
"Kalau ada kesempatan yang masih diberikan kepada kami, saya sebagai orang tua dari Indra ingin meminta kembali Amel untuk menjadi menantu saya."
Lanjut Papa Gunawan dan langsung membuat Alfa, Anin, Mama Ani dan terutama Amel menegakkan pandangannya menatap ke arah Papa Gunawan.
Mama Ani nampak mengatur nafas walaupun sebenarnya dia juga sudah bersiap dengan kedatangan mantan besannya itu tetapi masih saja terasa dadanya sesak mengingat kejadian yang telah menimpa anak perempuan kesayangannya.
Mana ada seorang ibu yang begitu saja rela anaknya, mengalami kejadian yang sama lagi yang begitu menyakitkan.
"Maafkan atas kelancangan saya, namun anak saya Indra benar - benar tulus ingin memperbaiki semuanya." Papa Gunawan melanjutkan lagi maksud hatinya.
Amel diam menunduk, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Ya Allah, Hamba pasrah."
Doanya di dalam hati.
Papa Gunawan lalu berhenti dan bergantian menatap semua keluarga Mama Ani.
Alfa pun juga terdiam saja biarkan itu menjadi ranah dari Mama dan juga kakaknya.
"Amel.."
Panggil Mama Ani dan reflek Amel langsung menatap ke arah Mamanya.
"Iya Ma."
"Apa kamu masih bisa menerima Indra."
Tanya Mama Ani sambil menatap putrinya.
Amel menatap sang Mama dan di dalam hatinya terasa bergemuruh.
"Jawab Sayang." Pinta Mama Ani.
"Amel..." Lidahnya terasa kelu.
__ADS_1
"Amel memang masih merasakan betapa sakitnya hati ini Ma jika mengingat Mas Indra yang tega meninggalkan kami."
Amel tak terasa meneteskan air matanya di pipi mulusnya.
"Tetapi... Hiks...hiks..."
Tangis Amel pun pecah, Dia menyeka air matanya dan Mama Ani pun menggenggam tangannya untuk menguatkan.
"Amel.. Amel... tidak tega melihat Arsy yang selalu menanyakan Papanya."
Arsy yang tadinya nyaman berada di dekapan Indra kemudian menatap Mamanya.
"Pa.. Mama nangis."
Indra mengusap kepalanya dan tersenyum.
"Mama.... "
Arsy turun dari pangkuan Indra dan menghampiri Amel. Seketika Amel meraihnya dan mendekapnya sambil masih sesenggukan.
Celoteh Arsy di dekapan hangat Mamanya.
"Hiks....hiks...."
Amel menangkup wajah Arsy dan menatapnya sambil tersenyum.
"Sayang, Arsy senang nggak kalau Papa sama Mama ada di dekat Arsy."
Arsy seakan memahami permasalahan orang tuanya, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Papa tidur sini ya Ma."
Amel meneteskan air matanya lagi dan mendekap Arsy dengan hangat.
Papa Gunawan mengalihkan pandangannya ke arah Indra yang sejak tadi memandang kedua orang yang ia sayangi dan nampak jelas kantong matanya sudah penuh.
__ADS_1
"Sayang mau Papa tinggal di sini." tanya Amel ke anak semata wayangnya.
"Seneng Ma, Arsy bisa gambar, main sama Papa dan Mama."
Dengan cerianya Arsy menuju kedua orang tuanya yang semakin membuat Amel menangis begitu pula Indra yang sudah tak bisa menahan kantung matanya lagi.
"Ma..."
Amel menatap sang Mama yang ikut meneteskan air matanya.
"Iya Sayang, hiks..."
Mama Ani mengusap air matanya.
"Jika Amel bahagia apa Mama akan ikut bahagia."
Kata Amel dan air matanya masih berlinang membasahi pipi mulusnya.
Mama Ani memeluk sang anak yang duduk di atas kursi rodanya, Anin yang melihat itu tidak bisa menahan air matanya juga dia mendekap Alfa dan air matanya membasahi jas milik suaminya.
"Mama akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan kamu Sayang, Mama sayang sama kamu. Mama cuma ingin yang terbaik untuk kamu dan juga Arsy."
Kata Mama Ani dengan lembut.
"Ma, Amel ingin memiliki keluarga yang utuh."
Mama Ani mengecup keningnya dan mengusap air mata Amel yang membasahi pipinya.
"Mama akan merestuinya Sayang jika kamu memang bahagia dengan pilihan kamu."
Mereka larut dalam pelukan Mama dan anak, si kecil Arsy tak mau ketinggalan dia ikut memeluk sang Mama.
Alfa memeluk Anin yang ikut tersedu melihat kejadian itu, sedangkan Indra tak kalah bahagianya dia memeluk sang Papa dengan erat dan mengucapkan terima kasih...
😉😉😉😉😉
__ADS_1
Happy ya Semuanya 😍😍😍😍😍