
"Lagi apa, kok belum tidur."
Alfa mengirimkan pesan kepada Anin setelah membersihkan dirinya dan duduk santai di balkon kamarnya seorang diri.
Dia melihat pada aplikasi chat dan Anin terlihat online.
"Belum bisa tidur."
Balasan dari Anin masuk dan membuat Alfa tersenyum sendiri.
Alfa menekan tombol telepon di ponselnya untuk menghubungi Anin.
"Assalamualaikum."
Terdengar suara Anin di telinga Alfa.
"Waalaikumsalam, kenapa nggak bisa tidur lagi mikirin sesuatu."
Alfa mulai mengeluarkan perhatian - perhatiannya untuk meluluhkan hati Anin.
"Bukan, belum ngantuk aja Pak."
"Anin.."
"Iya Pak."
"Manggilnya jangan Pak ya, apa gitu serasa tua banget aku."
"Saya kan karyawan Bapak, masa panggil yang lain nggak sopan."
"Anin, ini bukan kantor. Kita bicara sebagai hmmmm....apa ya kita ini, pacar atau calon istri."
Alfa sengaja pengen mendengar reaksi dari Anin tentang status hubungan mereka.
"Saya harus manggil apa Pak."
Ternyata Anin nggak merespon seperti yang diharapakan Alfa.
"Kamu mau panggil apapun aku terima, Mas, Abang atau Sayang juga boleh."
"Mas aja ya Pak."
"Kok masih Pak."
"Mas Alfa."
Alfa langsung tersenyum lebar dan senangnya bukan main.
"Gitu dong, terdengar mesra."
Gombal Alfa.
"Tapi kalau di kantor, Saya panggil Pak ya."
"Iya."
"Dan satu lagi, Saya belum siap kalau karyawan kantor yang lain tau hubungan kita Pak."
"Pak lagi."
"Ehhh.. Maaf iya Mas."
"Hufftt.... Ya nggak papa kita diam saja gimana teman kamu yang tadi sore mereka pasti sudah curiga kenapa aku ada di rumah kamu."
Walaupun harus kucing - kucingan Alfa menerima saja.
"Kalau Miss Salsa dan Kak Rio bisa dikondisikan Mas, nanti aku yang bicara."
"Oke, sudah malam tidur."
"Belum bisa merem."
"Mau nggak dengerin lagu."
"Lagu apa."
"Bentar ya."
Alfa mengambil gitarnya, ingin menyanyikan Anin.
"Halo... Anin masih di situ."
"Hmmmm... Iya Mas."
Anin meletakkan ponselnya di samping bantalnya sambil mendengarkan suara Alfa.
Jreng....
Suara gitar Alfa mulai di petik.
__ADS_1
Anin yang mendengarnya lewat ponsel tersenyum sendiri di sana.
"Hadirlah dirimu
Berikan suasana baru
Kau mampu tenangkan aku
Disaat risau dalam hatiku."
"Lembutnya sikapmu
Meluluhkan hati ini
Terbuai aku terlena
Oleh dirimu oleh dirimu"
Suara Alfa melantun lembut di telinga Anin, hingga membuatnya ikut bernyanyi.
Jantung pun bergetar
Saat engkau ada di dekatku
Mungkinkah diriku
Telah jatuh cinta pada dirimu
Sebisa diriku
Mencoba untuk melupakanmu
Namun ku tak bisa
Kau pun slalu ada dalam hatiku
Dan biarkan semua
Mengalir apa adanya
Ku yakin kau pun pahami
Perasaanku perasaanku.
"Anin... Anin..."
Alfa memanggilnya setelah selesai menyanyikan lagu untuknya.
"Kirain udah tidur."
"Mulai ngantuk, udah ya Mas. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, jangan lupa berdoa."
"Iya Mas."
Alfa memutus panggilannya dan meletakan ponselnya di meja sebelahnya mengambil gitarnya kembali.
"Jantung pun bergetar
Saat engkau ada di dekatku
Mungkinkah diriku
Telah jatuh cinta pada dirimu"
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi menjelang Anin telah bersiap karena hari ini jadwalnya lewat jalan dan bertemu dengan Dokter.
"Sayang, Alfa kesini jam berapa."
Tanya Mamanya dari dalam rumah karena Anin berada di taman belakang sedang memberi makan ikan.
"Nggak tau Ma, mungkin sebentar lagi juga datang."
Tak lama terdengar salam di depan rumah, benar saja Alfa datang dengan pakaian santai karena memang hari ini dia khusus ingin menemani Anin untuk rawat jalan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Mama Rani ke depan dan melihat Alfa sudah berada di depan pintu.
"Masuk Alfa."
"Iya Bu."
"Sarapan dulu Alfa."
__ADS_1
"Makasih Bu, Saya sudah sarapan di rumah sama Mama."
"Anin ada di belakang, kamu masuk saja Mama siap-siap dulu ya."
"Iya Ma."
Alfa jadi ikutan manggil Mama dan berjalan ke arah belakang rumah.
"Bisa gendut ikan itu, dikasih makan terus."
Anin menoleh ke belakang dan tersenyum, Dia sudah tahu Alfa sudah datang karena terdengar suara Mamanya yang keras sekali dari dalam rumah.
"Pak Alfa nggak berangkat ke kantor kok pakai baju santai."
"Pak lagi."
Alfa mengambil duduk di kursi yang kosong sebelah Anin.
"He he he... Iya Mas nggak ke kantor."
"Mas ijin hari ini, khusus mau nemenin kamu untuk check up."
"Nanti di cari lho."
Anin mulai meledeknya.
"Siapa yang nyari, aku sudah pesan ke Rani untuk masalah kantor. Meeting juga nggak ada hari ini." Alfa masih nggak paham juga maksud Anin.
"Nanti ada yang nyari nyari Mas lho, kalau enggak masuk ke kantor."
"Siapa sih Anin."
"Masa Mas Alfa nggak peka sih, itu yang selalu nempel sama Mas Alfa kemanapun."
Kata Anin tapi tanpa melihat ke arah Alfa dia masih fokus memberi makan ikan ikannya.
"Oh.. Cemburu ya."
Gantian Alfa yang menggoda Anin.
"Cemburu.. Ngapain Mas habisin tenaga aja." Kata Anin sambil melirik ke Alfa yang memandangnya dengan senyum - senyum menggoda.
"Cemburu juga nggak papa, malah bikin Mas seneng. Berati Kamu sudah cinta sama Mas."
Mereka berdua saling tatap dan datang Mama Rani.
"Berangkat jam berapa ini."
Mereka berdua langsung mengalihkan pandangannya kearah yang berbeda.
"Ibu udah siap."
"Kok berubah lagi Alfa manggil Ibu, Mama aja kayak Anin terus panggil Papa juga."
Alfa tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya sedangkan Anin n' menggaruk kepalanya yang tak gatal sudah se-akrab Itu Mamanya dengan Alfa.
"Iya Ma, Anin sudah siapkan."
Anin menganggukkan kepalanya kemudian Alfa pun mendorong kursi rodanya untuk menuju ke depan.
Alfa mengangkat tubuh Anin setelah ijin ke Mamanya, kemudian mendudukkannya di depan karena Mama malah memilih duduk di belakang.
Alfa mulai melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah sakit.
"Alfa nggak ke kantor hari ini."
Tanya Mama Rani.
"Nggak Ma, ijin hari ini nemenin Anin check up."
"Makasih Alfa, tapi apa pekerjaanmu tidak terganggu."
"Sudah ada sekretaris Alfa Ma yang menyelesaikan."
Mama Rani tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja, berati benar Alfa ini seseorang yang penting di kantornya.
Sesampainya di rumah sakit Alfa menghentikan mobilnya dan kemudian menggunakan kursi roda dan kembali mengangkat tubuh Anin.
Alfa mendorong kursi roda Anin dan diikuti oleh Mama Rani.
Dokter menyatakan tidak ada cidera yang terlalu serius di kaki Anin dan harus mulai berlatih berjalan supaya cepat pulih kembali.
Setelah bertemu dengan Dokter Alfa kembali mendorong kursi roda Anin menuju ke mobil dan diikuti Mamanya.
Mama Rani udah masuk ke dalam mobil begitu pula Anin kemudian Alfa berputar dan membuka pintu sebelah.
Dari jauh ada sepasang mata yang memperhatikan mobil Alfa.
"Itu mobil Alfa, ngapain Dia. Pakai baju santai pantas saja dia tidak ke kantor hari ini. Siapa yang bersamanya."
__ADS_1
☺☺☺☺☺☺
Siapa Dia..