
"Mas, Kak Amel gimana ya sama Mas Indra berdua di sana."
Anin merasa penasaran dengan Kakak iparnya yang menjaga Arsy bersama dengan mantan suaminya.
Alfa malah tersenyum dan mencium pipi istrinya itu yang sedang bersandar di dadanya.
"Nggak berdua aja sayang, kan ada mbak Lina juga yang tadi disuruh Mama untuk tetap tinggal di sana."
"Apa Mereka nggak canggung Mas, kan udah lama gak pernah berduaan."
"Kamu kok penasaran sekali sih Sayang."
Anin menengadahkan wajahnya menatap suaminya.
"Mas, coba video call Kak Amel."
"Mau ngapain."
"Anin penasaran, gimana kalau Kak Amel di sana canggung terus mereka cuma diam - diaman kan kasihan Arsy."
"Nggak Sayang, mereka pasti juga bicara nggak mau diam - diaman aja."
Alfa malah mendekap Anin dan menciumi pucuk kepalanya.
"Mas, coba deh telepon."
"Nggak baik Sayang, mengganggu mereka pasti sudah beristirahat."
"Gitu ya Mas, besok ke rumah sakit ya Mas."
"Apa nggak capek kamu, di rumah aja besok nggak usah ke sana lagi. Nanti Mas yang telepon Kak Amel kapan Arsy bisa di bawa pulang melihat keadaannya juga sudah sangat membaik."
"Iya deh, Mas. Tidur yuk capek."
Anin melepaskan pelukannya dan membaringkan tubuhnya di atas bantal.
Alfa menarik selimut yang menutupi tubuh Anin lalu mengecup keningnya.
"Mas ke kamar mandi dulu."
Anin menganggukkan kepalanya saja.
Tak lama Alfa setelah kembali dari kamar mandi dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Anin.
Anin memiringkan tubuhnya.
"Mas."
__ADS_1
"Iya Sayang."
"Dua hari lagi jadwal check up ke Dokter."
"Iya Sayang, pasti Mas temenin."
Alfa mengusap perut Anin yang masih rata yang kini memasuki 2 bulan.
"Beneran nanti sibuk lagi."
Anin suka protes sekarang kalau Alfa pulang telat.
Alfa mengusap kepala Anin yang menampakan wajah cemberutnya.
"Insya Allah, Mas akan usahakan mengantar dan menemani Istriku yang cantik ini."
"Bener ya Mas."
"Iya Sayang, Insya Allah."
"Anin marah kalau Mas nggak nemenin."
"Istri Mas jadi manja begini sekarang."
"Mau juga di manja sama Suami."
"Sayang, Bunda kamu manja sekarang ya padahal dulu galaknya, bikin takut."
Anin sontak mencubit lengan Alfa yang sedang mengajak berbicara calon anaknya yang ada di dalam perut.
"Aw... Sakit Sayang."
"Mas suka ledek."
"Bercanda Sayang, yuk tidur Sayang udah malam."
Mereka semakin lama merasakan kantuk dan akhirnya terlelap alam mimpi.
Pagi harinya setelah bersiap karena akan ke kantor, Alfa mengajak Anin turun ke bawah untuk sarapan bersama Mamanya.
"Mama, bareng ya Fa ke rumah sakit."
"Iya Ma, sekalian Alfa mau menanyakan kapan Arsy boleh dibawa pulang."
"Iya, Mama jadi merasa kurang tenang kalau Arsy di sana sama Indra."
"Ma, udah lah Indra kan Papanya Arsy. Masa iya mau Arsy menangis."
__ADS_1
Mama Ani nampak menghela nafasnya semenjak tadi sore pulang dari rumah sakit pikirannya masih tertuju terus dengan Arsy yang ditunggu oleh Papanya.
"Kopinya Mas."
Anin menghidangkan satu cangkir kopi di hadapan Alfa.
"Makasih Sayang, yuk sarapan."
Anin duduk di samping Alfa dan mereka sarapan bersama.
"Di rumah baik - baik ya Sayang sama Bibi. Kalau ada apa-apa segera kabari Mas."
Pesan Alfa saat ada di teras saat akan berangkat ke kantor dan mengantar Mamanya ke rumah sakit.
"Iya Mas, hati - hati."
Anin mencium punggung tangan Alfa dan kemudian suaminya itu pun tak lupa mengecup kening Anin dengan sayang lalu menuju ke mobil dan melajukannya meninggalkan rumah bersama Mama Ani.
Sesampainya di rumah sakit Mama Ani sudah tidak sabar ingin segera melihat keadaan cucunya.
Dia membuka pintu ruang perawatan Arsy dan mengucapkan salam kemudian diikuti oleh Alfa.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Jawab Indra sedang menggendong Arsy sambil menyuapinya makan.
"Amel mana." Tanya Mama Ani yang tidak melihat keberadaannya.
"Lagi mandi Ma, di kamar mandi." Kata Indra yang terlihat telaten menyuapi Arsy.
"Sayang, sama Oma."
"Nggak mau, sama Papa."
Arsy menolak ajakan Mama Ani karena sudah nyaman dengan Papa Indra.
"Ma, duduk sini."
Alfa meminta Mamanya untuk duduk di sofa dan membiarkan Indra menyuapi Arsy.
Lalu Amel pun keluar dari dalam kamar mandi dan mendekati Mamanya.
Alfa lalu menanyakan juga kapan Arsy boleh dibawa pulang kepada Amel dan katanya jika siang ini keadaannya sudah lebih baik boleh dibawa pulang.
Alfa pun senang mendengar kabar itu kemudian memutuskan untuk berangkat ke kantor dan meminta kepada Amel untuk menghubunginya siang nanti jika Arsy dibawa pulang dia akan menjemputnya.
__ADS_1
😉😉😉😉