
Anin malam ini tidur di rumah bersama Mama Ani sedangkan Alfa menemani Amel menjaga Arsy di rumah sakit ada pula Suster yang biasa merawat Arsy di rumah.
Setelah melakukan video call dengan istrinya, Alfa merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Fa..." Panggil Amel.
"Iya Kak, ada apa."
Alfa pun bangun lagi dan duduk menghadap Kakaknya.
"Maafin Kakak ya selalu merepotkan kamu dan lagi-lagi harus meminta Anin untuk mengalah."
"Kak Amel bicara apa sih, Alfa sama sama sekali tidak merasa direpotkan. Lagian Arsy sudah menjadi anak Alfa dan Anin."
"Saat seperti ini Kakak jadi merasa bersalah sama kamu. Betapa malangnya nasib Arsy tanpa hadirnya seorang Papa."
Amel duduk di samping tempat tidur Arsy sambil mengusap kepalanya.
Alfa menatap Kakaknya itu, ada rasa kasihan juga Kakaknya harus membesarkan anaknya seorang diri ya walaupun dirinya dan sang Mama selalu mendukungnya dan tak pernah meninggalkannya.
"Kak."
Amel menatap ke arah Alfa.
"Apa sebaiknya kita kasih tahu Papanya jika Arsy lagi sakit."
Amel nampak hanya diam saja tanpa memberikan jawaban dan mengalihkan pandangannya kembali ke Arsy.
"Kalau Kakak merasa tidak perlu ya nggak usah Kak."
"Sebaiknya bagaimana Fa."
"Nggak ada salahnya kita kasih tau, biar Alfa yang menelepon Om Gunawan."
"Apa nanti Mama setuju."
"Nanti Alfa yang bicara ke Mama, semoga ini sudah waktunya Arsy untuk tahu siapa Papanya sebenarnya dan kita akan lihat sejauh mana Indra bertanggung jawab dengan anaknya."
Amel menatap kembali ke arah Alfa benar juga apa yang dikatakan oleh adiknya itu.
"Tapi Kakak maunya Mas Indra hanya sebatas tanggung jawab sebagai orang tua dari Arsy."
"Iya Kak, karena memang itulah yang harus menjadi tanggung jawabnya."
Alfa pun tersenyum lega akhirnya Kakaknya terbuka juga pikirannya semua mereka lakukan untuk kebahagiaan Arsy. Sudah seharusnya orang tua itu mengalah demi kebahagiaan buah hatinya apapun masalahnya jangan sampai anak yang menjadi korban.
"Kak."
"Hmmmm... Iya Fa."
Amel menatap heran ke arah Alfa.
"Memangnya Kakak mau Indra itu tanggung jawab apa lagi." Goda Alfa.
__ADS_1
"Apa sih Fa, ya bertanggung jawab sebagai Bapaknya Arsy lah."
Alfa suka menggoda Kakaknya.
" Ya siapa tahu Kakak masih ada rasa kali."
Ucap Alfa sambil merebahkan dirinya kembali ke sofa sambil terkekeh sendiri.
"Nggak lucu."
Amel tak memperdulikan candaan dari Alfa itu.
Hingga malam pun semakin larut dan Alfa pun terlelap dalam tidurnya di atas sofa sedangkan Amel ikut membaringkan dirinya di tempat tidur Arsy karena tadi sempat rewel.
Adzan subuh pun berkumandang membangunkan setiap Insan untuk segera melaksanakan kewajibannya kepada sang Kholik.
Alfa bangun dan membersihkan dirinya ke dalam kamar mandi dan menuju ke masjid yang ada di rumah sakit itu untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Selesai berjamaah dia kembali lagi ke ruang perawatan Arsy dan melihat Arsy yang sudah bangun dan digendong oleh susternya.
"Sayang, udah bangun."
"Papa..."
Arsy meminta digendong oleh Alfa.
"Pelan - pelan Sayang, ada infusnya."
"Ke kantor Kak, Alfa mau pulang dulu tadi Mama kirim pesan suruh jemput."
"Lebih baik kamu pulang sekarang sarapan aja di rumah nanti biar cepat Mama bisa kesini."
"Iya Kak."
Alfa memberikan Arsy ke pengasuhnya dan dia pun pamit untuk pulang.
Sesampainya di rumah Dia masuk ke dalam dan mendapati Sang Mama yang berada di dapur.
" Assalamualaikum, Ma."
" Waalaikumsalam, kamu sudah pulang Fa."
"Iya Ma, Anin dimana Ma."
"Itu di belakang lagi menyiram tanaman tadi mau ikut Mama masak tapi Mama larang takut nanti dia mual lagi."
"Iya Ma."
Alfa menuju ke taman belakang untuk menghampiri istrinya.
"Sayang."
Anin yang tidak mengetahui jika suaminya sudah pulang terkejut melihat Alfa ada di situ.
__ADS_1
"Mas, udah pulang."
Anin menghampirinya dan meraih tangannya lalu mencium punggung tangan Alfa.
"Udah Sayang, kamu jangan capek - capek."
"Nggak Mas, ini cuma nyiram aja. Mas ke kantor."
"Iya Sayang."
"Yuk ke kamar, Anin siapin bajunya."
Alfa memeluk pinggang Anin dan membawanya ke kamar.
"Gimana tidur sendiri Sayang."
Alfa memeluk istrinya.
"Sepi Mas, nggak bisa nyenyak."
"Sabar ya Sayang, Doakan Arsy cepat sembuh."
"Iya Mas, buruan mandi Mas sudah siang."
"Iya Sayang."
Alfa mengucapkan kening Anin dan kemudian menuju ke kamar mandi dan selesai itu segera berganti baju dan turun untuk sarapan bersama.
"Ma, Alfa mau bicara sesuatu."
Kata Alfa setelah menghabiskan sarapannya.
"Apa Fa."
Mama Ani pun penasaran.
"Semalam Kak Amel bilang akan beritahu kepada Indra jika arsy sakit."
"Apa, nggak salah Amel."
Mama Ani kaget dan Anin yang masih duduk di situ hanya mendengarkan mereka berdua.
"Nggak Ma, nggak salah kok Kak Amel begitu. Biar kita tahu juga bagaimana tanggung jawab Indra kepada anaknya."
Nampak Mama Ani yang berfikir.
"Kalau boleh nanti Alfa akan menghubungi om Gunawan, Ma."
"Huffft.... Ya sudah kalau itu baik untuk Arsy."
Alfa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
😃😃😃😃😃😃
__ADS_1