
"Mas.."
Anin menatap suaminya yang fokus menyetir.
"Iya Sayang."
Alfa tersenyum ke arah Anin dan meraih tangannya.
"Anin bahagia Mas, melihat Arsy sekarang sudah memiliki keluarga utuh."
Alfa tersenyum mengecup tangan istrinya yang duduk di sampingnya.
"Mas juga bahagia Sayang, sekarang tanggung jawab Mas sudah berkurang tetapi Mas juga tidak akan melepaskan begitu saja."
Alfa menarik nafasnya, masih ada rasa sesak juga kalau mengingat kelakuan Indra dulu. Saat ini Dia percaya jika Indra sudah berubah namun tidak semudah itu juga Dia harus tetap waspada.
"Iya, Mas Alfa harus waspada Anin juga nggak mau kalau Kak Amel di sakiti lagi."
"Iya Sayang."
Alfa tersenyum dan kembali fokus menyetir mobilnya menuju ke rumah sakit untuk check up kehamilan Anin.
Setelah drama menangis dan berakhir dengan bahagia, kemudian Alfa dan Anin berpamitan untuk meninggalkan rumah menuju ke rumah sakit karena sudah membuat janji dengan dokter kandungan. Sedangkan Indra dan Papa Gunawan masih berada di rumah Mama Ani.
Tak lama mobil Alfa adalah berhenti di parkiran rumah sakit.
__ADS_1
"Sayang jangan turun dulu."
Sudah menjadi kebiasaan Alfa pasti akan membukakan pintu untuk istrinya apalagi dengan kondisi kehamilan Anin sekarang yang sudah usia 8 bulan.
"Iya Mas."
Alfa pun turun dari mobil lalu berputar menuju ke pintu mobil yang satunya dan membuka kan pintu untuk istrinya.
"Hati - hati Sayang."
Anin menerima uluran tangan Alfa lalu dengan pelan-pelan turun dari mobil.
"Alhamdulillah, sekarang makin susah kalau pakai mobil ini."
Alfa menggunakan mobil pribadi yang memang tinggi.
(Orang kaya 🤣🤣🤣)
Anin tersenyum saja, lalu mereka berdua berjalan menuju ke ruang dokter dengan Alfa selalu menggenggam tangan Anin.
Pemeriksaan dilakukan dengan teliti oleh Dokter, dan menyatakan jika anak yang dikandungnya dalam kondisi baik serta tumbuh dengan sempurna dan kemungkinan besar bisa melahirkan secara normal seperti yang diinginkan oleh Anin.
"Sayang, nanti kalau kamu merasa kesakitan tidak usah dipaksakan ya untuk melahirkan secara normal, Mas nggak tega melihatnya."
Alfa sudah mencari informasi untuk menghadapi istri yang ingin melahirkan dia sangat tidak tega melihat sebuah video yang memperlihatkan betapa besar pengorbanan seorang istri saat akan melahirkan.
__ADS_1
"Anin mau normal Mas."
Sejak awal Anin memang bersikukuh ingin melahirkan secara normal karena proses recoverynya yang lebih cepat dibandingkan melahirkan dengan operasi Caesar.
"Tapi Mas nggak tega melihat kamu kesakitan Sayang."
Anin meraih tangan suaminya lalu menciumnya, mereka saat ini sedang makan siang setelah tadi Anin ingin makan sop daging.
"Mas temani Anin ya, Mas percaya kan Anin bisa melalui ini. Kita berjuang bersama Mas." Kata Anin dengan lembut dan tersenyum manis ke arah Alfa.
"Mas pasti akan menemani kamu Sayang untuk melahirkan buah hati kita. Tapi Mas nggak tega kamu merasakan sakit."
Alfa mengusap kepala Anin yang tertutup hijab dengan lembut.
"Mas, kita berbagi rasa sakitnya supaya Anin nggak merasakan sakit sendiri. Mas mau kan?." Anin dengan lembut membujuk Alfa supaya suaminya mengijinkan dirinya untuk melahirkan secara normal.
"Sayang..."
Alfa membawa Anin ke pelukannya dan mencium pucuk kepalanya sambil mengusap perut buncit Anin.
"Kamu tidak akan merasakan sakit sendiri Sayang, berbagilah dengan Mas. Kita berjuang bersama untuk buah hati kita."
Alfa mencium lama pucuk kepala Anin dan membuat istrinya nyaman, tersenyum bahagia...
😍😍😍😍😍
__ADS_1
Dilarang Baperan ya 😃😃😃😃