
Alfa memeluk pinggang Anin dan membawanya naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.
"Mas, malu ada Mama."
Anin merasa risih saja Alfa memperlakukannya begitu mesra di hadapan mama mertuanya.
"Mama pernah muda Sayang."
"Mas, kamar Anin bukannya yang bawah itu." Anin menggoda suaminya karena kemarin pas ke situ dia membersihkan diri di kamar tamu.
"Kamar kamu sekarang di sini Sayang."
Alfa membuka pintu kamarnya, dan mempersilahkan istrinya untuk masuk.
"Silahkan masuk."
Alfa berada di pintu dan membukakan pintu kamarnya dengan lebar.
Anin masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar Alfa yang kini akan menjadi kamar miliknya juga.
Alfa mengunci pintu kamarnya setelah membawa masuk koper yang tadi diletakan di luar pintu oleh Pak Toni. Dia melihat istrinya yang diam berdiri memandangi seluruh isi kamarnya.
"Sayang suka."
Alfa memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Anin.
"Suka Mas." Katanya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau ada yang kamu nggak suka, nanti bisa Mas renovasi sesuai kesukaan kamu."
"Nggak ada Mas, ini sudah bagus. kamar Anin aja cuma seperempatnya kali dari ini."

Kamarnya begitu luas dan memiliki suasana yang nampak elegan. Tempat tidurnya Alfa buat tidak terlalu tinggi karena dia lebih suka seperti tidur di bawah.
"Ayo Sayang Mas tunjukkin yang lainnya."
Alfa memeluk tangan pinggang Anin dan memberitahu kepadanya setiap sudut kamarnya, ada kamar mandi, ruang khusus untuk berganti baju dan di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi baju Alfa serta ada sebuah ruang yang digunakan khusus untuk Alfa bekerja.
"Ini ruang kerja Mas Sayang."
Alfa membukanya dan mengajak Anin untuk masuk ke dalam.

"Nyaman banget Mas."
Anin mendekati rak buku itu dan melihat koleksi buku milik suaminya dan Alfa tersenyum dan dia duduk di kursi kebesarannya.
"Sayang, ke sini."
Anin mendekati suaminya dan Alfa meraih tangan istrinya dan membawanya ke pangkuannya.
Dia nampak malu dipeluk pinggangnya oleh Alfa.
__ADS_1
"Sayang suka baca."
Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu boleh taruh buku kesukaan kamu di situ sayang."
"Iya Mas."
"Nanti Mas akan pajang foto pernikahan kita di sini." Alfa menunjuk dinding yang masih kosong.
Anin melihat ada foto yang berada di meja Alfa.
"Itu foto siapa Mas."
Alfa tersenyum saja, "Ambil aja Sayang."
Anin meraih foto yang berada di atas meja dan betapa kagetnya ternyata foto dirinya. Dia melihat ke arah suaminya yang tersenyum.
"Kapan Mas Alfa ambil foto Anin."
"He he he... Coba tebak dimana itu."
Alfa diam-diam mengambil foto Anin waktu ke butik.
"Waktu di butik ya Mas."
Alfa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Kamu cantik banget Sayang, jadi Mas foto kamu waktu itu."
Anin tersenyum dan meletakan foto dirinya itu kembali ke atas meja Alfa dalam hati dia sangat senang sekali ternyata fotonya sudah di pajang di meja ruang kerja suaminya.
Alfa meraih dagu Anin dan mendekatkan wajahnya, semakin dekat nafas mereka saling bersahutan dan saat saling dekat terdengar...
"Allahu Akbar... Allahu Akbar."
Mereka tersenyum dan menghentikan aktivitas mereka mendengar adzan maghrib berkumandang.
"Kita sholat Mas."
Anin turun dari pangkuan suaminya dan menggandeng tangan Alfa untuk segera melaksanakan sholat maghrib.
Mereka bergantian mengambil air wudu karena mereka akan berjamaah di rumah saja, Alfa tidak ke masjid hari ini.
"Sayang keperluan kamu ada di lemari yang itu, di tata aja bajunya di situ sudah Mas kosongkan khusus untuk kamu."
"Iya Mas."
Anin membuka lemari itu dan betapa kagetnya dia ternyata lemari itu sudah penuh dengan beberapa macam pakaian semua kebutuhan Anin.
Alfa tersenyum melihat istrinya.
"Ayo sayang, ambil mukenanya."
Alfa udah siap dengan baju Koko nya serta sarung.
__ADS_1
"Ini milik siapa Mas."
"Milik kamu Sayang, yuk turun."
Setelah selesai Alfa mengajak istrinya untuk turun mereka akan berjamaah di bahwa bersama Mama dan juga Kakaknya dan orang rumah.
"Bunda.."
Arsy mengenakan mukenanya dan memeluk Anin yang datang bersama Alfa.
"Kita sholat Sayang."
Mereka melaksanakan sholat berjamaah dengan Alfa bertindak sebagai Imam. Selesai sholat Alfa tak lupa melafalkan dzikir dan doa setelah ia mengaji bersama keluarganya.
Anin merasa sangat beruntung sekali mendapatkan suami seorang Alfa selain taat dengan agamanya dia juga sosok penyayang keluarga dan bonusnya lagi Dia memiliki perawakan yang mumpuni.
Mereka menunggu adzan isya dan berjamaah kembali, selesai beribadah saatnya mereka untuk makan malam yang semuanya sudah disediakan oleh Bibi.
"Ayo Sayang kita turun makan malam sama Mama dan Kak Amel." Alfa menggandeng tangan Anin.
"Iya Mas."
"Makan Sayang."
Mama Ani sudah berada di meja makan bersama Amel dan Arsy yang di suapi Susternya.
"Iya Ma."
Anin mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk Alfa dan menghidangkannya.
"Silahkan Mas."
Mama Ani dan Amel tersenyum melihat ketelatenan Anin melayani Alfa, Dia telah menemukan seorang wanita yang tepat.
"Makasih Sayang."
"Mau minum apa Mas."
"Kopi boleh."
Anin menatapnya.
"Nggak ada udah malam Mas."
"Please, Mas kangen sama kopi buatan kamu."
"Nggak mau Anin, Mas nggak tidur nanti."
"Ha ha ha..." Amel tertawa paham maksud adiknya itu dan Alfa menatapnya tajam.
"Kenapa Fa, Kakak bener ya. Kalian nggak bulan madu."
Tanya Amel, Alfa dan Anin mereka berdua saling lihat.
"Nanti Kak." Jawab Alfa dan Amel menatapnya.
__ADS_1
☺☺☺☺
udah UP dari siang baru lolos ini