
Kehamilan Anin sudah memasuki bulan ke sembilan dan artinya tinggal sebentar lagi menanti buah hati mereka lahir.
Alfa selalu menjadi suami siaga apabila suatu saat istrinya akan melahirkan, dia harus siap sedia ada di sampingnya.
Sedangkan kelanjutan hubungan Amel dan Indra untuk membina rumah tangga kembali juga tidak hanya bercanda. Mereka akan menyelenggarakan akad nikah kembali dan menjadi suami istri.
"Sayang, besok kamu nggak boleh capek-capek ya. Cukup duduk manis aja, oke Sayang."
Alfa sudah mewanti-wanti istrinya untuk tidak ikut andil di acara akad nikah Amel besok pagi.
"Iya Mas, sudah berapa kali coba Mas Alfa bilang kayak gitu." Ucap Anin sambil meraih dagu suaminya dengan manja dan bersandar di bahunya.
"Mas nggak akan bosan sayang untuk mengingatkan kamu."
Alfa menciumi pipi Anin, yang semakin gembul saja dan semakin menggemaskan.
"Geli Mas."
"Malah pacaran di sini, memberi contoh yang tidak baik sama Arsy."
Amel melihat kedua adiknya ber manjaan di ruang keluarga sambil melihat rumah yang didekor serapi mungkin.
"Arsy apa Kak Amel yang nih yang merasa terganggu." Ledek Alfa karena Arsy dari tadi sibuk sendiri melihat orang lain menghias rumahnya di dekor.
"Mas..."
Anin mencubit lengan suaminya yang suka sekali menggoda Kakaknya.
"Suami Mu memang kayak gitu Anin, nggak tau tempat."
Amel beranjak meninggalkan mereka berdua.
"Ha ha ha... mau kemana Kak. Udah nggak sabar ya nunggu besok."
__ADS_1
Teriak Alfa dan Amel hanya menyeringai saja.
"Mas, jangan begitu."
"Bercanda aja Sayang. Kita ke kamar aja yuk Sayang kayaknya kamu capek itu."
Alfa memandang wajah istrinya serius padahal dia saja yang cari alasan mau istirahat karena sepulang kerja tadi belum istirahat.
"Mas yang capek kan."
"He he he. tau aja Sayang."
Alfa berdiri lalu meraih tangan Anin untuk membantunya berdiri.
"Mas gendong ya."
"Nggak Mas, Anin takut."
Alfa memeluk pinggang istrinya membawanya ke kamar mereka.
Amel menghampiri Arsy untuk mengajaknya istirahat karena hari juga semakin malam.
"Sayang, yuk kita tidur."
Ajak Amel.
"Nggak mau, Arsy mau di sini Arsy mau jadi princess Ma." Sejak tadi sudah dipucuk juga oleh pengasuhnya untuk beristirahat tetapi Arsy tetap kekeh nggak mau.
"Sayang, kalau nggak bobo besok nggak bisa jadi princess kan ngantuk."
"Arsy nggak ngantuk Ma."
"Tuh lihat Papa Alfa sama Bunda Anin udah ke kamar mau istirahat karena besok mau jadi princess."
__ADS_1
"Arsy juga harus istirahat." lanjut Amel.
"Nggak mau... Hiks..hiks...."
Arsy malah mau menangis karena dibujuk untuk tidur tidak mau.
"Sayang, nanti Papa Indra marah lho kalau kamu tidak mau tidur, tadi udah telepon kan sama Papa Indra janji mau tidur." Rayu Amel dan pasti ampuh kalau menyebutkan nama Indra.
"Papa mana Ma."
Arsy mendekati Mamanya dan memeluknya.
"Besok Papa ke sini sama kakek mau jadi princess sama Arsy jadi sekarang Arsy tidur dulu ya."
"Besok Papa tidur sini Ma."
Amel tersenyum dan mengusap kepala Putri kecilnya.
"Yuk.. Ma tidur."
Akhirnya Arsy pun mau beristirahat dan tidur.
Setelah Arsy tidur di kamarnya Amel pun menuju ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
Dia memandang kamarnya yang sedikit dihias ala pengantin baru. Awalnya Amel menolak tetapi karena memang sudah satu paket dengan dekorasi rumahnya akhirnya dipasang tetapi hanya secara sederhana.
Air matanya lolos dengan sendirinya memandangi kamarnya saat ini, Dia teringat akan dulu saat pertama kali menikah dengan Indra dan tak pernah menyangka jika semuanya akan seperti ini dan harus mengulanginya lagi dari awal.
"Ini yang terakhir Mas, Amel sudah memberi kesempatan sama Mas Indra dan hanya rasa percaya ini yang bisa ambil pegang."
😃😃😃😃😃
Mau kondangan ke Amel lagi gak nih ,🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1