KOPI CINTA

KOPI CINTA
19


__ADS_3

"Yang itu Mas pagar hitam."


Papa Budi memberitahu kepada Alfa untuk berhenti di depan rumah yang memiliki pagar hitam.


"Iya Pak."


Alfa menghentikan mobilnya tepat di depan pagar itu.


"Mas Alfa mampir dulu ini sudah maghrib, nggak baik lho di jalan."


Pinta Papa Budi, Anin yang mendengarnya melotot kan matanya tak percaya Papanya menawarkan untuk mampir.


"Makasih Pak, tapi sepertinya tidak usah Pak saya langsung pulang aja."


"Mampir dulu sebentar Mas, biarkan kami menjamu Mas Alfa karena sudah menolong Bapak dan Anin."


Alfa yang merasa tidak enak juga akhirnya mengiyakan untuk mampir ke rumah Anin.


Mendengar ada mobil yang berhenti di depan rumah Mama Rani langsung keluar karena sudah mengkhawatirkan suami dan anaknya kenapa belum sampai rumah juga.


"Sayang, nggak papa kan."


Mama Rani menghampiri Anin yang baru saja turun dari mobil.


"Nggak papa Ma."


Alfa ikut turun bersama Papa Budi.


"Ma, ada tamu dipersilahkan masuk." Pinta Papa Budi kepada istrinya itu.


"Mari silahkan masuk Mas, maaf ya rumahnya berantakan."


Alfa tersenyum saja.


"Siapa Sayang."


Tanya Mama Rani kepada Anin.


"Teman Anin."


Kata Anin sambil tersenyum.


"Silahkan masuk Mas Alfa "


Alfa mengikuti Papa Budi ke dalam sedangkan Anin sudah berjalan di depan bersama Mamanya.


"Silahkan duduk Mas, Anin."


Panggil Papa Budi.


"Iya Pa."


"Buatkan minum buat Mas Alfa."


"Nggak usah repot- repot Pak, saya hanya sebentar saja."


Alfa merasa sungkan saja baru juga mengenalnya tadi tapi sudah diminta untuk mampir.


"Sama sekali tidak merepotkan, justru Bapak yang sudah merepotkan Mas Alfa mengantar sampai rumah lagi."


Alfa tersenyum saja.

__ADS_1


"Anin temani aja tamunya, biar Mama yang buat ya."


Pinta Mama Rani.


"Tapi Ma."


"Sudah sayang duduk sana sama Papa."


Anin kembali dan duduk di ruang tamu bersama Papanya menemani Alfa.


"Anin temani Mas Alfa ya, Papa mau mandi dulu sudah adzan."


"Tapi Pa."


"Bentar aja, nanti jamaah sama Saya Mas ke masjid."


"Iya Pak."


Papa Budi masuk ke dalam meninggalkan Alfa dan Anin berdua.


Mereka saling diam hingga akhirnya Alfa yang memulai bicara.


"Bagaimana keadaan kaki kamu."


Anin yang tadi menunduk mengangkat wajahnya menatap Alfa.


"Alhamdulillah Pak, sudah membaik."


Alfa nampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu divisi apa."


"Dibawah pimpinan Bu Rita."


"Iya Pak."


Mereka saling terdiam lagi.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak sudah menolong saya dan Papa."


"Sama - sama kita memang harus saling menolong kan."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Maaf merepotkan Bapak."


"Saya sama sekali tidak merasa direpotkan."


Kemudian datang Mama Rina yang membawakan minuman serta camilan.


"Silahkan Mas di minum."


"Makasih Bu."


Mama Rina ikut duduk di samping Anin. Alfa mengambil cangkir yang ada di depannya dan kemudian menyeruput minuman yang ada di dalamnya.


"Maaf sebelumnya saya tidak menawari suka minum apa tapi langsung saya buatkan saja."


"Nggak papa Bu, saya suka minuman apa saja."


Kemudian datang Papa Budi yang sudah berganti pakaian koko dan bersarung akan ke masjid.

__ADS_1


"Mas Alfa kita ke masjid."


Alfa pun tersenyum dan langsung berdiri ikut Papa Budi.


Mereka berjalan keluar dari rumah menuju ke masjid dekat rumah.


"Sayang, dia teman kamu kerja."


Mama Rani penasaran sejak melihat Alfa datang tadi.


"Iya Ma."


"Dia seperti bukan karyawan biasa dari penampilannya."


Anin tersenyum saja, dia bingung mau bilang yang sebenarnya atau tidak sedangkan tadi Alfa berbohong dengan Papa Budi.


"Mobilnya aja bagus gitu Sayang."


"Dia udah lama Ma, jadi udah karyawan senior."


"Kok dia bisa mengenal sama Kamu."


"Kan tiap hari sering konsultasi Ma, udah Ma Anin mandi dan sholat dulu."


mandi beranjak berdiri kemudian menuju ke kamarnya, begitu pula dengan Mama Rani karena ingin segera menyediakan makan malam untuk mereka.


Selesai dari masjid Alfa dan Papa Budi kembali ke rumah dan kemudian disambut oleh Mama Rani dan diminta untuk makan malam.


"Udah pulang Pa, langsung makan malam aja Pa."


Pinta Mama Rani.


Alfa sebenarnya ingin langsung pulang karena sudah merasa tidak enak lama-lama di rumah seorang gadis.


"Saya pamit Pak."


"Jangan Mas kita makan malam dulu, kasihan istri saya sudah masak. Mari Mas Alfa kita masuk ke dalam."


Alfa lagi-lagi merasa tidak enak kemudian mengikuti Papa Budi masuk ke dalam dan Anin ternyata sudah di sana menata menu makan malam di meja.


"Silahkan duduk Mas Alfa."


"Makasih Bu."


"Anin minumnya Sayang."


"Iya Ma."


Anin menghidangkan satu gelas kopi di hadapan Alfa.


"Silahkan Pak."


"Makasih."


Alfa menyeruput kopi yang ada di hadapannya kemudian ekspresinya langsung berubah.


"Kopi ini."


Dalam hati Alfa.


☺☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2