KOPI CINTA

KOPI CINTA
118


__ADS_3

Sesampainya di kantor Alfa menghubungi Om Gunawan untuk memberitahunya jika ingin bertemu dengan Arsy siang ini saat makan siang di tunggu di sebuah rumah sakit.


"Siapa yang sakit Fa."


Suara Om Gunawan terdengar khawatir.


"Arsy, Om. Dia terkena tifus sudah di rawat dari kemarin."


"Om akan ke sana sekarang kalau boleh."


"Jangan Om, lebih baik datang nanti siang bersama Alfa."


"Baiklah kalau begitu Alfa. Om akan ikuti kamu."


" Terima kasih Om, Alfa melakukan ini supaya semuanya baik-baik saja."


"Baik Fa."


Selesai menghubungi Om Gunawan Alfa meletakan ponselnya di atas meja dan dia kembali fokus dengan pekerjaannya


Alfa tidak mengizinkan Om Gunawan dan Indra untuk tidak datang saat itu juga karena di sana ada Mama Ani . Dia tidak mau terjadi sesuatu yang bisa membuat semuanya menjadi berantakan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah kamar, terlihat Indra yang sedang termenung sambil memandangi foto Arsy yang ada di ponselnya.


Pintu kamarnya ada yang mengetuk ternyata Sang Papa yang datang.


"Papa boleh masuk Dra."


"Masuk aja Pa."


Papa Gunawan masuk ke dalam kamar anaknya itu.


"Ada apa Pa, kenapa ekspresi Papa seperti itu."


Papanya duduk di samping Indra dia memperhatikan ponsel anaknya.


"Kamu rindu Arsy."


"Pasti Pa, Indra setiap hari merindukannya. Indra belum bisa memaafkan diri sendiri kalau belum bisa menyentuh Arsy lagi Pa." Indra menatap foto itu dengan nanar.


"Papa ada kabar gembira sekaligus kabar tidak enak juga."


Indra menatap ke arah Papanya.


"Apa Pa."


Papa Gunawan menarik nafasnya dan kemudian menghembuskannya.


"Kabar gembiranya siang ini kita bisa bertemu Arsy."


"Papa serius.?"


Papa Gunawan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Papa nggak bohong kan?."


Indra merasa tidak percaya Papanya berkata seperti itu.


"Papa tidak bohong Dra, barusan Alfa hubungi Papa dan katanya kita bisa bertemu dengan Arsy siang ini tetapi, ada kabar buruknya."


"Apa Pa.!!! Arsy dan Amel tidak kenapa-kenapa kan Pa.?"


Ekspresi Indra sudah panik.


"Arsy sakit dan dirawat di rumah sakit karena sakit tifus."


"Apa Pa.! Kita ke sana sekarang Pa. Indra khawatir dengan keadaan Arsy Pa."


Indra sudah panik sekali.


"Indra tenangkan diri kamu dulu, kita bisa ke sana nanti siang bersama Alfa."


" Kenapa harus menunggu Alfa, Pa. Sekarang saja kita langsung ke sana."


"Indra dengarkan Papa. Kamu tidak mau kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Arsy kan?."


"Iya Pa tapi..."


"Indra, kita harus ikuti apa kata Alfa. Dia sudah mau memberi tahu saja kepada kita kalau Arsy sakit itu sudah sebuah keberuntungan untuk kita menurut Papa. Jadi Kamu harus sabar sedikit saja kita tunggu nanti siang."


"Pa.. Tapi Arsy sekarang bagaimana keadaannya Pa. Pantas saja sejak kemarin perasaan Indra gelisah seperti terjadi sesuatu dengan Arsy."


"Menurut Alfa, keadaan Arsy sekarang sudah membaik. Kamu sabar Indra."


"Tenang Indra, jangan sampai kesempatan kamu ini untuk bertemu dengan Arsy akan hilang begitu saja karena kamu tergesa - gesa."


Indra menyandarkan kepalanya di sofa dan memijat keningnya.


"Ini semua salah Indra Pa, andai dulu Indra berani melawan Mama pasti kita sekarang hidup bahagia Pa."


"Sudah Indra, kamu jangan bicara seperti itu kasihan Mama kamu di sana."


"Maafkan Indra Pa."


Indra memejamkan matanya sambil menarik nafas.


"Ini kesempatan kamu untuk membuktikan kepada mereka, jika kamu benar - benar menyesal dan ingin memperbaiki semuanya."


"Iya Pa, Indra akan buktikan kepada Mereka. Arsy Papa kangen." Suara Indra serasa menyayat hati.


Hingga siang pun menjelang Alfa bersiap keluar kantor sebelumnya tadi sudah menelepon Anin dan katanya dia ingin ikut ke rumah sakit.


Alfa mengendarai mobilnya untuk menjemput sang istri terlebih dahulu di rumah sambil mengirimkan pesan kepada Om Gunawan untuk bertemu di lobby rumah sakit.


"Mas nggak makan dulu." Kata Anin.


"Nanti aja Sayang, yuk berangkat kita."


Alfa menggandeng tangan Anin dan membukakan pintu mobil untuknya.

__ADS_1


Sesampainya di loby rumah sakit sudah lihat om Gunawan bersama Indra yang menunggu dirinya.


Indra berdiri begitu melihat Alfa datang bersama Anin.


"Apa kabar Fa."


Indra mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Alfa.


"Baik." Ucap Alfa dengan tersenyum dan menyambut uluran tangan dari Indra.


"Ini istri kamu." Tanya Indra karena baru kali ini langsung bertatap muka dengan Anin.


"Iya, Sayang ini Indra."


Anin tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Kalau itu Om Gunawan, Papanya Indra."


Hal yang sama dilakukan Anin, Dia tidak berjabat tangan dengan lawan jenis.


"Anin Om."


"Cantik istri kamu Fa."


Puji Om Gunawan.


"Makasih Om, mari kita ke ruangan Arsy." Ucap Alfa dan mereka berjalan menuju ke ruang perawatan Arsy.


Sesampainya di depan pintu yang tertutup Alfa menghentikan langkahnya.


"Sebelum masuk kedalam Alfa minta kepada Om dan Indra untuk bisa menahan diri apapun nanti reaksi dari Mama dan Kak Amel apalagi Arsy yang masih menganggap Om Gunawan dan Indra orang asing."


"Baik Alfa." Kata Om Gunawan dan Indra terlihat sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam.


Pintu Alfa buka dan Dia masuk bersama istrinya sambil mengucapkan salam.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam." Jawab Mereka yang di dalam.


Ada Mama Ani, Kak Amel dan perawatnya Arsy yang sedang menggendongnya.


"Papa..." Ucap Arsy begitu melihat Alfa.


"Iya Sayang." Alfa menghampiri Arsy bersama Anin.


Kemudian pintu terbuka kembali dan terdengar salam dari dua laki - laki yang masuk ke ruangan itu.


"Assalamualaikum."


"Waalai...kum..salam."


Mama Ani dan Kak Amel menjawab salam mereka dengan rasa kaget. Mereka belum mengetahui jika Indra dan Om Gunawan datang bersama Alfa.


😉😉😉😉😉😉

__ADS_1


Lanjuuttttt 😉😉😉


__ADS_2