KOPI CINTA

KOPI CINTA
58


__ADS_3

Sehabis Alfa pulang, Anin masuk ke dalam rumah dan ingin segera menyegarkan badannya.


"Kak.."


Panggil Mama.


"Iya Ma."


"Alfa selain sama Mamanya, sama siapa kesini."


"Kak Amel Ma, Mamanya Arsy."


"Ya udah, kamu mandi sana terus dandan yang cantik."


"Emang mau ngapain sih Ma."


"Kan ada tamu, masa nggak cantik sih."


"Gini juga udah cantik Ma."


Mamanya tersenyum saja kemudian melihat siku Alya yang diperban karena lengan bajunya dia naikkan ke atas jadi Mamanya melihat.


"Siku kenapa."


"Jatuh aja Ma." Bohong Anin.


"Tapi nggak papa Ma, cuma lecet aja tadi udah diperiksakan."


"Kamu hati - hati dong."


"Iya Ma, Anin ke kamar ya Ma mau mandi."


"Iya sayang."


Anin masuk ke dalam kamar karena sebentar lagi adzan maghrib juga akan berkumandang.


Selesai sholat Anin membantu Mamanya mempersiapkan makan malam untuk menjamu keluarga Alfa.


Tak lama terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.


"Kak.." Panggil Fajar.


"Iya kenapa."


"Suruh ke depan Mama."


Anin tadi masuk ke dalam kamar untuk berganti baju tadi hanya pakai baju rumahan.


"Iya sebentar."


Tak lama Anin keluar dengan mengenakan gamis berwarna tosca begitupula senada dengan jilbabnya dengan aksen bunga-bunga yang menambah aura kecantikannya keluar.


Alfa yang sudah duduk di ruang tamu tak berkedip memandangnya yang berjalan ke arah mereka.


"Ma.."


Anin meraih tangan Mama Ani dan mencium punggung tangannya.


"Cantik sekali calon menantu Mama."


Mama Rani tersenyum senang ternyata calon besannya sudah menyukai putrinya.


"Makasih Ma."


"Kak Amel, selamat datang."


Anin meraih tangan Amel dan mencium punggung tangannya.


"Makasih Anin."

__ADS_1


"Arsy tidur Kak."


"Iya, tadi siang susah suruh tidur jadi jam segini ngantuk dia."


Arsy berada di pangkuan pengasuhnya yang sedang tertidur lelap.


"Mas.."


Anin tersenyum kepada Alfa dan mendapatkan senyuman dari dari Alfa yang begitu manis.


"Alfa, kedip."


Ledek Kak Amel yang menyenggol lengan adiknya itu.


"Kakak..."


Alfa terlihat malu ketahuan menatap Anin tanpa berkedip.


Mama Rani telah menyiapkan beberapa minuman serta camilan di depan meja.


"Silahkan Bu dicoba kue nya."


Tawar Papa Budi sebagai tuan rumah.


"Makasih Pak."


"Pantesan Alfa betah ke sini ya Pak. Kue nya enak - enak ini." Canda Mama Ani membuat Alfa malu sendiri.


"Kalau Alfa itu sukanya kopi buatan Anin Bu."


Ucap Mama Rani, kalau main Alfa pasti mintanya kopi sama Anin.


"Mama..."


Alfa malu sendiri jadi bahan pembicaraan.


Setelah berbasa-basi akhirnya Mama mengungkapkan maksud kehadirannya malam itu.


Mama Rina dan Papa Budi tersenyum. Anin yang duduk di antara Mama dan Papanya terlihat menunduk saja.


"Kami sebagai orang tua dari Anindita menyerahkan semua keputusan kepada putri kami. Jika memang putri kami bahagia bersama Alfa kami akan merestuinya." Ucap Papa Budi.


Mama Rina meraih tangan Anin dan menggenggamnya yang terasa dingin.


"Jawab Sayang."


Pinta Mama Rina.


"Hmmmm... Anin, bersedia menjadi istri Mas Alfa."


Katanya sambil menganggukkan kepalanya.


Alfa yang sejak tadi sudah merasakan deg-degan sambil menatap calon istrinya itu pun akhirnya tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Anin.


"Alhamdulillah..."


Ucap Mereka semua, tentu paling senang Alfa sebentar lagi halal.


"Anin.. Mama minta maaf ya, Mama ke sini tidak membawa apa-apa tapi Mama ingin mengikat kalian berdua mulai malam hari ini."


Padahal Mamanya Alfa tadi juga membawa beberapa bingkisan, kemudian Mama Ani mengeluarkan satu kotak berisi cincin sepasang sebagai tanda ikatan mereka berdua menuju ke pelaminan.


"Kesini Sayang."


Mama Ani memanggil Anin dan duduk di sampingnya.


Tangan Anin di raih dan Mama mengambil satu buah cincin dari dalam kotak itu.


"Sebentar Tante, biar Fajar abadikan."

__ADS_1


"Oke.."


Fajar sudah siap dengan kameranya dan Mama Ani pun memasangkan cincin itu di jari manis Anin yang satunya.


"Silahkan Bu, bisa memakaikan ke Alfa."


Mama Rani gantian yang mengambil satu cincin yang tersisa kemudian menyematkan di jari manisnya Alfa.


"Ciye... Sekarang foto berdua." Celetuk Fajar.


Anin dan Alfa sambil tersenyum memperlihatkan jari mereka dan Fajar mengambil gambarnya.


"Sekarang dua keluarga semuanya."


Fajar memang malam itu lagi baik sekali dia jadi juru foto momen lamaran Kakaknya itu.


Arsy yang sejak tadi tertidur, aku terbangun dan mereka semua pun bisa berfoto bersama dalam acara yang sederhana itu namun penuh kebahagiaan.


"Mari silahkan makan malam sudah siap." Mama Rani mempersilakan calon besannya untuk bersantap bersama.


Anin melayani Alfa dengan telatennya, menampilkan nasi membuatkan minum dan menyajikannya di depannya.


"Makasih Sayang."


Tak malu dia memanggil Sayang di depan kedua orang tuanya.


"Sayang, mulu Al."


Celetuk Mamanya.


"Nggak papa dong Ma, iya kan Sayang." Sambil melirik ke arah Anin.


"Malu Mas."


"Emang Alfa ini Tante, udah waktunya nikah jadi seperti itu." Celetuk Kak Amel.


"Kakak.."


"Usia Alfa berapa." Tanya Papa Budi.


"He he he.. Alfa jadi malu Pa."


"Udah tua Om, kalau sama Anin lebib 10 tahun itu.." Amel yang tanpa malu mengungkap usia Alfa yang memang sudah berkepala 3 lebih.


"Kak, aku jadi malu kok kesannya aku menikahi anak kecil ya."


"Ha ha ha.."


Mereka tertawa dan kemudian menikmati hidangan makan malam itu dengan nikmat.


Anin hanya tersenyum saja ternyata jarak usia mereka jauh juga, tapi itu tidak mengurangi rasa cintanya pada Alfa karena Alfa pun masih terlihat seperti usia 30 tahun.


Selesai makan mereka berkumpul kembali di ruang tamu, membahas rencana pernikahan Anin dan Alfa.


"Jadi sepakat ya Pak, Bu. Acara pernikahan mereka berdua dua minggu lagi. Untuk urusan tempat serahkan kepada kami saja." Kata Mama Ani.


" Kamu jadi merasa tidak enak Bu." Ucap Mama Rani.


"Tapi untuk masalah katering nanti biar saya saja." Tambah Mama Rani.


"Baiklah, yang penting acara pernikahan anak kita berjalan lancar."


"Aamiin..."


Malam semakin larut akhirnya Mama Ani beserta Alfa dan juga Kak Amel pamitan untuk pulang. Anin bersama kedua orang tuanya dan juga Fajar mengantar mereka sampai ke depan dan melambaikan tangan saat mobil mereka mulai meninggalkan rumah.


☺☺☺☺☺☺


Cover ganti ya readerss..

__ADS_1


Ini hadiah dari noveltoon jadi Terima kasih sekali atas antusias kalian semua...


Semoga karya ini selalu disukai oleh kalian semuanya 😍😍😍😍😍😍


__ADS_2