KOPI CINTA

KOPI CINTA
106


__ADS_3

Weekend tiba, pagi ini Alfa mengajak istrinya untuk berjalan santai mencari udara segar yang baik untuk kesehatan.


Alfa menggandeng istrinya berjalan mengelilingi kompleks.


"Mas kalau mau lari nggak papa, Anin jalan pelan - pelan aja."


Alfa hanya tersenyum.


"Nggak Sayang, Mas mau jalan santai aja bareng sama kamu."


"Anin haus Mas."


" Istirahat di depan situ ya sayang, Mas beli minum dulu."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Ada sebuah bangku kosong, saat mereka sudah sampai di lapangan bersama di sekitar kompleks perumahan.


"Bentar ya Sayang."


"Iya Mas."


Anin duduk di sana dan Alfa menuju juga ke penjual minuman tak jauh dari lapangan.


Ada banyak warga kompleks di sana yang memanfaatkan waktu pagi itu untuk berolahraga.


"Aduh..."


Anin terlempar bola basket dari beberapa cowok yang sedang bermain di lapangan.


"Mbak, Mbak nggak papa. Maaf kami nggak sengaja." Seseorang menghampiri Anin untuk mengambil bola itu.


"Iya Mas nggak papa."


Anin masih mengusap kepalanya yang terkena bola, Alfa melihat Anin dihampiri oleh seorang cowok langsung menuju ke istrinya itu.


"Maaf ya Mbak, bolanya saya ambil." Cowok itu terus mengamati wajah Anin.


"Iya Mas, ambil aja."


"Cantik banget ini cewek."


Dalam hati cowok itu.


"Mbak, sendirian. Boleh kenalan."


Cowok itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Anin.


"Sayang, kamu nggak papa."


Alfa memegang kepala Anin yang masih diusapnya karena sakit kena lemparan bola.


Cowok yang mau mengajak kenalan Anin tadi menatap ke arah Alfa.


"Nggak papa Mas, agak sakit aja."


Alfa menatap ke cowok itu.


"Hati - hati dong Mas kalau main bola, AWAS aja kalau sampai terjadi sesuatu dengan istri saya. Saya akan tuntut kamu."

__ADS_1


Nyali cowok itu langsung menciut mendengar ancaman dari Alfa.


"Maaf Mas, Saya tidak sengaja. Tapi Mbaknya tadi bilang nggak papa kok."


"Sudah kamu pergi sana jangan sampai kesabaran saya habis."


Bentak Alfa, cowok itu terlihat usianya dibawah Alfa mungkin sekitar seumuran dengan Anin. Dia langsung menciut nyalinya dan pergi dari sana.


"Sekali lagi Saya minta maaf Mas."


Alfa tidak menggubrisnya dan dia membukakan botol minum untuk diberikan kepada Anin.


"Minum Sayang."


"Makasih Mas."


"Kamu nggak di apa-apa kan sama cowok tadi."


"Nggak papa Mas."


Anin menenggak minuman tersebut untuk membasahi tenggorokannya yang memang sudah terasa kering.


Sedangkan cowok tadi kemudian bergabung bersama dengan teman-temannya dan mendapatkan ledekan dari teman-temannya karena sudah mencari kesempatan untuk mendekati Anin.


"Kenapa kamu Bro."


"Cantik ceweknya, tapi sayang sudah bersuami, ha ha ha..."


"Kamu mau macam - macam sama suaminya itu."


Kata temannya yang mengenal sosok Alfa.


"Itu Mas Alfa, yang tinggal di nomor 8. Jangan coba coba kamu mendekati istrinya bisa masuk penjara kamu ha ha ha..."


"Sudah... jangan bahas dia aku tadi sudah diancam sama dia."


"Ha ha ha ha...." Tawa teman - temannya.


Selesai minum dan merasakan kepalanya sudah lebih enak, Alfa mengajak Anin untuk pulang ke rumah.


"Kamu masih kuat jalan, Sayang."


"Iya Mas, Anin nggak papa."


Katanya sambil tersenyum agar suaminya itu tidak terlalu khawatir.


Alfa menggandeng tangan Anin dan mereka jalan santai menuju ke arah rumah.


"Sayang, cowok tadi mengganggu kamu. Ngapain dia mengulurkan tangan ke arah kamu."


"Dia mau ngajak kenalan tadi Mas, tapi Anin nggak nanggepin."


"Beraninya itu cowok mau ngajak kenalan." Rasa cemburu Alfa langsung muncul.


"Sudah Mas, Anin juga tidak meresponnya lagi pula Anin juga tidak mengenalnya."


Anin mengusap tangan Alfa.


"Iya Sayang, kamu bilang sama Mas kalau ada cowok yang mau ganggu kamu."

__ADS_1


"Iya Mas, mana ada yang berani ganggu Anin. Suaminya aja selalu ada disampingnya." Kata Anin dengan tersenyum dan Alfa mencubit hidung Anin pelan.


"Mas harus waspada karena punya istri secantik kamu."


Anin tersenyum dan pipinya memerah mendapat pujian dari Alfa.


"Sayang, nanti ikut ke restoran tapi di dalam aja ya sama Arsy nanti."


"Iya Mas."


Mereka setelah sampai rumah kemudian masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk membersihkan badan sebelum sarapan bersama dengan Mama dan juga Kakaknya.


Setelah berganti pakaian Alfa dan Anin turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Kakak, udah yakin mau ketemu ini."


Tanya Alfa saat mereka sudah duduk di ruang keluarga selesai sarapan.


"Iya Fa."


katanya sambil tersenyum namun nampak juga keraguan di wajahnya.


"Kalau memang Kakak belum yakin jangan dipaksakan."


"Kakak yakin Fa."


Kata Amel sambil mengusap kepala Arsy.


"Kita jalan-jalan Ma."


"Iya Sayang, kita ke restoran ya."


"Yeay..."


Arsy terlihat senang sekali yang dia tahu hanya jalan-jalan.


"Kak, nanti Arsy sama Anin di dalam saja nanti kita bertiga yang menemui Indra."


"Bagus ide Alfa." Kata Mama Ani.


" Kita dengarkan dulu alasan Indra baru setelah itu kita kasih tahu Arsy jika memang itu memungkinkan." lanjut Sang Mama.


"Iya Ma." Dibenarkan Alfa.


"Kalau dia memaksa Ma."


Kata Amel.


"Dia nggak akan berani Kak, Setelah dia bisa meyakinkan kita semua baru kita kasih tau Arsy."


"Mama setuju ide Alfa."


"Sayang, nggak papa kan nanti di dalam sama Arsy sama Suster." Kata Alfa ke istrinya.


"Iya Mas, Anin jaga Arsy di dalam."


Setelah mengobrol Mereka pun memutuskan untuk segera berangkat ke restoran sebelum si Indra itu datang karena ada sebuah rencana yang sudah disusun oleh Alfa.


☺☺☺☺☺

__ADS_1


Marhaban Ya Ramadhan 🙏🙏🙏


__ADS_2