
Arsy terlihat tenang di gendongan Indra, hingga ia terlelap sendiri.
"Mas tidurkan saja, Arsy sudah tidur." Pinta Amel.
"Biar saja Dia tidur, Aku akan menggendongnya."
Ucap Indra yang mengusap lembut kepala Arsy hingga membuatnya nyaman di pelukannya.
Mama Ani menatap Arsy yang terlihat nyaman di gendongan Indra. Begitu pula dengan Alfa dan Anin, Om Gunawan juga tersenyum bahagia melihat putranya bisa menggendong anaknya lagi.
Hari berganti sore dan suasana sudah sedikit mencair walaupun Mama Ani masih terlihat enggan untuk berbicara dengan mantan besannya dan Alfa yang mengajaknya mengobrol.
Indra duduk di samping tempat tidur Arsy sambil mengusap kepalanya.
Anin terlihat sudah capek dan memilih untuk berjalan - jalan jika dibuat duduk terus pinggangnya terasa pegal.
"Sayang, capek."
Tanya Alfa memperhatikan istrinya yang sejak tadi sudah tidak nyaman.
Anin tersenyum, "Pegel aja Mas banyak duduk."
Adzan ashar pun berkumandang.
"Kita ke masjid yuk Mas, sekalian jalan - jalan." ajak Anin.
"Iya Sayang."
Setelah berpamitan dengan Mama Ani, Alfa dan Anin keluar dari ruangan di ikuti pula oleh Indra dan Papa Gunawan.
Arsy di dalam ditemani oleh Amel dan juga Mama Ani.
"Alfa."
Panggil Indra saat mereka telah selesai sholat dan duduk di serambi masjid sambil mengenakan sepatu.
"Iya."
__ADS_1
"Biar aku aja yang menjaga Arsy nanti malam itupun kalau kamu memperbolehkan."
"Aku tidak berhak untuk memutuskan silahkan nanti bertanya sendiri kepada Kak Amel." Kata Alfa.
"Indra, sebaiknya jangan dulu." Saran Papanya.
"Tapi Pa, Indra ingin menjaga Arsy."
"Bicara aja sama Kak Amel."
Alfa pun berdiri di saat melihat Anin sudah menunggunya.
Mereka pun berjalan kembali ke dalam ruang perawatan Arsy.
"Mas."
Anin menggerakkan tangan Alfa.
yang menggandengnya.
"Iya Sayang."
Anin melihat penjual batagor yang sangat menggoda.
"Iya Sayang. Om sama Indra silakan ke ruangan Arsy saja dulu. Alfa mau nurut istri yang lagi ngidam."
"Anin hamil." Tanya Papa Gunawan.
"Iya Om."
"Selamat ya, ya udah kita ke ruangan Arsy duluan."
Alfa mengajak Anin menuju ke penjual batagor itu, sedangkan Indra dan Papa Gunawan menuju ke ruang perawatan dari Arsy.
"Mas, Papanya Arsy kelihatan sayang banget sama Arsy."
"Sepertinya begitu Sayang, makan dulu Sayang anak Papa lapar ini." Alfa mengusap perut Anin.
__ADS_1
Sedangkan di kamar perawatan Arsy terjadi ketegangan, Indra sudah mengungkapkan keinginannya kepada Amel jika dia malam ini ingin menginap di rumah sakit.
Mama Ani yang jelas menolak keinginan Indra itu sedangkan Amel sebenarnya memperbolehkannya hanya saja mendapatkan penolakan dari Mamanya.
"Ma, kasihan Alfa kalau setiap malam harus di sini dan esoknya kerja lagian Anin juga sedang hamil dan butuh perhatian dari Alfa." Kata Anin untuk meluluhkan hati Sang Mama.
"Kalau tidak diperbolehkan untuk menjaga Arsy di dalam, Indra nggak papa Ma kalau harus menunggunya di luar ruangan." Ucap Indra, Dia juga tidak mau menyerah ingin merawat anaknya.
Papa Gunawan tak bisa berbuat banyak tapi dia selalu mendukung anaknya untuk merawat Arsy.
Amel menatap ke arah mantan suaminya itu, nampak kelihatan keseriusannya untuk merawat Arsy.
Mama Ani menghela nafas saja tapi belum memberikan jawabannya.
Kemudian pintu terbuka dan datang Alfa bersama Anin, Mereka mengucapkan salam dan melihat suasana yang sepertinya tidak baik.
"Ada apa Kak." Tanya Alfa setelah duduk di sofa.
"Mama tidak memperbolehkan Mas Indra untuk menginap di sini." Kata Kak Amel.
Alfa mendekati Mamanya dan meraih tangannya.
"Ma... Mama boleh membenci Indra tapi Mama bisa melihat kan tadi Arsy sangat nyaman dengan Papanya. Alfa mohon Ma, demi Arsy biarkan dia merasakan kasih sayang kedua orang tuanya."
Mama Ani menatap Alfa lalu memeluk putranya itu.
"Mama takut Kakak kamu sakit lagi Fa."
Memang tidak bisa dipungkiri rasa sakit hati dan ketakutan Mama Ani akan terulang lagi kejadian dulu yang masih memenuhi relung hatinya.
"Ma, Kakak sama Arsy bahagia. Mama doakan saja semua baik - baik saja." Bujuk Alfa.
"Iya sudah boleh di sini tapi sekali lagi Kamu buat kesalahan Mama tidak akan tinggal diam." Ucapan Mama Ani mengarah ke Indra.
"Makasih Ma, Indra janji akan membuat Arsy bahagia Ma."
Malam sebentar lagi menjelang, Alfa mengajak Mamanya dan juga istrinya untuk pulang, sedangkan Papa Gunawan dijemput oleh sopir dan Arsy di temani Mama dan Papanya serta pengasuh Arsy yang diperintah Mama Ani tetap di sana.
__ADS_1
😉😉😉😉😉😉
Semoga kabar baik yaaa 😁😁😁😁