
"Ini pada kemana sih, nggak di jawab." Gerutu Rina yang berusaha menghubungi kantor cabang namun tidak ada yang menjawab.
"Coba telepon resepsionis nya saja."
Rina menghubungi nomor kantor cabang.
"Selamat siang."
Terdengar jawaban dan membuat Rina lega.
"Siang Saya Rina sekertaris Pak Alfa dari kantor pusat, bisa Saya disambungkan dengan Pak Agus ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada beliau."
"Maaf Bu, Pak Agus sedang meeting dengan pimpinan kantor pusat. Ada yang bisa kami bantu nanti akan kami sampaikan kepada Beliau."
"Apakah meeting masih berlangsung."
Rina punya cara sendiri untuk mencari tahu apakah Alfa sudah sampai karena tidak mungkin dia langsung mempertanyakannya.
"Iya Bu, baru saja dimulai."
"Baik terima kasih infonya dan tolong sampaikan kepada Pak Agus nanti setelah meeting untuk menghubungi balik saya."
"Baik Bu Rina akan kami sampaikan."
Di sebuah ruangan sedang berlangsung meeting, Alfa terlihat serius mendengarkan penjelasan dari pimpinan cabang hingga dia juga lupa jika belum memberi kabar kepada istrinya.
🌹🌹🌹🌹
Di rumah Anin masih gelisah menanti kabar dari Rina yang sedang menghubungi kantor cabang.
Tak lama ponselnya berdering dan tertera nama orang yang dinanti-nanti kabarnya.
" Assalamualaikum Mbak Rina."
" Waalaikumsalam, Bu Anin.
Maaf lama ya Bu, Saya barusan telepon ke kantor cabang dan jika Pak Alfa memang sudah sampai di sana Bu yang saat ini sedang memimpin rapat kemungkinan karena langsung rapat jadi belum sempat untuk menghubungi Bu Anin."
"Alhamdulillah, makasih Mbak Rina, maaf merepotkan ya."
Anin sudah merasa lega jika suaminya sudah sampai di kantor cabang walaupun belum menghubungi dirinya.
"Sama - sama Bu Anin, nanti jika Pak Alfa sudah bisa dihubungi akan saya sampaikan kepada Bu Anin."
"Baik Mbak Rina, saya sudah lega sekarang Mas Alfa sudah sampai di cabang."
Setelah panggilan di tutup Anin bisa tersenyum lega.
__ADS_1
"Gimana Anin." Tanya Amel.
" Alhamdulillah Kak sudah sampai mungkin karena terlalu sibuk jadi belum sempat menghubungi Anin."
"Kebiasaan itu Alfa, nggak tau apa istrinya khawatir."
Anin tersenyum saja mendengar komentar dari Amel.
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari tak terasa sudah berjalan setengah hari dan jam menunjukkan pukul 12 siang. Meeting pun di jeda sejenak untuk beristirahat, Alfa keluar dari ruang rapat dengan diikuti oleh pak Agus.
Begitu melihat Pak Agus keluar bersama Pak Alfa, resepsionis yang ada di depan segera menghampiri mereka.
"Maaf Pak Agus."
"Ada apa Siska."
"Saya ingin menyampaikan pesan dari Mbak Rina dari kantor pusat, jika Anda sudah selesai segera menghubunginya."
"Rina?.. Sekertaris Saya."
Tanya Alfa saya mendengar pembicaraan mereka.
"Iya Pak."
Alfa merogoh saku celananya dan tidak menemukan ponselnya.
"Ponsel Saya dimana."
Alfa baru sadar jika dirinya tidak membawa ponselnya.
"Anin..." Alfa teringat dengan istrinya jika dia belum memberi kabar.
"Ada apa Pak Alfa." Tanya Pak Agus.
"Sekarang kamu hubungi Rima saya mau bicara." Perintah Alfa ke Agus.
"Baik Pak."
Pak Agus mencari nomor ponsel Rina dan kemudian menghubunginya kemudian Pak Agus memberikan ponselnya kepada Alfa setelah terhubung.
"Rina tolong cari di ruangan saya apakah ponsel saya tertinggal, terus kabarkan kepada Anin saya baik-baik saja di sini."
"Baik Pak, tadi saya sudah memberi kabar kepada bu Anin jika Saya sudah sampai di cabang dan sedang memimpin meeting sepertinya Bu Anin sudah lega Pak, karena tadi pagi suaranya terdengar mengkhawatirkan Pak Alfa."
"Terima kasih Rani, Saya akan segera menghubunginya."
__ADS_1
"Baik Pak."
Kemudian Alfa dengan ditemani oleh Pak Agus keluar untuk makan siang, dan meminjam ponsel dari Pak Agus untuk menghubungi istrinya.
"Maafin Mas ya Sayang."
Terlihat wajah Anin yang tersenyum karena sudah merasa lega dihubungi oleh suaminya.
"Iya Mas nggak papa, Mas baik - baik aja kan."
"Iya Sayang, Mas baik-baik aja ini mau keluar untuk makan siang."
"Maaf Ponsel Mas tertinggal sayang di ruangan, ini baru saja Rina cek dan ternyata ada di meja."
"Iya Mas, lain kali jangan teledor gitu."
"Iya Sayang, maaf ya buat kamu khawatir. Mas mungkin nanti pulang terlambat karena masih ada yang harus diselesaikan."
"Iya Mas nggak apa-apa kalau pulang hati-hati."
"Iya Sayang, Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam Mas."
Alfa sudah lega melihat wajah istrinya yang ia rindukan.
"Makasih ya Pak Agus."
Alfa mengembalikan ponsel Pak Agus.
"Sama - sama Pak, istri Saya juha sering khawatir begitu kalau saya lupa tidak memberi kabar sudah sampai apa belum Pak."
"Hati wanita itu perasa Pak Agus, kita yang harus selalu memperhatikannya."
"Iya Pak, Saya melihat Pak Alfa begitu mesra dengan istrinya jadi membuat saya kangen dengan istri saya."
"Ha ha ha... Di telepon saja Pak istrinya."
"Kalau jam siang begini biasanya sibuk untuk menidurkan anak."
"Iya Pak, walaupun istri kita di rumah sebenarnya mereka juga bekerja malah lebih berat daripada kita tanggung jawabnya."
"Iya Pak Alfa, sebentar lagi Pak Alfa juga akan merasakan menjadi orang tua."
"Aamiin Pak, doakan kehamilan istri saya sehat-sehat saja sampai melahirkan."
"Aamiin Pak Alfa."
__ADS_1
😉😉😉😉