
"Papa..."
Arsy berteriak memanggil Indra begitu melihatnya turun dari mobil bersama keluarganya.
"Sayang, tunggu di sini saja ya."
Cegah Anin karena Arsy sudah mau lari menghampiri Indra.
"Itu Papa, Bunda."
"Iya Sayang, di sini ya."
Alfa sebagai perwakilan keluarganya, menyalami keluarga Indra yang tidak begitu banyak juga membawa tamu.
"Papa..."
Arsy memanggilnya begitu ada di depannya dan Indra pun meraihnya dan menggendongnya
"Arsy kangen Papa, kenapa Papa kesini nya lama."
"Maaf Ya Sayang."
Indra mengecup pucuk kepala Arsy.
Para tamu semua masuk ke dalam rumah dan Arsy pun masih berada di dalam gendongan Indra.
Amel menatap Indra yang masuk ke dalam rumah sambil membopong Arsy, dan manik mereka berdua saling bertatap seulas senyum pun terpancar di bibir Indra.
"Sebentar lagi, kita bersama lagi Sayang." Dalam hati Indra.
__ADS_1
Tak lama kemudian datang pak penghulu yang siap menikahkan mereka berdua dan memberikan beberapa nasehat.
Arsy nampak senang sekali melihat kedua orang tuanya duduk bersebelahan dan Indra siap mengucapkan ijab qobul kembali dengan Paman Amel yang merupakan Kakak dari Papanya yang menjadi wali nikah.
Penghulu memberikan nasehat panjang lebar apalagi ini adalah pernikahan yang kedua bagi mereka agar tidak terulang kembali kejadian yang telah lalu.
Indra menjabat tangan Paman Amel dan mengucapkan ijab qobul hingga para saksi akhirnya pun mengucapkan SAH dan mereka menjadi suami istri kembali.
Amel mencium punggung tangan suaminya yang kini telah menjadi suaminya kembali begitu pula Indra mengecup kening Amel dan terasa sangat dalam.
"Terima kasih." Ucap Indra dan mendapat senyuman dari Amel.
"Papa..."
Arsy sudah tidak sabar lagi dan berlari menuju ke Papanya.
"Anak Papa."
"Papa, tidur sini ya sama Arsy."
Katanya dengan lucu yang membuat para tamu undangan tertawa.
"Iya Sayang."
Indra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Indra dan Amel diminta untuk menandatangani surat pernikahan mereka, Arsy di dudukkan di tengah diantara Papa dan Mamanya.
Keluarga bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
__ADS_1
"Bahagia ya Sayang."
Mama Ani memeluk putrinya dan tak terasa air matanya lolos begitu saja.
"Makasih Ma."
"Terima kasih Ma, sudah menerima kembali Indra menjadi keluarga ini."
Indra mencium tangan Mama Ani dengan tulus.
"Jaga Amel dan Arsy, sayangi anak dan istri Mu. Jangan pernah sakiti Mereka lagi."
"Iya Ma, Maafkan kesalahan Indra yang telah lalu Ma. Kini Indra akan memulai kehidupan baru bersama Amel dan Arsy. Terima kasih atas restu yang sudah Mama berikan kepada Indra, dan Indra akan menjaga kepercayaan Mama untuk membahagiakan anak dan istri Indra."
"Mama pegang janji kamu, bahagiakan mereka."
"Insyaallah Ma."
Setelah memohon dan maaf kepada Mama Ani, Indra mendorong kursi roda istrinya menuju ke arah Papanya.
"Pa.. Terima kasih atas kepercayaan yang Papa berikan kepada Indra, doakan keluarga kami selalu bahagia dan mendapatkan ridho Allah."
"Aamiin.. Papa ikut bahagia kamu tes satu kembali dengan anak dan istrimu. Sayangi mereka dan bahagia kan mereka selalu jangan pernah mengulangi kesalahan yang dulu cukup menjadi pelajaran dan jangan menengok ke belakang lagi. Ambil hikmahnya sebagai pelajaran dalam hidup yang sangat berharga."
Pesan Papa Gunawan kepada putra kebanggaannya.
Lalu berganti Amel dengan di bantu Indra mendorong kursi rodanya, Amel mencium tangan Papa Gunawan dan meminta doa agar selalu mendapatkan ridho keluarganya.
🤲🤲🤲🤲🤲
__ADS_1
Aamiin...
Kita doakan Mereka selalu bahagia ya ,😉😉😉😉