
Esok harinya Anin harus istirahat di rumah kembali, berbekal hasil pemeriksaan tadi sore Anin mengirimkannya kepada Bu Rita untuk meminta izin.
Anin setelah sarapan memilih untuk di taman belakang rumahnya sambil memberikan makan ikan yang ada di kolam.
Ponselnya kemudian berbunyi dan ternyata Miss Salsa yang menghubunginya lewat video call.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Terlihat wajah Miss Salsa di layar ponsel Anin.
"Anin, kamu kenapa lagi kok bisa sampai duduk di kursi roda seperti itu coba arahkan ke kaki kamu."
Alya mengarahkan kamera ponsel yang kakinya yang diperban.
"Ya Allah Anin."
"Aku enggak apa-apa Miss hanya butuh istirahat saja nanti setelah kontrol ke dokter dan membaik aku akan masuk kerja lagi."
Kemudian nampak juga wajah Bu Rita dan Rio.
"Anin, kamu istirahat aja di rumah sampai sembuh jangan berpikir pekerjaan dulu." Ucap Bu Rita.
"Makasih Bu, maafkan saya Bu Rita sudah terlalu sering untuk izin."
"Enggak masalah dan jangan terlalu dipikirkan yang penting kamu sembuh dulu."
Ternyata Bu Rita tadi pagi sudah dapat telepon dari Alfa dan memberitahu kondisi Anin tapi Dia juga tidak memberitahukannya kepada Miss Salsa dan juga Rio nanti akan menimbulkan spekulasi lain sesuai pesanan Alfa.
"Makasih Bu "
"Anin, kangen kopi kamu."
"Kamu itu Rio nggak tahu malu, bukannya teman sakit dijenguk malah minta kopi."
Miss Salsa menepuk lengan Rio dan Anin terkekeh melihatnya.
"He he he.. Nanti sore kita ke sana ya." Ucap Rio.
"Nggak usah Kak, aku nggak apa-apa malah merepotkan kalian nanti."
"Nggak bisa Nin, pokoknya nanti sore sepulang kerja kita ke rumah kamu."
"Miss aku nggak papa."
"Tidak menerima alasan oke... Bye ya Nin.. . Selamat istirahat Assalamualaikum."
Panggilan video call pun berakhir.
Sore menjelang, setelah mandi dan menjalankan salat ashar Anin kembali memilih berada di taman belakang melihat adiknya, Fajar yang sedang bermain bola basket sendiri.
"Kak, ngapain melamun."
Fajar kehausan ingin minum mendekati Anin yang terlihat pandangannya kosong menghadap ke depan.
"Eh.. Nggak papa."
__ADS_1
"Jangan melamun Kak, sore-sore gini." Fajar duduk di kursi dan mengambil minum yang ada di meja.
Di depan bel berbunyi dan Mama Rina yang ada di dapur segera membuka pintu.
"Ayo Ibu antar belakang, Anin ada di belakang sama Fajar."
"Makasih Bu."
Ucap seorang laki - laki yang kemudian mengikuti Mama Rani ke taman yang ada di belakang rumah.
"Ibu tinggal ya, itu Anin."
Laki - laki itu menganggukkan kepalanya kemudian Mama Rani meninggalkannya untuk menemui Anin sendiri.
Dia melihat Anin dari belakang yang nampak melamun menatap ke arah kolam melihat ikan-ikan yang bergerak ke sana kemari.
Fajar yang menyadari kehadiran seseorang dia menoleh ke arah pintu.
"Susstt..."
Alfa meletakkan jari di mulutnya agar Fajar tidak berbicara supaya Anin tidak tahu.
"Kak, Fajar ke kamar mandi dulu."
"Iya, bawakan minum buat Kakak."
"Oke."
Fajar pergi dan tersenyum kepada Alfa yang berdiri di pintu.
Setelah Fajar masuk ke dalam Alfa berjalan perlahan mendekat ke Anin.
Anin yang mendengar seseorang berbicara di belakangnya dia langsung menoleh.
Alfa tersenyum begitu melihat wajah Anin.
"Pak Alfa ngapain ke sini."
Alfa sudah mempersiapkan dirinya pasti akan mendapatkan penolakan dari Anin. Dia sengaja keluar dari kantor lebih gasik karena ingin melihat kondisi Anin, tadi pagi dia tidak sempat untuk mampir ke rumah Anin karena ada meeting pagi.
"Mau ketemu kamu, aku nggak dipersilakan duduk ini."
Alfa masih berdiri di samping Anin ikut melihat ikan.
"Silahkan duduk Pak."
"Makasih."
Alfa duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Fajar.
"Gimana keadaan kamu."
Alfa melihat kaki Anin.
"Alhamdulillah sudah agak mendingan."
"Besok jadwal ketemu dokter, Saya antar besok."
__ADS_1
Anin menoleh ke Alfa.
"Nggak usah Pak, saya sama Papa dan Mama aja. Pak Alfa harus kerja nanti malah saya merepotkan Pak Alfa terus."
"Saya sama sekali tidak merasa direpotkan, Saya akan mengantar kamu besok. Masalah kerjaan bisa Saya atasi."
Terang Alfa dan mereka saling pandang.
"Makasih Pak, tapi saya takut merepotkan Pak Alfa. Lebih baik jangan Pak saya bisa ketemu Dokter dengan Mama dan Papa."
Di belakang pintu ada Papanya Anin yang baru saja pulang dari kantor kemudian dicegah oleh Mama Rani karena dia ingin menemui Alfa.
"Nanti aja Pa, mandi dulu. Mereka lagi bicara serius nanti malam mengganggu."
"Oke Ma."
"Saya mohon Anin, sekali ini saja kamu jangan menolak. Saya besok tetap akan mengantar kamu ketemu dokter Papa kamu kan juga harus kerja nanti bisa Mama kamu ikut."
"Saya hanya takut merepotkan Pak Alfa."
"Anin... Apa kamu tak bisa merasakan ketulusan saya. Saya rasanya ingin selalu melindungi kamu, menjaga kamu. Kalau kamu tanya kenapa, karena saya peduli sama kamu dan itu tulus dari hati saya bukan karena kamu cidera karena ditabrak oleh Siska."
Anin terdiam dia melihat kearah ke depan.
"Memang Saya mulai mengenal kamu setelah kamu ditabrak oleh Siska. Tapi itu bukan karena kasihan memang sebelum itu saya juga sudah pernah melihat kamu dan mungkin kamu tidak tahu itu." Alfa berbicara sambil terus menatap kearah Anin yang diam.
"Anin... Masihkah ada kesempatan, karena aku ingin mengenal kamu lebih."
Alfa sudah jujur dengan perasaannya sendiri setelah semalaman berfikir.
Anin menoleh ke arah Alfa yang masih memandangnya mereka berdua pun saling tatap.
"Aku serius Anin, kamu jangan lihat di sini aku sebagai Alfa bos kamu di perusahaan, tapi ini Alfa seorang laki-laki yang ingin mengenal kamu lebih."
Dengan tatapan serius Alfa benar-benar mengungkapkan perasaannya.
"Kenapa Pak Alfa..."
"Anin...."
Suara Miss Salsa menggema dari dalam rumah menuju ke belakang.
Alfa yang tadinya serius dan ingin mendengar apa yang diucapkan Anin jadi buyar.
"Pak Alfa."
Anin dan Rio melongo melihat Alfa duduk di samping Anin.
Alfa tersenyum saja, Miss Salsa dan Rio jadi merasa kikuk karena melihat bosnya ada di depannya.
"Kalian biasa saja, saya disini bukan bos kalian di perusahaan." Ucap Alfa yang melihat kedua teman Anin itu langsung terdiam begitu melihat dirinya.
"Maaf Pak, kami tadi memang berpikir seperti mobil Pak Alfa di depan tapi nggak mungkin juga kan Pak Alfa di sini. Eh... nyatanya Pak Alfa beneran yang main ke rumah Anin."
"Sini Miss, Kak Rio silahkan duduk." Pinta Anin.
Anin sendiri juga merasa bingung bagaimana akan menjelaskan kepada kedua temannya ini tentang keberadaan Alfa di rumahnya.
__ADS_1
Sore itu jadi rame di rumah Anin Mama dan Papanya ikut bergabung juga tak ketinggalan Fajar . Minuman dan camilan tersedia untuk disantap bersama menikmati sore hari itu bersama teman-teman Anin.
😊😊😊😊😊😊