
"Kalian mau berangkat bulan madu." Tebak Amel dan Anin tersenyum saja.
"Bener ya Anin." Lanjut Amel saat melihat Anin tersenyum.
"Bukan Kak."
"Terus."
Alfa membenarkan duduknya dan mengambil nafas sebelum berbicara.
"Tadi siang Om Gunawan menemui Alfa."
Amel dan Mama Ani kemudian menatap serius ke arah Alfa.
"Ngapain Dia masih menemui kamu lagi." Nada bicara Mama Ani terdengar tidak suka.
"Dia ingin berbicara dengan Alfa, Ma."
"Mau bicara apa lagi dia sama kamu." Tambah Mama.
__ADS_1
"Lagian kenapa kamu malah malah meladeni Dia sih Fa." Mama Ani benar-benar benci dengan mantan besannya itu. sedangkan Amel hanya terdiam mendengarkan.
"Jadi tadi Om Gunawan berbicara dengan Alfa dan memohon untuk memberinya kesempatan sekali saja untuk mempertemukan Indra dengan Arsy. Mereka ingin menebus kesalahan di masa lalu dan ingin memperbaiki semuanya."
"Huhhh.. Kenapa juga baru sekarang, kemana saja kemarin." Mama Ani merasa jengkel dengan perbuatan keluarga Indra.
"Alfa juga tidak mengiyakan permintaan Om Gunawan. Semua Alfa kembalikan lagi kepada Kak Amel dan juga Mama."
Amel masih terdiam, kalau menuruti perasaannya dia juga membenci mantan suaminya beserta seluruh keluarganya. Perbuatan mereka tidak manusiawi kalau dipikir orang tua macam apa tega memisahkan keluarga anaknya. Tetapi kembali lagi Arsy itu darah dagingnya Indra mau bagaimanapun hubungan orang tua dan anak tidak dapat dipisahkan.
"Kak, bagaimana.?"
Tanya Alfa kepada Kakaknya.
Amel pun menoleh ke Alfa dan menghela nafasnya.
"Beri waktu Kakak dulu Fa."
"Iya Fa, Kakak mau berfikir dulu."
"Baiklah Kak, saran Alfa dipikir dengan kepala dingin."
Amel menganggukkan kepalanya sedangkan Mama Ani sudah malas berkomentar dan langsung ke kamar.
"Ma..." Panggil Amel.
"Mama capek mau istirahat."
Katanya tapi wajahnya nampak kurang bersahabat.
__ADS_1
"Kak, biarkan Mama istirahat dulu." Kata Alfa dan Amel memandang Mamanya yang terlihat jelas tidak menyukai.
"Kak Amel istirahat juga, Anin antar ya Kak." Kata Anin.
"Makasih Anin, Kakak sendiri saja. Kamu istirahatlah ke kamar Kakak masih mau di sini."
Alfa mengusap tangan Anin dan tersenyum.
"Yuk sayang kita ke kamar aja." Ajak Alfa.
"Iya Mas, Anin tinggal ya Kak."
"Iya Anin."
Alfa dan Anin meninggalkan Amel di ruang keluarga menuju ke kamarnya.
"Mas, Kak Amel nggak papa kan."
Alfa tersenyum memeluk pinggang Anin.
"Nggak papa Sayang, biarkan Kak Amel sendiri dulu ya."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Amel masih termenung di kamar, dia membuka ponselnya dan membuka galeri di mana terdapat foto mereka bertiga yaitu dirinya, Arsy yang masih bayi dan juga Indra.
"Mas, apa yang harus Amel lakukan."
Ada rasa rindu di hati Amel melihat foto itu.
__ADS_1
😌😌😌😌😌