KOPI CINTA

KOPI CINTA
87


__ADS_3

Sore hari Alfa pulang dari kantor, Dia tersenyum senang karena sang istri telah menunggunya di teras bersama Arsy.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Jawab Anin dan Arsy, mereka pun perhitungan Alfa dan mencium punggung tangannya.


Alfa juga memberikan kecupan manis di kening Anin dan Arsy kemudian mereka masuk ke dalam rumah bersama.


"Sayang sama Mbak dulu ya, Bunda ke kamar dulu sama Papa." Pinta Anin kepada Arsy.


"Iya Bunda."


Arsy main bersama Susternya kemudian Anin mengikuti suaminya ke kamar.


Setelah istrinya masuk Alfa menutup pintu kamarnya dan menghampiri Anin yang meletakkan jasnya.


"Maafin Mas ya Sayang."


Alfa memeluknya dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundak Anin.


"Kenapa Mas minta maaf."


"Tadi pagi Mas berangkat kerja sambil cemberut, terus sarapannya juga nggak habis belum sampai siang Mas rasa lapar terus minta Rina memesankan makanan online."


Anin tersenyum tapi juga merasa kasihan dengan suaminya. Dia mengusap tangan Alfa yang melingkar di perutnya.


"Kasihan suami ku, di pesankan Rina apa."


"Mas minta nasi, kamu gak cemburu kan sayang kalau di kantor keperluan Mas disiapkan sama Rina."


"Nggak papa Mas, Anin percaya sama Mas Alfa."


"Makasih Sayang."


Alfa mengecup pipi Anin dari samping.


"Mandi Mas, bau asem."


Anin pura-pura menutup hidungnya.


"Mas nggak bau ya, yuk mandi bareng."


"Anin udah mandi tadi Mas."

__ADS_1


"Mandi lagi yuk."


Alfa mengangkat tubuh Anin.


"Nggak mau, Mas turunin."


Alfa tertawa senang dan Anin diturunkan di tempat tidur. Dia mengecup bibir Anin kemudian pergi berlalu ke kamar mandi.


Anin tersenyum sambil memandang tubuh suaminya yang hilang masuk ke dalam.


Anin kemudian mempersiapkan baju ganti untuk Alfa dan sambil menunggunya Dia duduk di sofa memainkan ponselnya.


"Kangen Mama."


Anin mengirimkan pesan kepada Mamanya untuk menanyakan kabar keluarganya di sana dan itupun dilakukannya setiap hari kadang juga video call ataupun teleponan.


Alfa keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tersenyum sendiri sambil memandangi layar ponselnya.


"Sayang ngapain."


"He he he.. Ini Mas, lagi chatting sama Mama."


"Tadi sudah video call hari ini."


Alfa sambil berganti baju yang telah disiapkan oleh Anin.


"Besok weekend, kita ke rumah Mama Sayang."


Ucap Alfa dan Anin kemudian tersenyum memandang suaminya.


"Beneran Mas."


"Iya Sayang, kita nginep juga boleh."


Alfa telah selesai berganti baju dan duduk disebelah Anin sambil memeluknya.


"Nginep Mas."


Wajah Anin sudah berbinar-binar karena semenjak pindah Dia belum pernah menginap ke rumah Mamanya itu juga karena kesibukan Alfa.


"Iya Sayang."


Alfa mengusap kepala Anin dan mencium keningnya.


"Makasih ya Mas."

__ADS_1


Anin memeluk Alfa karena dia sangat senang sekali.


"Kamu pasti kangen sama Mama, Papa dan Fajar."


Anin menganggukkan kepalanya dia memang sangat merindukan keluarganya namun tak berani juga untuk meminta sama Alfa karena suaminya itu masih sibuk.


"Mas usahakan Sayang Kalau weekend kita bisa ke rumah Mama Papa."


"Makasih ya Mas."


Alfa tersenyum dan menciumi pucuk kepala Anin.


Sore itu mereka habiskan di balkon kamar menikmati udara sore hari sembari menunggu adzan maghrib.


"Mas, Anin boleh tanya."


"Iya Sayang mau tanya apa."


" Memangnya dulu mantan suami Kak Amel itu perginya kenapa, Maaf ya Mas... Anin cuma ingin tahu saja tapi kalau enggak mau cerita juga nggak papa."


Ucap Anin sambil tersenyum karena dia takut suaminya marah.


Alfa menghela nafasnya.


"Saat kecelakaan itu Kak Amel mengalami kelumpuhan sedangkan suaminya hanya luka sedikit saja. Setelah suaminya itu membaik dia masih menunggu Kak Amel yang masih belum sadarkan diri. Suatu hari sekitar 4 hari setelah kecelakaan itu Indra pamit untuk pulang sebentar ke rumah karena dia merindukan Arsy. Waktu itu di rumah sakit yang menunggu Mama dan Papa dan Mas ada di kantor, namun sampai sore pun Indra tidak kembali lagi ke rumah sakit."


Alfa nampak berhenti sebentar untuk mengambil nafas.


"Mama sore itu langsung menghubungi Mas dan Mas dari kantor langsung ke rumah sakit, saat itu Kak Amel mulai sadar dan dia menanyakan keberadaan suaminya. Mama dan Papa menghubungi Indra namun nomor ponselnya sudah tidak aktif, Mas kemudian menghubungi rumah waktu itu yang mengangkat Suster yang merawat Arsy. Katanya memang tadi Indra pulang ke rumah tapi tak lama setelah menengok Arsy dan mengajaknya bermain sebentar Dia pamit untuk kembali ke rumah sakit, tapi.."


Anin antusias mendengarkan cerita Alfa.


"Dia nyatanya Dia tidak kembali ke rumah sakit. Kita selalu berbohong kepada Kak Amel mengatakan jika Indra lagi menunggu Arsy di rumah karena kita tidak mau kondisi ke Amel drop lagi."


Anin meraih tangan Alfa dan mengusapnya.


"Hingga Mas pun tidak sabar dan menghampiri ke rumah kedua orang tua Indra. Tapi malah kedua orang tua itu marah-marah, menghina kondisi Kak Amel yang cacat dan tidak pantas bersanding dengan Indra. Saat itu Mas sangat emosi dan langsung bicara kepada Mama dan Papa yang akhirnya membuat kesepakatan untuk menceraikan mereka berdua."


Anin menghela nafasnya merasakan beban yang harus ditanggung oleh Suaminya dan juga keluarganya.


"Sabar ya Mas."


"Iya Sayang."


Anin memeluk tubuh suaminya, dan mendapat ciuman manis di keningnya.

__ADS_1


😌😌😌😌😌


__ADS_2